Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Regional NTT»Satu Tahun Pimpin Matim, Pengamat: Aset seperti Jalan di Tempat
Regional NTT

Satu Tahun Pimpin Matim, Pengamat: Aset seperti Jalan di Tempat

By Redaksi23 Februari 20202 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Lasarus Jehamat, pengamat sosial politik Undana Kupang
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Borong, Vox NTT-Kepemerintahan Agas Andreas-Jaghur Stefanus (Paket Aset) di Kabupaten Manggarai Timur (Matim) kini genap berusia satu tahun.

Keduanya secara resmi dilantik menjadi Bupati dan Wakil Bupati Matim di Kupang pada 14 Februari 2019 lalu.

Kendati demikian keduanya pernah mendapat keranda mayat bertuliskan “RIP Pemkab Matim hidup rakyat” pada Kamis, 21 November 2019 lalu.

Peti mati itu diberikan oleh massa aksi yang tergabung dalam Front Rakyat Matim Bergerak.

Terkait penilaian selama satu tahun kepemimpinan Paket Aset, pengamat sosial politik Universitas Nusa Cendana (Undana) Kupang Lasarus Jehamat turut menyampaikan pandangannya.

Ia mengatakan perlu dicek, apa yang sudah Paket Aset dilakukan setahun terakhir.

“Saya tidak tahu persis, tapi dari berbagai bacaan saya, Aset seperti jalan di tempat,” ujar dosen Sosiologi itu kepada VoxNtt.com, Kamis (20/02/2020).

Lasarus pun mempertanyakan Paket Aset hanya bergerak mengubah nama desa, tanpa menyelesaikan persoalan substantif di Matim.

Di situlah, kata Lasarus, peran DPRD menjadi penting. Kalau ikut manut yang disampaikan Bupati, bisa-bisa pembangunan Matim nanti akan tersendat.

“Saya tahu baik Ketua DPRD Matim. Dia tidak ada urusan satu partai dengan Bupati. Yang pasti, dia akan marah kalau Bupati tidak mampu melaksanakan tugas,” ujar pria berdarah Matim itu.

Oleh karena itu kata dia, evaluasi kerja dan kinerja pemerintahan penting dilakukan DPRD Matim.

Ditantang Budaya Kapu Manuk

Melalui keterangan tertulisnya pada Jumat, 18 Januari 2019 lalu, Lasarus pernah menilai roda pemerintahan Agas Andreas dan Jaghur Stefanus di Kabupaten Matim akan ditantang oleh budaya “kapu manuk”.

Kapu Manuk adalah salah satu budaya Manggarai, yakni menggunakan ayam sebagai simbol adatnya.

Dalam konteks kepemimpinan ini, kapu manuk dapat diterjemahkan meminta sesuatu secara adat Manggarai.

Dikatakannya budaya kapu manuk sebenarnya baik jika ditempatkan pada porsinya.

“Soal besar di Matim itu, pegawai rekrut karena tradisi kapu manuk itu,” ungkapnya.

“Masyarakat membawa ayam ke pejabat berwenang dan karena itu anaknya diterima bekerja di kantornya atau kantor yang lain,” tambah Lasarus.

Ia juga menilai, efek politik balas jasa menjadi tameng dalam perekrutan pegawai di lingkup Pemerintahan Matim.

“Nah, masyarakat tidak mungkin datang membawa tuak dan ayam kalau sebelumnya mereka tidak mendukung paket tertentu di sana,” katanya.

Penulis: Sandy Hayon
Editor: Ardy Abba

Agas Andreas Lasarus Jehamat Manggarai Timur Matim Stef Jaghur
Previous ArticleKisah Perjuangan Orang Oematnunu Membongkar Penyelewengan Dana Desa (Part 2)
Next Article 39 Finalis Putri Indonesia akan Jalani Masa Pra Karantina di Labuan Bajo

Related Posts

Rumah Harapan untuk Regina Uner di Cibal Barat Rampung 100 Persen

6 Maret 2026

Perjuangan Mama Martina, Banting Tulang untuk Hidupi Keluarga sembari Rawat Suami Stroke

5 Maret 2026

KPB Program TEKAD Ponggeok Manggarai Kembangkan Penyulingan Minyak Cengkih

4 Maret 2026
Terkini

Pentingnya Pendidikan Karakter dalam Membentuk Generasi Remaja Berintegritas

7 Maret 2026

Tuhan sebagai Gembala dan Bapa Yang Penuh Belaskasih dan Mengampuni 

7 Maret 2026

Surat Cinta untuk Mama

7 Maret 2026

Imigrasi Labuan Bajo Gelar Sosialisasi Bersama Desa Binaan di Kabupaten Manggarai, Cegah TPPO dan TPPM

7 Maret 2026

Demokrat Kritik Bawaslu NTT Soal Pelanggaran Pemilu 2024

7 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.