Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Ekbis»Stanislaus Keli, Petani Jagung asal Nagekeo Panen 3,7 Ton
Ekbis

Stanislaus Keli, Petani Jagung asal Nagekeo Panen 3,7 Ton

By Redaksi24 Oktober 20192 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Safia, petani asal Bima Provinsi NTB yang sukses bertani jagung di area persawahan Mbay (Foto:Patrick/Vox NTT)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Mbay, Vox NTT-Tak ada istilah merugi bagi petani jagung. Bayangkan saja, satu biji jagung menghasilkan satu tongkol jagung. 

Itulah yang pertama kali diucapkan Stanislaus Keli (54) saat VoxNtt.com menyambanginya, Senin 21 Oktober 2019.

Stanislaus adalah seorang petani di pintu air KM 1-3 Kanan Kelurahan Lape yang ikut menyukseskan program 1000 Hektare Jagung, program Dinas Pertanian Kabupaten Nagekeo tahun 2019.

Petani seperti Stanislaus memang sepatutnya ditiru oleh petani lain. Di tengah sorotan tajam DPRD Kabupaten Nagekeo melalui pemberitaan media lokal tentang gagalnya hasil panen dari program 1000 Hektare di Dinas Pertanian Kabupaten Nagekeo, Stanislaus malah memetik hasil memuaskan dari cucuran keringatnya.

Dari 50 are luas lahannya, dia mampu meraup hasil hingga 3,7 ton jagung. Stanislaus bukannya tak pernah gagal. Dalam dunia pertanian, kegagalan dan keberhasilan selalu akan jalan beriringan.

Dia juga tak menampik, bila ada area sawah lain yang ikut dalam program itu juga merasakan kegagalan dalam program itu.

“Saya siap berdebat dengan siapa saja yang bilang kalau sawah Mbay tidak cocok ditanami jagung. Namanya juga usaha, tentu ada gagal dan ada juga yang berhasil. Intinya, tetap fokus dan jangan menyerah bila gagal sebab dari kegagalan itu kita akan tahu bagaimana menerapkan sistem pertanian di area persawahan Mbay. Belajar mengenal karakteristik tanah, tanaman dan perawatan harus dilakukan secara optimal . Yang terpenting kalau belum berpengalaman harus tetap fokus dan ikuti saja petunjuk petugas PPL” ungkapnya.

Hal serupa juga disampaikan petani lain, namanya Safia asal dari Bima Provinsi NTB. Ditemui vox NTT di sawah garapannya, Safia menuturkan bahwa kunci utama dari keberhasilan budidaya jagung di lahan basah adalah ketekunan mengontrol jumlah air, pemupukan yang teratur dan pembersihan gulma di lahan tanaman jagung.

“Intinya, ya harus dirawat, dirawat seperti anak sendiri” kata Safia.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Nagekeo, Wolfgang Lena, masih memilih untuk bungkam ihwal gagalnya program 1000 Ha Jagung, di area persawahan Mbay tahun 2019.

Saat ditemui voxntt.com diruang kerjanya, Senin 21 Oktober 2019, Wolfgang menolak dengan alasan belum siap memberikan komentar.

Penulis: Patrik Djawa

Editor: Irvan K

Distan Nagekeo Nagekeo
Previous ArticleMobil Dinas Camat di TTU Diduga Dicuri Oknum Mekanik
Next Article Paulus Un Minta Restu DPD II Golkar Malaka

Related Posts

Satgas Pangan Sidak Pasar, Pastikan Stok Aman dan Harga Stabil di Labuan Bajo Jelang Idul Fitri

7 Maret 2026

Kisah Nangadhero, Desa Pesisir di Nagekeo Tempat Petani dan Nelayan Menjaga Harmoni

7 Maret 2026

RSUD Aeramo Luncurkan Inovasi Layanan “Bahagia Kita”

4 Maret 2026
Terkini

Satgas Pangan Sidak Pasar, Pastikan Stok Aman dan Harga Stabil di Labuan Bajo Jelang Idul Fitri

7 Maret 2026

Ketua PSSI Manggarai Barat Buka O2SN Gugus 04 Namo di Lembor Selatan

7 Maret 2026

Kisah Nangadhero, Desa Pesisir di Nagekeo Tempat Petani dan Nelayan Menjaga Harmoni

7 Maret 2026

Pentingnya Pendidikan Karakter dalam Membentuk Generasi Remaja Berintegritas

7 Maret 2026

Tuhan sebagai Gembala dan Bapa Yang Penuh Belaskasih dan Mengampuni 

7 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.