Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»NTT NEWS»Diduga karena Main Kembang Api, Seorang Anak di Ruteng Meninggal Dunia
NTT NEWS

Diduga karena Main Kembang Api, Seorang Anak di Ruteng Meninggal Dunia

By Redaksi24 Desember 20191 Min Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Ilustrasi kembang api
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Ruteng, Vox NTT – Seorang anak di Ruteng, Kabupaten Manggarai, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Yohanes Ruditio Saputra (12) meninggal dunia diduga karena bermain kembang api, Senin (23/12/2019).

Korban diketahui berasal dari Hombel, Kelurahan Mbaumuku, Kecamatan Langke Rembong, Kabupaten Manggarai.

Informasi yang dihimpun VoxNtt.com, sekitar pukul 20.00 Wita, korban bersama teman-temannya bermain kembang api di lapangan belakang Dinas Pendidikan Kabupaten Manggarai.

Menurut keterangan saksi Mesi (9) dan Baim (10), pada saat kembang api berbunyi korban langsung jatuh pingsan.

Melihat hal itu, teman-teman korban kemudian memanggil saudara sepupu korban atas nama Dhika (12), Sardi (16) dan Dino (10). Korban kemudian diangkat dan dibawa ke rumahnya.

Selanjutnya korban dibawa ke RSUD dr. Ben Mboi Ruteng oleh kakaknya menggunakan motor dan diikuti oleh keluarga yang lain.

Sesampainya di RSUD Ben Mboi, korban diberi tindakan medis oleh petugas kesehatan. Namun naas, nyawanya tidak tertolong.

Menurut keterangan pihak keluarga korban dan tetangga di sekitar tempat kejadian perkara (TKP), korban memiliki riwayat penyakit ayan atau Epilepsi yang diduga kambuh saat mendengar bunyi letusan kembang api.

Hingga saat ini jenazah korban masih disemayamkan di rumah duka Hombel, Kelurahan Mbaumuku, Kecamatan Langke Rembong, Kabupaten Manggarai.

Penulis: Pepy Kurniawan
Editor: Ardy Abba

Manggarai
Previous ArticleKunjungi Labuan Bajo, Ini Agenda Mensos RI
Next Article Melki Laka Lena: RSUP Bakal Dibangun di NTT

Related Posts

Gubernur NTT Minta PMKRI Tetap Jadi Mitra Kritis Pemerintah

21 Juli 2026

Bupati Matim Dorong Kongres PMKRI Hasilkan Rekomendasi untuk Manggarai Raya

20 Juli 2026

Bupati Manggarai Harap Kongres PMKRI Hasilkan Rekomendasi untuk Daerah 3T

20 Juli 2026
Terkini

100 Siswa di Golo Mori Ikut Program Generasi Sehat Peringati Hari Anak Nasional

23 Juli 2026

40 Peserta Kwarcab Pramuka Manggarai Barat Ikut Jambore Daerah NTT X dan Jambore Nasional XII 2026

23 Juli 2026

Fandis Nggarang Kritik Dugaan “Cawe-Cawe” Alumni dan Politik Uang dalam Kongres PMKRI

23 Juli 2026

Kepala SMPN Satap Munde Bantah Dugaan Pungli, Sebut Uang dari Orangtua Bersifat Sukarela

22 Juli 2026

Gubernur NTT Minta PMKRI Tetap Jadi Mitra Kritis Pemerintah

21 Juli 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.