Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»VOX POPULI»VOX GURU»Harapan Rehimina, Guru SD di Nagekeo untuk Menteri Nadiem
VOX GURU

Harapan Rehimina, Guru SD di Nagekeo untuk Menteri Nadiem

By Redaksi5 Januari 20202 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Rehimina Pijer (44), guru SDI Ratedosa, Kabupaten Nagekeo.
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Mbay, Vox NTT-Nadiem Makarim dipilih Presiden Jokowi untuk menjadi Menteri Pendidikan dan Kebudayaan dan diumumkan di Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (23/10/2019) lalu.

Kala itu, menurut Presiden Jokowi, Nadiem dipilih sebagai Menteri Pendidikan dan Kebudayaan agar dapat melakukan terobosan-terobosan dalam mengelola pendidikan di Indonesia. Termasuk dalam hal manajerial ratusan ribu sekolah dan sekitar 50 juta pelajar yang tersebar di seluruh Indonesia.

Dari Kabupaten Nagekeo, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) harapan akan perubahan nasib para guru honorer juga ikut disampaikan kepada Menteri Nadiem.

Rehimina Pijer (44) salah satunya. Ia mengaku telah mengabdi sudah 16 tahun sebagai guru mata pelajaran Matematika di SDI Ratedosa, Kabupaten Nagekeo.

Awalnya, Rehimina menyebut menjadi guru adalah panggilan kemanusiaan. Selama mengabdi, Rehimina sadar, bahwa tugas yang dia emban merupakan tugas mulia dalam mengamalkan amanat Undang-undang, terutama turut terlibat mencerdaskan kehidupan bangsa.

Namun Rehimina tak bisa menampik bahwa gaji yang diterimanya tak cukup untuk memenuhi kebutuhan hidup.

Selama itu, dia mengaku menyandarkan seluruh kebutuhan hidup dengan gajinya sebagai guru, sebesar Rp 900 ribu dari Komite Sekolah.

Bahkan, hingga kini Rehimina dan keluarganya belum memiliki rumah pribadi. Mereka masih bertahan di rumah sederhana milik SDI Ratedosa.

Ia berharap kepada Menteri Nadiem agar dapat memperhatikan nasib para guru tua, semisal dengan mengangkat mereka sebagai PNS.

Penulis: Patrick Romeo Djawa
Editor: Ardy Abba

Nagekeo
Previous ArticleRintihan Para Guru dari Provinsi Miskin
Next Article Hujan Lebat, TPT di Rahong Utara Ambruk

Related Posts

51 Relawan Dapur SPPG Wolowae Ikuti Pelatihan Penjamahan Makanan, Cegah Keracunan MBG

7 Maret 2026

Kisah Nangadhero, Desa Pesisir di Nagekeo Tempat Petani dan Nelayan Menjaga Harmoni

7 Maret 2026

RSUD Aeramo Luncurkan Inovasi Layanan “Bahagia Kita”

4 Maret 2026
Terkini

Pelantikan Sekda Ngada Tanpa Persetujuan Gubernur Dinilai Bermasalah

7 Maret 2026

Mari Minum dan Membasuh Diri dari Sumber Air Hidup Kekal

7 Maret 2026

51 Relawan Dapur SPPG Wolowae Ikuti Pelatihan Penjamahan Makanan, Cegah Keracunan MBG

7 Maret 2026

Pemda Manggarai Minta Penghuni Kosongkan Stan Penjual Tuak di Pasar Reo

7 Maret 2026

Satgas Pangan Sidak Pasar, Pastikan Stok Aman dan Harga Stabil di Labuan Bajo Jelang Idul Fitri

7 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.