Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»NTT NEWS»Pastor: Kasus Taman Kota Akibat Dari Proses “Gelap Gulita”
NTT NEWS

Pastor: Kasus Taman Kota Akibat Dari Proses “Gelap Gulita”

By Redaksi29 Januari 20172 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Para pemerhati lingkungan yang hadir dalam Rapat Dengar Pendapat dengan Pansus Taman Kota pada Senin, 23/1/2017 lalu; Mardy da Gomez, John Bala, Pater Eman Embu, SVD, dan Pater Vande Raring, SVD (dari kakan ke kiri)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Maumere, VoxNtt.Com- Pemerhati lingkungan di Maumere menilai munculnya sejumlah masalah terkait Proyek Penataan Taman Kota akibat proses yang gelap gulita alias kongkalingkong.

“Protes masyarakat dan terbentuknya pansus dalam Kasus Proyek Taman Kota ini akibat dari proses yang gelap gulita,” ungkap Pater Eman Embu, SVD kepada VoxNtt.Com pada Minggu, (29/1/2017) di Candraditya Maumere.

Proses yang gelap gulita ini terjadi antara semua pihak yang turut memprakarsai proyek taman kota ini. Proses yang tidak terang benderang biasanya berkaitan dengan KKN.

“Kalau itu disebut taman kota atau tugu tsunami, saya lebih suka disebut tugu kongkalingkong,” ujarnya.

Selanjutnya, peneliti pada Pusat Penelitian Candraditya ini berharap pansus ini bisa berujung pada proses pro justicia.

“Andaikan pansus ini menemukan pelanggaran maka kami minta kami sendiri antar,” tegasnya. Ini merupakan hasil refleksi atas pansus yang pernah terbentuk sebelumnya untuk Kasus Bansos.

Senada dengan rekannya, Pater Otto Gusti Madung, SVD menyatakan ada proses perencanaan yang tidak transparan.

“Ada aroma korupsi oleh para pihak dan kami mendengar ada kelompok tertentu yang ada di balik sejumlah proyek yang gagal,” ujarnya. Dirinya mengaku tidak tega apabila uang rakyat disalahgunakan.

Pada Senin, 23/1/2017 lalu, Pansus Taman Kota telah melakukan Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan para pemerhati lingkungan.

RDP yang dipimpin oleh Wakil Ketua Pansus, Fabianus Toa tersebut menghadirkan para pemerhati lingkungan diantaranya John Bala, Mardy da Gomez, Pater Eman Embu, SVD, Pater Otto Gusti, SVD, dan Pater Vande Raring, SVD.

Proyek Taman Kota yang dikerjakan oleh PT. Gading Lanscape Maumere senilai Rp 2.580.000.000 ini dinilai bermasalah.

Diduga telah terjadi pelanggaran ekologis dan sistem atau mekanisme pengerjaan proyek. Dalam RDP tersebut terungkap bahwa proyek taman kota ini mengalami perubahan.

“Ada dua dokumen yang mengungkap adanya pembelokan dari Pembangunan Monumen Tsunami menjadi Penataan Taman Kota,” ungkap anggota pansus dari Fraksi PAN, Fransiskus Philip.

Para pemerhati lingkungan mengusulkan agar dimungkinkan adanya auditor independen.

“Kami belum cek regulasi namun kami minta pansus mengakomodir audit oleh auditor independen,” ujar John Bala pada Senin,23/1/2017 lalu. (Are/VoN)

Sikka
Previous ArticleI’m Jealous of The Rain (Puisi Rini Temala)
Next Article Hujan Deras, Jalan Ahmad Yani Tertutup Banjir

Related Posts

Nama Wakil Ketua DPRD NTT Dicatut dalam Dugaan Penipuan Lowongan Kerja, Ratusan Orang Mengaku Jadi Korban

6 Maret 2026

Gubernur NTT Buka Diskusi Nasib 9.000 PPPK di Ruang Publik

5 Maret 2026

Pemprov NTT Harus Lobi Pemerintah Pusat soal Nasib 9.000 PPPK

5 Maret 2026
Terkini

Satgas Pangan Sidak Pasar, Pastikan Stok Aman dan Harga Stabil di Labuan Bajo Jelang Idul Fitri

7 Maret 2026

Ketua PSSI Manggarai Barat Buka O2SN Gugus 04 Namo di Lembor Selatan

7 Maret 2026

Kisah Nangadhero, Desa Pesisir di Nagekeo Tempat Petani dan Nelayan Menjaga Harmoni

7 Maret 2026

Pentingnya Pendidikan Karakter dalam Membentuk Generasi Remaja Berintegritas

7 Maret 2026

Tuhan sebagai Gembala dan Bapa Yang Penuh Belaskasih dan Mengampuni 

7 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.