Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Gagasan»Renungan Kamis Putih: Desiderio Desideravi Hoc, Aku Sangat Rindu!
Gagasan

Renungan Kamis Putih: Desiderio Desideravi Hoc, Aku Sangat Rindu!

By Redaksi9 April 20204 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
RD. Maxi Un Bria
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Oleh: RD. Maxi Un Bria, Pr

1Kor. 11:23-26;Yoh. 13:1-15

( Refleksi kecil dari Setia Budi, Jakarta, Kamis,  9 April 2020)

Perjamuan Terakhir adalah perjamuan kerinduan. Perjamuan yang dirindukan Yesus sebelum menjalani penderitaan.  “ Aku sangat rindu makan Paskah ini bersama-sama dengan kamu, sebelum Aku menderita “ ( Luk 22 :15 ). Yesus sadar bahwa inilah perjamuan terakhir penuh makna  yang akan dikenang selamanya. Perjamuan sterakhir diawali dengan ucapan syukur dan berkat.

“Inilah tubuh-KU yang diserahkan bagi kamu; perbuatlah ini menjadi peringatan akan Aku “. Demikian juga saat mengambil cawan Yesus berkata “ Cawan ini adalah perjanjian baru oleh darah-Ku, yang ditumpahkan bagi kamu”. ( Luk 22:19-20 ).

Kata- kata dan tindakan Yesus pada Perayaan Perjamuan Akhir, menghadirkan makna yang sangat mendalam bagi segenap  Umat Katolik di seluruh dunia.  Karena pada momentum perjamuan terakhir itulah, Yesus mengucapkan kata-kata konstitutif dan tindakan-tindakan simbolis untuk menghadirkan Sakramen Ekaristi Kudus dan Sakramen Imamat,  yang selanjutnya dirayakan untuk mengenang  Sengsara, wafat dan Kebangkitan Kristus serentak sebagai momentum berahmat untuk mempersatukan umat Allah, sebagai Gereja.

Yesus sebagai Imam Agung merayakan Perjamuan Terakhir bersama para murid, yang kelak dirayakan  terus-menerus  untuk mengenang Kritus dan sebagai ungkapan pernyataan iman dan kesetiaan para murid dalam melaksakan amanat-Nya; “  Perbuatlah ini menjadi peringatan akan AkU “ Hoc facite in meam commemorationem ; ( Lukas 22:19)

Sementara Injil Yohanes 13 : 1-15, mengutamakan narasi dramatisasi Yesus membasuh kaki murid-murid-Nya sebagai teladan  kerendahan hati dan ketulusan dalam memberikan pelayanan tanpa pamrih. Teladan ini menjadi  spirit dan nilai pesan yang hendaknya  dijalani para murid  dan semua orang yang percaya kepada-Nya.

Aku sangat rindu makan Paskah !  Ungkapan Yesus ini sepertinya  mengena dengan situasi kita hari-hari  ini. Perayaan Kamis Putih yang dirayakan dari rumah dan komunitas  masing-masing, sebagai dampak dari pandemi covid 19 , melahirkan perasaan haru dan kerinduan yang mendalam. “ Aku sangat rindu merayakan Ekaristi Kudus di Gereja . Aku sangat rindu merayakan persekutuan iman umat beriman.  Aku sangat rindu menerima Tubuh dan Darah Kristus “ ! Demikainlah representasi ungkapan hati yang dapat dirasakan saat ini.

Sebagai orang beriman, kita percaya bahwa Kerinduan hati kita  didengarkan dan diketahui  Tuhan.  Kami para imam pun rindu merayakan Perayaan Kamis Putih bersama segenap umat Katolik. Ketika membacakan teks  Perjamuan Terakhir menurut Penginjil Lukas, sejenak  kutertunduk dalam diam.  Sebab inilah pengalaman pertamaku bagaimana merayakan Ekaristi Perayaan Kamis Putih seorang diri.  Jiwaku pun berseru “ Tuhan aku rindu makan Paskah. Aku rindu merayakan Paskah bersama umat.  Aku sangat rindu  Tuhan !”. Semoga kondisi pandemic Covid-19 segera berlalu.

Perayaan Kamis Putih  9 April 2020 dengan cara yang sedikit berbeda tetap bermakna dan menginspirasi kita untuk mengenang  Pristiwa Penting Yesus membagi-bagikan roti sebagai tanda Ia  memberikan diri dan kasih-Nya yang agung   bagi para murid dan segenap umat-Nya.

Pengalaman merayakan Kamis Putih di  rumah dan komunitas masing-masing mudah-mudahan meningkatkan kerinduan kita yang mendalam terhadap perjumpaan dengan Yesus secara bathiniah.

Marilah bersatu dalam doa untuk saling meneguhkan satu dengan yang lain. Sebagaimana Yesus sangat  rindu makan Paskah bersama para murid, demikian juga hati kita rindu merayakan Kenangan Perjamuan akhir dalam perayaan Ekaristi Kudus.  Tuhan memahami semua pergumulan dan kerinduan kita saat-saat ini. Tetaplah berdoa dan bermenung. Save stay at home. Badai Pandemi Covid-19 pasti segera berlalu.

Tuhan menolong dan melindungi diri kita, keluarga dan para sahabat kenalan. Tuhan memberikan istrahat yang damai dan bahagia abadi bagi semua orang yang telah meninggal karena wabah virus ini. Doa kita, bagi pemerintah, gereja, para dokter, perawat, aparat keamanan dan semua pihak yang terlibat dalam pelayanan kasih kemanusiaan. Semoga Tuhan melindungi mereka senatiasa.

Desiderio Desideravi  Hoc  Domini ! : Aku sangat rindu Tuhan !  Selamat merayakan Pesta Imamat pagi para imam. Selamat merayakan Perayaan Kamis Putih bagi segenap umat Katolik, semoga hati kita seputih hati Tuhan tetap bersih dan teguh memandang wajah Bapa yang Maha Rahim. Besar Kasih setia-Nya . Berharaplah kepada-Nya.  Salve.

Previous ArticleSatu Warga Positif Covid-19, Pemprov NTT Masih Berkoordinasi dengan Pemerintah Pusat
Next Article Bawaslu Manggarai Beri Darah Gratis Rayakan HUT ke-12

Related Posts

Pentingnya Pendidikan Karakter dalam Membentuk Generasi Remaja Berintegritas

7 Maret 2026

Tuhan sebagai Gembala dan Bapa Yang Penuh Belaskasih dan Mengampuni 

7 Maret 2026

Tanah Ulayat, Identitas, dan Derita Sosial

6 Maret 2026
Terkini

Satgas Pangan Sidak Pasar, Pastikan Stok Aman dan Harga Stabil di Labuan Bajo Jelang Idul Fitri

7 Maret 2026

Ketua PSSI Manggarai Barat Buka O2SN Gugus 04 Namo di Lembor Selatan

7 Maret 2026

Kisah Nangadhero, Desa Pesisir di Nagekeo Tempat Petani dan Nelayan Menjaga Harmoni

7 Maret 2026

Pentingnya Pendidikan Karakter dalam Membentuk Generasi Remaja Berintegritas

7 Maret 2026

Tuhan sebagai Gembala dan Bapa Yang Penuh Belaskasih dan Mengampuni 

7 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.