Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»NTT NEWS»Restu Hapsari, Staf Teknis Kemensos Monev di Ende
NTT NEWS

Restu Hapsari, Staf Teknis Kemensos Monev di Ende

By Redaksi20 Februari 20202 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Staf Teknis Kementerian Sosial RI Hestu Hapsari (tengah) saat kunjung kerja di Dinas Sosial Kabupaten Ende, NTT (Foto: Ian Bala/VoxNTT)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Ende, Vox NTT-Staf Teknis Kementerian Sosial RI Hestu Hapsari melakukan kunjungan kerja di Kabupaten Ende, Flores, NTT, Rabu (19/02/2020).

Kunjungan Restu dalam rangka melakukan monitoring dan evaluasi (Monev) kinerja petugas teknis pada Dinas Sosial Kabupaten Ende.

“Ini adalah salah satu yang ditugaskan Menteri kepada kami untuk cek langsung ke lapangan,” tutur Restu di Kantor Dinas Sosial Ende, Rabu malam.

Dalam kunjungan tersebut, Restu banyak mendapatkan informasi dari petugas lapangan terkait kendala-kendala yang dihadapi.

Misalnya, validitas data keluarga miskin yang belum diakomodir dari pemerintahan tingkat desa.

Selain itu, kurangnya dana dari Kemensos dalam rangka mendukung program-program karang taruna yang saat ini belum maksimal.

Restu berjanji bahwa kendala yang dihadapi oleh masing-masing program akan disampaikan secara langsung ke Menteri Sosial Juliari P. Batubara.

Kabid Pemberdayaan Sosial Kabupaten Ende, Dikson Amtiran sebelumnya juga membeberkan sejumlah panti yang kini membutuhkan sentuhan langsung dari pemerintah pusat.

Disebutkan, ada 11 panti yang tersebar di Kabupaten Ende yakni satu panti jompo di Jopu Kecamatan Wolowaru, dua panti cacat dan delapan panti anak.

Diskos mengatakan panti-panti tersebut mayoritas dikelola oleh pihak swasta. Namun begitu, perlu diintervensi oleh pemerintah sebagaimana bagian dari tanggung jawab negara.

Hal serupa juga ditegaskan Kepala Dinas Sosial Ende, Marmi Kusuma dalam rapat terbatas bersama Staf Teknis Kemensos RI.

Marmi berharap dengan kunjungan Kemensos dapat mengubah predikat daerah tertinggal di NTT.

“Dengan kunjungan ini, semoga kami keluar daerah tertinggal. Maka kami juga berharap ada dukungan yang baik dari Kementerian Sosial terutama terhadap program-program sosial,” tutur Marmi.

Penulis: Ian Bala
Editor: Ardy Abba

Ende
Previous ArticleSoal Jalan Rusak, Boni Hargens Minta Bupati Matim Responsif
Next Article Ratusan Pohon Jati Ditebang, Kades Sisi dan Kepala SDK Naekasak Malaka Dipolisikan Warga

Related Posts

Nama Wakil Ketua DPRD NTT Dicatut dalam Dugaan Penipuan Lowongan Kerja, Ratusan Orang Mengaku Jadi Korban

6 Maret 2026

Gubernur NTT Buka Diskusi Nasib 9.000 PPPK di Ruang Publik

5 Maret 2026

Pemprov NTT Harus Lobi Pemerintah Pusat soal Nasib 9.000 PPPK

5 Maret 2026
Terkini

Mari Minum dan Membasuh Diri dari Sumber Air Hidup Kekal

7 Maret 2026

51 Relawan Dapur SPPG Wolowae Ikuti Pelatihan Penjamahan Makanan, Cegah Keracunan MBG

7 Maret 2026

Pemda Manggarai Minta Penghuni Kosongkan Stan Penjual Tuak di Pasar Reo

7 Maret 2026

Satgas Pangan Sidak Pasar, Pastikan Stok Aman dan Harga Stabil di Labuan Bajo Jelang Idul Fitri

7 Maret 2026

Ketua PSSI Manggarai Barat Buka O2SN Gugus 04 Namo di Lembor Selatan

7 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.