Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Regional NTT»Pariwisata Super-Premium, Warga Warloka Khawatir Menjadi Budak di Tanah Sendiri
Regional NTT

Pariwisata Super-Premium, Warga Warloka Khawatir Menjadi Budak di Tanah Sendiri

By Redaksi9 Februari 20202 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Anggota DPR RI, Benny K Harman saat pose bersama warga Kampung Kenari, Desa Warloka, Kecamatan Komodo, Kabupaten Mabar usai reses, Minggu (09/02/2020) (Foto: Ardy Abba/Vox NTT)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Labuan Bajo, Vox NTT- Wacana Labuan Bajo menjadi tempat destinasi wisata super-premium ternyata sudah sampai di telinga Edi Rahmad Wijaya.

Edi adalah warga Kenari, Desa Warloka, Kecamatan Komodo, Kabupaten Manggarai Barat (Mabar).

Ia mengatakan wacana Labuan Bajo menjadi kota destinasi wisata super-premium akhir-akhir ini ramai dibicarakan. Sayangnya, kata dia, hingga kini tidak ada sosialisasi untuk masyarakat Desa Warloka.

Padahal selain dekat dengan Kota Labuan Bajo, kata Edi, Desa Warloka juga merupakan bagian dari daerah Kota Ekonomi Khusus (KEK).

“Super-premium yang akhir-akhir ini dibicarakan tidak ada sosialisasi untuk kami. Kami takut apa yang disampailan oleh Presiden tidak sampai ke akar rumput,” ungkapnya saat kegiatan sosilisasi empat pilar kehidupan berbangsa dan bernegara dari Anggota DPR RI Benny K Harman di Kantor Desa Warloka, Minggu (09/02/2020).

Edi mengatakan, sebagai anak muda dirinya juga khawatir pembangunan yang luar biasa di balik pariwisata super-premium tidak menjalar hingga ke akar rumput.

Bahkan, ia sangat khawatir di balik pembangunan pariwisata super-premium bakal membuat warga setempat menjadi budak di tanah sendiri.

“Kami takut, di akar rumput pembangunan yang terjadi luar biasa. Kami takut hanya menjadi budak di tanah sendiri,” tandas Edi.

Dia menambahkan, kawasan-kawasan strategis wilayah selatan sudah dikuasai investor. Warga setempat masih senang untuk menjual tanahnya.

“Kami takut kami hanya menjadi penonton,” tutupnya.

Menanggapi hal itu, Ketua Fraksi Demokrat MPR RI Benny K Harman mengingatkan masyarakat Warloka agar tidak menjual tanahnya.

Baca Juga: BKH Ingatkan Bahaya Formalisme Pancasila

“Jangan sampai kita hanya merasa senang sesaat karena bahagia jual tanah,” ungkap BKH.

Ia mengatakan masyarakat harus siap dengan Labuan Bajo menjadi daerah destinasi wisata super-premium.

Kesiapan itu kata BKH, dengan cara membaca peluang apa saja yang dibutuhkan wisatawan ke depan.

“Jangan sampai kita menjadi korban dan jangan sampai hanya jadi penonton. Mulai sekarang kita lihat apa yang dibutuhkan wisatawan salah satu contohnya untuk jus. Karena itu, coba kita menanam buah. Ini semua untuk menyiapkan pasokan buah untuk ribuan wisatawan yang datang nantinya,” ungkap Anggota DPR RI dari Dapil NTT 1 itu.

Penulis: Sello Jome
Editor: Ardy Abba

Benny K Harman BKH Labuan Bajo Mabar Manggarai Barat
Previous ArticlePembangunan Tak Berkualitas, DPRD: Konsultan Pengawas Tidak Bekerja dengan Baik
Next Article Bekuk Pelaku Bom Ikan di Ende, Polisi Temukan 4 Detonator

Related Posts

Menteri Transmigrasi RI Serahkan Bantuan Sembako untuk Masyarakat Translok di Manggarai Barat

4 Juni 2026

Pemkab Manggarai Barat Usulkan Satgas Perizinan untuk Perkuat Pengawasan Usaha

4 Juni 2026

Menteri Transmigrasi RI Tinjau Pembangunan Sanitasi dan Lokasi HPL di Manggarai Barat

4 Juni 2026
Terkini

Jejak Skandal AKP Serfolus Tegu: Istri Simpanan, Dugaan Kekerasan hingga Laporan ke Propam

5 Juni 2026

Menteri Transmigrasi RI Serahkan Bantuan Sembako untuk Masyarakat Translok di Manggarai Barat

4 Juni 2026

Alarm dari Kupang: Reformasi Radikal Pengendalian PAD

4 Juni 2026

Pemkab Manggarai Barat Usulkan Satgas Perizinan untuk Perkuat Pengawasan Usaha

4 Juni 2026

Menteri Transmigrasi RI Tinjau Pembangunan Sanitasi dan Lokasi HPL di Manggarai Barat

4 Juni 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.