Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»VOX POPULI»VOX GURU»Curhat Guru Komite di Mabar: 14 Tahun Mengabdi, Pernah Digaji 50.000 Per Bulan
VOX GURU

Curhat Guru Komite di Mabar: 14 Tahun Mengabdi, Pernah Digaji 50.000 Per Bulan

By Redaksi26 November 20192 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Astuti, guru komite di SDN Pulau Komodo (Foto: Sello Jome/Vox NTT)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Labuan Bajo, Vox NTT- Astuti, salah satu guru komite di SDN Pulau Komodo, Desa Komodo, Kecamatan Komodo, Kabupaten Manggarai Barat (Mabar), Provinsi Nusa Tenggara Timur telah mengabdi menjadi selama 14 tahun.

Saat mulai mengajar tahun 2005 lalu, Astuti hanya digaji 50.000 per bulan. Baginya uang itu hanya digunakan untuk membeli sabun mandi.

Di mata Astuti, menjadi seorang guru adalah sebuah pekerjaan yang mulia. Sebab itu, ia menjalankan profesi guru dengan senang hati.

Ia mengaku saat ini gaji yang diterimanya sudah mencapai 400.000 rupiah per bulan.

“Saya kan guru kelas, jadi mengajarnya 24 jam seminggu. Gaji saya saat ini 400.000 per bulan,” ungkap Astuti saat ditemui VoxNtt.com di Pulau Komodo, Senin (25/11/2019).

Gaji 400.000 per bulan itu kata dia, baru mulai sejak 2 bulan yang lalu. Dia pun enggan menyebut gaji sebelumnya.

“Sejak saya mengajar 2005, gaji saya 50.000 per bulan, sekarang sudah naik 400.000 tapi itu baru 2 bulan lalu naiknya,” katanya.

Di hari guru ini, Astuti berharap agar pemerintah memperhatikan guru di daerah terpencil.

“Harapannya, lihatlah guru-guru daerah terpencil begini. Angkat lagi gajinya atau bagaimana,” pintanya.

Gaji 400.000 tersebut kata Astuti, sebenarnya tidak mencukupi untuk kebutuhan sehari-hari. Kendati demikian, ia mengaku tetap merasa senang dapat mengajar di daerahnya sendiri.

Ia menjelaskan, di SDN Pulau Komodo masih ada 11 guru komite. Semua guru komite itu nominasi gajinya sama.

Penulis: Sello Jome
Editor: Ardy Abba

Mabar Manggarai Barat
Previous ArticleCatut Nama Bupati Agas, Dua Politisi PAN Sebut Tidak Ada Tambang di Mausui
Next Article Miris, Ende Tertinggi di NTT Kasus Kematian TKI di Malaysia

Related Posts

Satgas Pangan Sidak Pasar, Pastikan Stok Aman dan Harga Stabil di Labuan Bajo Jelang Idul Fitri

7 Maret 2026

Desa Golo Riwu Tetapkan APBDes Tahun Anggaran 2026, KMP dan MBG Jadi Fokus Utama

6 Maret 2026

RRI Labuan Bajo dan Plataran Komodo Gelar Donor Darah, Perkuat Aksi Kemanusiaan di Manggarai Barat

3 Maret 2026
Terkini

Pelantikan Sekda Ngada Tanpa Persetujuan Gubernur Dinilai Bermasalah

7 Maret 2026

Mari Minum dan Membasuh Diri dari Sumber Air Hidup Kekal

7 Maret 2026

51 Relawan Dapur SPPG Wolowae Ikuti Pelatihan Penjamahan Makanan, Cegah Keracunan MBG

7 Maret 2026

Pemda Manggarai Minta Penghuni Kosongkan Stan Penjual Tuak di Pasar Reo

7 Maret 2026

Satgas Pangan Sidak Pasar, Pastikan Stok Aman dan Harga Stabil di Labuan Bajo Jelang Idul Fitri

7 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.