Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Sastra»Puisi: Di Betlehem
Sastra

Puisi: Di Betlehem

By Redaksi3 Januari 20203 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Kota Betlehem (Foto: Wikipedia)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

*) Puisi-puisi Sonny Kelen

Di Betlehem

Seorang bayi lahir dalam sunyi
Mungkin yang terdengar hanya isak tangis
Yang membuat ayah dan ibunya terharu
Domba-domba dengan lugu melindungi bayi itu
Karena dinginnya langit Betlehem membuat tubuhnya gigil
Ketika jangkrik berderik bayi itu menangis mencari susu
“Nak, ini untukmu”
Kata Maria sambil membalut bayi itu dengan kain lampin
Bayi itu tertidur tenang dalam pelukan ibunya
Maria tersenyum walaupun perjalanan dari Nazaret ke Betlehem
Menguras tenaganya
“Nak, kelak Engkau akan mengenang tentang Betlehem
Ketika engkau memberi makan lima ribu orang dengan lima roti dan dua ikan
Tapi di Betlehem aku pernah memberi setetes susu dari kesederhanaanku sebagai
Hamba Tuhan yang setia”

Ledalero, 2019

Ketakutan Herodes

“Bagaimana mungkin aku bisa tidur tenang
Kalau bayi itu belum aku tahu?
Aku pun belum renta dan usiaku masih mudah
Namun semua telah berbicara soal penganti untuk menduduki taktahku?”
Kata Herodes dengan penuh ketakutan
Apa artinya bintang yang terang itu dan apa maksud
Kunjungan tiga majus dari timur itu?
Brengsek jadi mereka semua mengangapku tidak sah
Lihat bangunan rumah Tuhan itu yang dulu hancur berkeping-keping
Kini kubangun lebih megah melebihi kemegahan Salomo
Bahkan bunga bakung yang tumbuh di mana-mana dan di pelihara Tuhan Sendiri
Apakah ini merupakan tanda dari Tuhan karena aku telah membunuh
Orang-orangku sendiri karena mereka tidak menyetujuiku sebagai raja mereka
Ataukah karena dalam pemerintahanku aku lebih suka memerintah
Dengan tangan kotor ketimbang memperhatikan apa yang dinamakan keadilan
Dan kejujuran yang ditulis dalam Kitab Hukum Taurat itu
Tidak! Tidak! Aku tidak mungkin di tumbangkan oleh bayi itu
Herodes berteriak sambil menutup mukanya
Sebelum dia mati di bunuh oleh para Malaikat

Ledalero, 2019

Selamat Natal Ibu

Bu, selamat Natal
Semoga damaimu di berkati hujan
Jangan kawatirkan aku
Aku di sini baik-baik saja
Oh iya, Bu
Aku barusan mendengar kabar bahwa aku di terima
Untuk melanjutkan cita-citaku di tempat yang aku cerita dulu
Aku tidak sabar lagi untuk pergi ke sana sebab setiap malam
Aku di hantui sebuah ketakutan
Yang pada akhirnya menjadi alasan mengapa aku tidak
Akan pergi ke tempat itu
Namun aku percaya ibu selalu mendoakan yang terbaik buat aku
Yang sedang berjuang untuk bertemu dengan Dia yang
Menjadi alasanku berjuang
Aku baru sadar, Bu
Bahwa berjuang untuk cita-cita
Tidaklah mudah seperti yang aku bayangkan
Titip salam buat bapak
Jangan terlalu sibuk menebak nasib lewat ampas kopi
Di pantat gelas dan jangan terlalu sering minum kopi
Nanti kecanduan seperti aku. Lebih dari itu awas nanti bapak sakit
Hanya kerena suka minum kopi
Sekali lagi selamat pesta Natal, Bu
Semoga damaimu di berkati hujan

Ledalero, 2019

*Penulis sekarang tinggal di Unit Gabriel Ledalero

Sonny Kelen
Previous ArticlePuisi: Hadiah Pesta Akhir Tahun
Next Article Cerpen: Lelaki Penjaga Konter

Related Posts

Surat Cinta untuk Mama

7 Maret 2026

Cerpen: Mata Tua di Tubuh Bayi Bole Wote

6 Maret 2026

Pendoa Bermata Biru

23 Februari 2026
Terkini

Satgas Pangan Sidak Pasar, Pastikan Stok Aman dan Harga Stabil di Labuan Bajo Jelang Idul Fitri

7 Maret 2026

Ketua PSSI Manggarai Barat Buka O2SN Gugus 04 Namo di Lembor Selatan

7 Maret 2026

Kisah Nangadhero, Desa Pesisir di Nagekeo Tempat Petani dan Nelayan Menjaga Harmoni

7 Maret 2026

Pentingnya Pendidikan Karakter dalam Membentuk Generasi Remaja Berintegritas

7 Maret 2026

Tuhan sebagai Gembala dan Bapa Yang Penuh Belaskasih dan Mengampuni 

7 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.