Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Sastra»Achyar: Saya Menulis Buku Sebagai Wujud Cinta Kepada Daerah
Sastra

Achyar: Saya Menulis Buku Sebagai Wujud Cinta Kepada Daerah

By Redaksi21 Oktober 20191 Min Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Sampul Buku Selamat Datang di Manggarai Barat
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Labuan Bajo, Vox NTT- Buku ‘Selamat Datang di Manggarai Barat’ yang ditulis oleh Muhammad Achyar dan Syamsudin Kadir sudah mulai diterbitkan.

Muhammad Achyar mengaku menulis buku ini sebagai wujud cinta kepada daerah.

“Buku ini ditulis sekaligus sebagai upaya membangun atau mengembangkan tradisi literasi kepada masyarakat luas di Mabar bahkan Indonesia,” jelasnya saat dihubungi VoxNtt.com, Senin (21/09/2019).

Secara umum kata Achyar, buku ini berisi tentang tiga poin penting yaitu, pertama, sejarah singkat dan selayang pandang Mabar; kedua, destinasi wisata dan panorama alam Mabar; ketiga, pernak-pernik budaya Mabar.

“Pesan atau nilai penting buku ini terwakili oleh tiga kata kunci yang sepaket alias senyawa dan tidak bisa dipisahkan yaitu dokumentasi, publikasi dan literasi,” tegas Achyar.

Dia berharap dengan adanya buku ini, segala dinamika perkembangan dan kemajuan Mabar dalam segala sisinya terdata dengan baik.

“Apalah lagi kekayaan alam yang bernilai produktif, mesti terdata dengan baik. Dan mesti terpublikasi dengan baik pula. Buku merupakan dokumen paling baik dan punya rekam jejak yang lama dalam perjalanan hidup umat manusia dalam hal dokumentasi dan publikasi,” ungkapnya.

Dia menambahkan siapapun yang mencintai Mabar bakal tergoda untuk membeli dan membaca buku ini hingga tuntas.

Penulis: Sello Jome
Editor: Ardy Abba

Mabar Manggarai Barat
Previous ArticleJPIC Minta Polres Mabar Segera Usut Masalah Persetubuhan Anak di Bawah Umur
Next Article 43 Desa di Mabar Belum Dialiri Listrik

Related Posts

Surat Cinta untuk Mama

7 Maret 2026

Cerpen: Mata Tua di Tubuh Bayi Bole Wote

6 Maret 2026

Desa Golo Riwu Tetapkan APBDes Tahun Anggaran 2026, KMP dan MBG Jadi Fokus Utama

6 Maret 2026
Terkini

Pentingnya Pendidikan Karakter dalam Membentuk Generasi Remaja Berintegritas

7 Maret 2026

Tuhan sebagai Gembala dan Bapa Yang Penuh Belaskasih dan Mengampuni 

7 Maret 2026

Surat Cinta untuk Mama

7 Maret 2026

Imigrasi Labuan Bajo Gelar Sosialisasi Bersama Desa Binaan di Kabupaten Manggarai, Cegah TPPO dan TPPM

7 Maret 2026

Demokrat Kritik Bawaslu NTT Soal Pelanggaran Pemilu 2024

7 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.