Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Ekbis»Terung Guru Matheus, Pelajaran untuk Masyarakat Timung
Ekbis

Terung Guru Matheus, Pelajaran untuk Masyarakat Timung

By Redaksi24 Januari 20174 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Gaji PNS  suami istri belum cukup memenuhi kebutahan hidup. Lahan kurang lebih 0,5 Ha dimanfaatkan untuk  budidaya ribuan tanaman  terung. Alhasil, pendapatan guru ini setiap bulan mengalahkan Gaji PNS.

Ruteng, VoxNTT.com- Adalah Matheus Bagung (35)  pria bertubuh gempal kelahiran Longos 1981 ini memanfaatkan lahan kurang lebih 0,5 Ha miliknya  untuk budidaya terung. Baginya aktivitas ini merupakan pekerjaan sampingan yang bisa mendatangkan uang setiap saat.

Sore itu hujan rintik-rintik.  Matheus dengan menggunakan celana pendek dan baju kaos, tampak semangat menyirami ribuan pohon terung yang sudah berbuah lebat.

“Saya sudah mulai budidaya terung sejak  pertengahan 2016 tahun lalu” kata Matheus yang juga guru biologi di SMPN Wae Ri’i kepada VoxNtt.com, Senin (23/1).

Melalui lahan ini seluas 0,5 ha ini, dia mencoba menerapkan ilmu Biologi lewat budidaya terung di belakang rumahanya persis berlokasi di depan Kantor Camat Wae Ri’i, Kampung Timung, Desa Golo Cador, Kecamatan Wae Ri’i, Kabupaten Manggarai.

“Awalnya hanya hobi, ketika dikerjakan dengan serius hasilnya bisa mengalahkan Gaji PNS saya ” ujar Ayah tiga orang anak ini.

Hal paling unik dari pertanian Terung Matheus ketika ia menggunakan pupuk kompos, daun hijau dan kotoran hewan untuk menyuburkan ribuan tanaman tersebut.

Di lahan tersebut ada juga mata air yang cukup untuk bisa menyiram tanaman terung miliknya.

“Setiap hari saya kumpulkan daun hijau, kotoran hewan dalam waktu sekian lama dicampurkan dengan EMA4  bahan kimia sebagai bakteri pengurai pupuk organik’’ katanya

Dari modal awal sekitar Rp3 Juta,  Rp1 Juta  digunakan untuk biaya upah dua buruh dalam pengerjaan proses  pembibitan, pengolahan, penggemburan dan pembuatan bedengan lahan  tanaman terung. Sementara  2 Juta sisanya digunakan sebagai biaya pembuatan pagar bambu di lokasi lahan terong  tersebut.

Sejak awal November, Matheus sudah mulai memanen buah terong di ladangnya  setiap tiga hari.  Dengan menggunakan sepeda motor ia menjual  350 buah terong dalam ukuran besar kepada pedagang di pasar inpres Ruteng, salah satu pasar di ibu kota Kabupaten Manggarai.

“Saya menjual dengan pedagang sayur di pasar inpres Ruteng Rp. 1000 per buah” akunya.

Harga itu merupakan harga mati  dari tawar- menawar  dengan pedagang sayur di Pasar. Para pedagang kemudian biasa menjual dengan harga Rp 2500 per buah atau  4 buah per Rp 10 ribu.

“Rata-rata penghasilan sebulan yang saya dapat selama ini bisa mencapai Rp 4 juta”  ujarnya

Diperkirakan ribuan tanaman terung miliknya akan berhenti panen setiap harinya sampai dengan bulan April mendatang. Setelah itu  baru dia akan melakukan penanaman kembali.

Motivasi

Gaji PNS Matheus dan istrinya  sudah mulai terpotong  setiap  bulan ketika mereka kredit di Bank untuk modal  membuat rumah baru dan membeli lahan tanaman terong tersebut dari Masyrakat kampung Timung.

Pilihan usaha budidaya  terong merupakan solusi  karena usaha pertanian sudah merupkan warisan dari orang  tua Matheus  di Kampung Longos  sejak SMP.

“Saya budidaya dan jual sayur di pasar inpres Ruteng, kaka saya  lebih sukses, dia bisa mendapat Rp 8 Juta per bulan dari usaha budidaya sayur seperti  ini ‘’ ungkap Matheus kepada VoxNtt.com.

Selain mewariskan bakat dari orang tuanya tersebut, sebagai Ketua kelompok Basis Gereja (KBG)  Golgota, Paroki Timung ia ingin pekerjaannya itu bisa menjadi obor bagi masyarkat sekitar  agar  memanfaatkan lahan di kebun atau pekarangan rumah.

Dalam mewujudkan mimpi itu, Matheus memiliki moto “mendidik tanpa bersuara”.

“Dengan bekerja kita sebenarnya telah memberikan bukti kepada masyarakat cara menghasilkan uang” katanya.

Tak hanya terung, sebelum dia menetap di Timung di rumah baru keluarganya, di penginapan lama tepatnya di kampung Ling, tak jauh dari Timung, ia pernah memanfaatkan lahan pinjaman untuk budidaya sayur sawi  selama kurang lebih 5 tahun.

“Sekarang sudah begitu banyak masyarkat Ling yang budidaya sayur ” tambahnya.

Flavianus Gampur, warga Timung,  Desa Golo Cador kepada VoxNtt.com di lokasi  tanaman terong tersebut  mengatakan sangat bersyukur dan berterimakasih kepada Matheus karena dengan melihat usaha budidaya Terong, ia terdorong mau belajar  budidaya terung mapun sayur lainnya.

“Selama ini kami hanya berharap pada kopi yang sekali panen setiap tahun untuk memenuhi kebutuhan keluarga,  kami berharap  Pak Guru bisa membimbing kami petani lainya   dengan cara seperti ini ” ujarnya. (Rony/VoN)

Foto : Matheus Bagung berpose bersama tanaman terong miliknya.

Manggarai
Previous ArticleDPRD Ende : “Stadion Marilonga Harus Ada Kontribusi Untuk Daerah”
Next Article Telah Kantongi Audit Kerugian Negara, Bagaimana Nasib Kasus Korupsi Malasera?

Related Posts

Polres Manggarai Limpahkan Dua Tersangka Kasus Narkotika ke Kejaksaan

6 Maret 2026

Nama Wakil Ketua DPRD NTT Dicatut dalam Dugaan Penipuan Lowongan Kerja, Ratusan Orang Mengaku Jadi Korban

6 Maret 2026

Rumah Harapan untuk Regina Uner di Cibal Barat Rampung 100 Persen

6 Maret 2026
Terkini

Cerpen: Mata Tua di Tubuh Bayi Bole Wote

6 Maret 2026

Tanah Ulayat, Identitas, dan Derita Sosial

6 Maret 2026

Desa Golo Riwu Tetapkan APBDes Tahun Anggaran 2026, KMP dan MBG Jadi Fokus Utama

6 Maret 2026

Rote Ndao Siap Jadi Tuan Rumah Selancar Ombak PON 2028

6 Maret 2026

Polres Manggarai Limpahkan Dua Tersangka Kasus Narkotika ke Kejaksaan

6 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.