Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»HUKUM DAN KEAMANAN»Sant’Egidio Labuan Bajo Tolak Hukuman Mati
HUKUM DAN KEAMANAN

Sant’Egidio Labuan Bajo Tolak Hukuman Mati

By Redaksi2 Desember 20191 Min Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Komunitas Sant'Egidio Labuan Bajo gelar seminar sehari tentang "Hukuman Mati Bukan Solusi", Sabtu (30/11/2019) (Foto: Sello Jome/Vox NTT)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Labuan Bajo, Vox NTT- Komunitas Sant’Egidio Labuan Bajo menolak hukuman mati. Bagi komunitas ini, hukuman mati bukan solusi untuk menjerat pelaku tindak pidana.

Sebagai wujud penolakan mereka, Komunitas Sant’Egidio Labuan Bajo menggelar seminar sehari bertajuk “Hukuman Mati Bukan Solusi”, Sabtu (30/11/2019).

Penanggung jawab Komunitas Sant’Egidio Labuan Bajo Yen Asmat mengatakan, seminar ini dibuat untuk memperingati Hari Menolak Hukuman Mati.

“Setiap tanggal 30 November kami peringati,” ujarnya saat dihubungi VoxNtt.com.

Seminar itu kata Yen, membahas tentang hukuman mati dari perspektif agama-agama.

“Kita membahas tentang Hukuman Mati Bukan Solusi dari perspektif beberapa agama yaitu Muslim, Katolik, Hindu dan Protestan,” lanjut dia.

Dia berharap dengan seminar ini, semua manusia mampu merawat kehidupan.

Selain itu, dia mengajak masyarakat untuk meninggalkan cara-cara keji demi kehidupan bersama yang lebih harmonis.

“Dengan kegiatan ini, kita harapkan terus semangat menjaga dan merawat kehidupan. Komunitas Sant’Egidio mau mengajak masyarakat untuk meninggalkan cara-cara keji untuk mencapai tujuan, mendorong kehidupan bersama yang lebih harmonis dan bersama membangun budaya hidup yang lebih bermartabat,” tutupnya.

Penulis: Sello Jome
Editor: Ardy Abba

Labuan Bajo Mabar Manggarai Barat
Previous ArticleCamat Borong Diperiksa Polisi
Next Article Bupati Kupang Resmikan Karya Inovatif Mahasiswa Unwira

Related Posts

Ahli Waris Yakin PN Kupang Putus Objektif Gugatan Peralihan Sertifikat dan Rumah

6 Juni 2026

Menteri Transmigrasi RI Serahkan Bantuan Sembako untuk Masyarakat Translok di Manggarai Barat

4 Juni 2026

Pemkab Manggarai Barat Usulkan Satgas Perizinan untuk Perkuat Pengawasan Usaha

4 Juni 2026
Terkini

Gabriel Goa Desak Penuntasan Kasus TPPO Mariance Kabu dan Yuliana Dopo

6 Juni 2026

Ahli Waris Yakin PN Kupang Putus Objektif Gugatan Peralihan Sertifikat dan Rumah

6 Juni 2026

Polsek Amarasi Timur dan Pemerintah Kecamatan Tinjau Lokasi Kebakaran Rumah Warga di Pakubaun

6 Juni 2026

Peti Persembahan vs Peti Mati

6 Juni 2026

Jejak Skandal AKP Serfolus Tegu: Istri Simpanan, Dugaan Kekerasan hingga Laporan ke Propam

5 Juni 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.