Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»NTT NEWS»DPRD NTT Minta Pemprov Segera Umumkan UMP Tahun 2020
NTT NEWS

DPRD NTT Minta Pemprov Segera Umumkan UMP Tahun 2020

By Redaksi1 November 20192 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Ketua Komisi V DPRD NTT, Yunus Takandewa usai diwawancarai awak media, Jumat, 1 November 2019 (Foto: Tarsi Salmon/Vox NTT)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Kupang, Vox NTT – Ketua Komisi V Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Yunus Takandewa meminta pemerintah provinsi itu untuk segera mengumumkan Upah Minimum Provinsi (UMP) tahun 2020.

Hal ini disampaikan Yunus kepada wartawan usai menggelar rapat dengan Dinas Koperasi dan Nakertrans NTT di Kupang, Jumat (01/11/2019) siang.

“Jadi, kita sudah minta untuk dalam waktu dekat harus diumumkan dan diawasi,” ujar politisi PDIP itu.

Komisi V kata dia, sesuai dengan fungsinya juga akan melakukan pengawasan.

“Kita sudah merekomendasikan kepada pemprov agar juga melakukan pengawasan ketat,” ungkapnya.

Dia berharap UMP yang ditetapkan pemerintah akan diikuti semua perusahaan, termasuk memberikan BPJS ketenagakerjaan bagi karyawannya.

Bila perlu tegas dia, dilakukan tindakan-tindakan bagi perusahaan-perusahaan yang tidak mau tunduk terhadap aturan-aturan yang ada.

“Kami minta hak-hak karyawan ditegakkan. Jika ada perusahaan yang menolak, maka harus ditindak tegas,” ujar Yunus.

Ia mengatakan, banyak perusahaan tidak mau untuk membiayai BPJS ketenagakerjaan.

“Karena itu kita minta supaya hak-hak tenaga kerja kita terus harus ditingkatkan. Karena BPJS kesehatan itu menjadi komponen paling penting terkait dengan hak-hak ketenagakerjaan,” tuturnya.

Yunus menegaskan, tidak ada istilah perusahaan bersembunyi di dalam berbagai bentuk argumentasi.

“Karena bagaimanapun urusan kemanusiaan itu menjadi urusan yang hakiki. Tidak boleh ada di Republik ini manusia menelantarkan manusia,” tandasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi, Tenaga Kerja dan Transmigrasi NTT Sisilia Sona mengusulkan UMP tahun 2020 sebesar Rp 1.950.000 per bulan.

“Belum dikeluarkan Surat Keputisan (SK), karena Gubernur belum tanda tangan,” kata Sisilia, Jumat siang.

Penulis: Tarsi Salmon
Editor: Ardy Abba

DPRD NTT Kota Kupang
Previous ArticlePilkades Serentak di Matim Telah Selesai, Mari Rekonsiliasi
Next Article Bawaslu Manggarai Komitmen Kelola Anggaran dengan Baik

Related Posts

Nama Wakil Ketua DPRD NTT Dicatut dalam Dugaan Penipuan Lowongan Kerja, Ratusan Orang Mengaku Jadi Korban

6 Maret 2026

Jaringan Masyarakat Sipil Audiensi dengan Komisi V DPRD NTT Bahas Kasus Perdagangan Orang

5 Maret 2026

Gubernur NTT Buka Diskusi Nasib 9.000 PPPK di Ruang Publik

5 Maret 2026
Terkini

Pengkab Taekwondo Sumba Barat Daya Dukung Ridwan Angsar Jadi Ketua Pengprov TI NTT

6 Maret 2026

Nama Wakil Ketua DPRD NTT Dicatut dalam Dugaan Penipuan Lowongan Kerja, Ratusan Orang Mengaku Jadi Korban

6 Maret 2026

Golkar NTT Umumkan Pengurus Baru 2025–2030, Targetkan Musda Kabupaten Rampung April

6 Maret 2026

Cerdas Digital Saja Tidak Cukup: Haruskah Psikologi Jadi Pelajaran Wajib di Sekolah?

6 Maret 2026

Rumah Harapan untuk Regina Uner di Cibal Barat Rampung 100 Persen

6 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.