Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»KESEHATAN»Media Massa Punya Peran Strategis dalam Penanganan Covid-19
KESEHATAN

Media Massa Punya Peran Strategis dalam Penanganan Covid-19

By Redaksi6 April 20202 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Pengamat Politik Universitas Muhammadiyah Kupang, Ahmad Atang (Foto: Dok. Pribadi)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Kupang, Vox NTT – Pengamat politik Universitas Muhammadiyah Kupang Ahmad Atang mengatakan, media massa memiliki peran strategis dalam menyampaikan informasi terkait penanganan virus corona atau Covid-19.

Menurut Ahmad, media massa dapat menciptakan suasana aman. Dia juga bisa membuat publik panik dan resah melalui isi berita yang disajikan.

Sepanjang kasus covid-19 merebak, ujar dia, semua media massa, baik cetak, elektronik maupun media online ramai memberitakan dengan versi dan sumber yang berbeda.

“Baik informasi yang valid maupun yang hoaks, sehingga publik menjadi resah dan tenang sangat dipengaruhi oleh bentukan media,” pungkas Ahmad kata Ahmad Atang saat dihubungi VoxNtt.com melalui pesan WhatsApp, Senin (06/04/2020).

Karena itu lanjut Ahmad, pemerintah perlu ada kebijakan agar media lebih arif dalam pemberitaan terkait Covid-19.

Menurut dia, selama ini pemerintah hanya sebatas mengimbau kepada masyarakat agar tidak mudah terpengaruh oleh pemberitaan media massa. Begitu juga media massa diharapkan menyajikan berita yang tidak provokatif.

Hal ini menunjukan bahwa negara tidak akan campur tangan terhadap kerja media massa. Sebab media massa memiliki kode etik tersendiri.

“Oleh karena itu, menurut saya, tidak perlu ada kebijakan khusus yang mengatur insan pers dalam membuat berita terkait covid-19,” ujar Ahmad.

Kata dia, wartawan sebagai insan pers memiliki kepekaan sosial dan politik, sehingga dalam membuat berita selalu dibingkai oleh nilai-nilai etik yang dimiliki.

“Di sini wartawan memiliki kesadaran moral untuk membantu pemerintah dalam membangun optimisme publik dalam menghadapi ancaman Covid-19,” ujarnya.

Ia menegaskan, media massa yang dipercaya akan menjadi preferensi publik. Jika tidak, maka dia akan ditinggal pembaca.

Penulis: Tarsi Salmon
Editor: Ardy Abba

Kota Kupang Universitas Muhammadiyah Kupang Virus Corona
Previous ArticleWarga Kampung Ledang Gelar Ritual Adat Tolak Virus Corona
Next Article Kabar Gembira! RSUD Kupang Siap Periksa Sampel Darah Pasien Covid-19

Related Posts

Rumah Harapan untuk Regina Uner di Cibal Barat Rampung 100 Persen

6 Maret 2026

Perjuangan Mama Martina, Banting Tulang untuk Hidupi Keluarga sembari Rawat Suami Stroke

5 Maret 2026

RSUD Aeramo Luncurkan Inovasi Layanan “Bahagia Kita”

4 Maret 2026
Terkini

Cerpen: Mata Tua di Tubuh Bayi Bole Wote

6 Maret 2026

Tanah Ulayat, Identitas, dan Derita Sosial

6 Maret 2026

Desa Golo Riwu Tetapkan APBDes Tahun Anggaran 2026, KMP dan MBG Jadi Fokus Utama

6 Maret 2026

Rote Ndao Siap Jadi Tuan Rumah Selancar Ombak PON 2028

6 Maret 2026

Polres Manggarai Limpahkan Dua Tersangka Kasus Narkotika ke Kejaksaan

6 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.