Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»KESEHATAN»Begini Kondisi Terakhir Kesehatan Pasien Positif Corona di NTT
KESEHATAN

Begini Kondisi Terakhir Kesehatan Pasien Positif Corona di NTT

By Redaksi14 April 20203 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Kepala Biro dan Protokol setda Provinsi NTT, Marius Ardu Jelamu didampingi Kasubag Pers dan Pengelolaan Pendapat Umum Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi NTT, Valeri Guru, dan juru bahasa isyarat, Ike Mauboy dari Komunitas Tuli Kupang (KTK). saat memberikan keterangan pers di kantor gubernur NTT, Senin, 13 April 2020. (Foto: Dok. Humas Provinsi NTT).
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

https://www.youtube.com/watch?v=tK7gLvN9nPw&feature=youtu.be

Kupang, Vox NTT – Juru Bicara Percepatan Penanganan Virus Corona atau Covid-19 Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) Marius Ardu Jelamu mengatakan, kondisi terakhir kesehatan dari pasien yang positif virus corona, El Asamau agak stabil.

“Kondisi terakhir pasien agak stabil, membaik sekali. Kita harapkan dia tetap sembuh, daya tahan kuat,” kata Marius kepada wartawan di Kantor Gubernur NTT, Senin (13/04/2020) kemarin.

Menurut Marius, virus corona ini kalau tidak ada penyakit bawaan, apalagi kalau daya tahan tubuh kuat, tentu saja sangat membantu.

Tetapi sebaliknya, kalau daya tahan tubuh lemah apalagi usia tua di atas 70-an tahun dan ada penyakit-penyakit penyerta, maka tentu saja sangat mudah tekena.

Pemerintah kata dia, sedang melakukan penelusuran terhadap 60 orang yang pernah berinteraksi langsung dengan pasien virus corona tersebut.

“Kita sedang melakukan penelusuran lebih lanjut dari rekaman kita, rekam jejak perjalanannya, kurang lebih dia sudah bertemu dengan 50-60 orang,” pungkasnya.

Ia menambahkan, Pemerintah Kota Kupang juga sudah menelusuri sejumlah 14 orang. Ada 1 orang lagi di Kota Alor yang sudah dikontak Pemkab Alor supaya bisa diikuti.

“Dan masih ada puluhan. Nah, kita harapkan orang-orang yang pernah kontak dengan pasien ini, secara jujur melapor diri kepada Pemkab, atau juga lapor ke puskesmas, ke rumah sakit bahwa pernah bertemu dengan dia, bahkan bersama, pernah naik mobil bersama dan sebagainya,” harap Marius.

Ia juga berharap bantuan dari keluarga pasien yang tertular virus itu untuk bisa memberikan informasi yang seluas-luasnya kepada gugus tugas Covid -19.

Itu baik di provinsi, maupun Kota Kupang ataupun di mana mereka tinggal agar tidak menyembunyikan diri.

Ia meminta kepada orang yang pernah kontak dengan pasien positif virus corona itu agar tidak perlu malu.

Justru kalau jujur, sambung Marius, sudah sangat membantu supaya tidak menyebar ke orang lain.

“Kalau misalnya ada di dalam dia, tidak menyebar kepada orangtua, saudara-saudari kandungmu, dan juga kepada kita semua,” imbuhnya.

Marius juga berharap agar usaha penelusuran rekam jejak pasien bisa berhasil.

“Rekam jejaknya sedang ditelusuri mulai dari pesawat, kita sudah ada nama-nama penumpang dan ia duduk di kursi 8D, kita perlu telusuri yang 8c, 8a lalu yang 7a, b, c bahkan seluruh penumpang,” tandas Marius.

Terkait pasien positif virus corona yang sering muncul di media sosial, Marius menegaskan, pihaknya sudah berkoordinasi dengan RSUD W. J Johannes Kupang untuk segera mendisiplinkannya.

“Tetapikan unsur positifnya kan dia memberitahukan kepada kita bahwa dia dalam keadaan sehat karena memang tidak ada aturan juga bahwa dilarang memakai HP,” katanya.

Kalau pasien sangat lemah, lanjut dia, maka pastinya tidak menggunakan HP. Namun karena dia dalam keadaan sehat, makanya bisa menggunakan HP.

“Dan kita bisa mendapat hal-hal positif dari dia berbagi dan kita harapkan si pasien itu ngomong apa adanya, memberikan kekuatan kepada masyarakat dan banyak kok yang sembuh. kita lihat dari berbagai negara,” imbuh Marius.

Marius berharap agar seluruh masyarakat Nusa Tenggara Timur untuk selalu menggunakan masker.

“Pertama ketika berada di ruang publik, bahkan di rumah sekalipun saat kita misalnya pilek, yah, sebaiknya kita memakai masker di dalam rumah supaya tidak menularkan itu kepada saudara-saudara yang ada di dalam rumah, walaupun bukan Covid-19, tapi kita membiasakan diri untuk memakai masker, ” tutup Mantan Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi NTT itu.

Penulis: Tarsi Salmon
Editor: Ardy Abba

Kota Kupang Pemprov NTT Virus Corona
Previous ArticleBupati Malaka: Kalau Keluar Rumah Wajib Pakai Masker
Next Article Video: 6 Langkah Mencuci Tangan yang Benar Menurut WHO

Related Posts

Pemprov NTT Harus Lobi Pemerintah Pusat soal Nasib 9.000 PPPK

5 Maret 2026

DPRD NTT Minta 9.000 PPPK Guru dan Nakes Tak Diberhentikan

5 Maret 2026

RSUD Aeramo Luncurkan Inovasi Layanan “Bahagia Kita”

4 Maret 2026
Terkini

Pentingnya Pendidikan Karakter dalam Membentuk Generasi Remaja Berintegritas

7 Maret 2026

Tuhan sebagai Gembala dan Bapa Yang Penuh Belaskasih dan Mengampuni 

7 Maret 2026

Surat Cinta untuk Mama

7 Maret 2026

Imigrasi Labuan Bajo Gelar Sosialisasi Bersama Desa Binaan di Kabupaten Manggarai, Cegah TPPO dan TPPM

7 Maret 2026

Demokrat Kritik Bawaslu NTT Soal Pelanggaran Pemilu 2024

7 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.