Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»HUKUM DAN KEAMANAN»Satu Ekor Anjing Gigit Lima Anak di Satarmese Utara
HUKUM DAN KEAMANAN

Satu Ekor Anjing Gigit Lima Anak di Satarmese Utara

By Redaksi17 Desember 20192 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Bhabinkamtibmas Desa Nao, Bripka Emilius Johan saat mendampingi korban gigitan anjing (Foto: Dok. Polres Manggarai)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Ruteng, Vox NTT – Sebanyak lima orang anak di Kecamatan Satarmese Utara, Kabupaten Manggarai, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) menjadi korban gigitan anjing yang diduga terkena virus rabies.

Kejadian tersebut terjadi di SDK Todo 2 dan Kompleks Gereja Todo, Selasa (17/12/2019).

Korban diketahui bernama Floriati Ardian (10). Akibat digigit anjing terdapat luka gigitan di pantat kanan Floriati.

Kemudian, Arjuna Natam (11) mendapat luka gigitan di betis kanan dan Ernestus Sakung (8) mengalami luka gigitan pada paha kanan dan tangan kanan.

Selanjutnya, Pino (14) mendapat luka gigitan pada paha kiri dan Mario Jemadi (12) mendapat luka gigitan di tangan kiri.

Bhabinkamtibmas Desa Nao, Kecamatan Satarmese Utara, Polsek Satarmese Bripka Emilius Johan dalam rilis yang diterima VoxNtt.com, Selasa sore, menjelaskan kejadian itu terjadi sekitar pukul 09.00 Wita.

Kata dia, sesaat sebelum kejadian korban Pino (4) sedang membersihkan halaman di Kompleks Gereja Todo, tiba-tiba seekor anjing datang dengan cepat dan menggigitnya pada paha sebelah kiri.

Kemudian anjing tersebut lari memasuki Kompleks SDK Todo 2 dan menggigit korban Mario Jemadi dan Arjuna Natam.

Tak hanya sampai di situ, anjing itu kemudian masuk ke dalam kelas dan menggigit korban Floriati Ardian dan Ernestus Satung.

Bripka Emilius menambahkan, setelah kejadian, para korban langsung mendatangi Puskesmas Todo. Sayangnya, di puskesmas itu tidak ada vaksin antirabies.

Lantaran tak ada vaksin, sekitar pukul 15.30 Wita para korban langsung ke Puskesmas Langke Majok.

Para korban, kata dia, telah ditangani petugas Puskesmas Langke Majok dengan memberikan suntikan vaksin antirabies.

Menurut Bripka Emilius, setelah digigit anjing para korban mengalami deman, kecuali korban yang benama Pino.

Berdasarkan informasi yang diperoleh Bripka Emilius, jumlah korban sebenarnya sebanyak 7 orang.

Namun 2 orang korban diduga pergi mendapatkan vaksin antirabies di RS Cancar.

Untuk mengantisipasi bertambahnya korban, lanjut dia, masyarakat sekitar membunuh seekor anjing tersebut.

Petugas Puskesmas Langke Majok dan Bhabinkamtibmas telah menghubungi petugas Dinas Peternakan Kabupaten Manggarai guna memastikan apakah anjing tersebut terjangkit virus rabies atau tidak.

Penulis: Pepy Kurniawan
Editor: Ardy Abba

Manggarai Polres Manggarai
Previous ArticleFoto: Angin Kencang Meluluhlatakkan Rumah di Pau Ruteng
Next Article Tidur Sekamar, Remaja di Ruteng Digerebek Warga

Related Posts

Polres Manggarai Limpahkan Dua Tersangka Kasus Narkotika ke Kejaksaan

6 Maret 2026

Rumah Harapan untuk Regina Uner di Cibal Barat Rampung 100 Persen

6 Maret 2026

Rumah Warga di Cibal Barat Ambruk Diterpa Hujan dan Angin Kencang

5 Maret 2026
Terkini

Pentingnya Pendidikan Karakter dalam Membentuk Generasi Remaja Berintegritas

7 Maret 2026

Tuhan sebagai Gembala dan Bapa Yang Penuh Belaskasih dan Mengampuni 

7 Maret 2026

Surat Cinta untuk Mama

7 Maret 2026

Imigrasi Labuan Bajo Gelar Sosialisasi Bersama Desa Binaan di Kabupaten Manggarai, Cegah TPPO dan TPPM

7 Maret 2026

Demokrat Kritik Bawaslu NTT Soal Pelanggaran Pemilu 2024

7 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.