Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»HEADLINE»Proyek Jalan Ini Bawa Masalah bagi Warga Roa Ende
HEADLINE

Proyek Jalan Ini Bawa Masalah bagi Warga Roa Ende

By Redaksi7 Februari 20172 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Tampak warga desa Roa sedang menggali pipa air minum yang patah dibawa longsor
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Ende, VoxNtt.com-Proyek Pelebaran Jalan Trans Ende – Maumere membawa masalah bagi masyarakat Desa Roa.

Pasalnya, setelah dilakukan pelebaran jalan di KM 21 jalur Ende-Maumere pada bulan April 2016 lalu, sering terjadi longsor yang menyebabkan kerusakan pada perpipaan air minum warga Desa Roa, Kecamatan Detusoko, Kabupaten Ende.

Kepada media VoxNtt.com, Senin (06/02/2017) Apolinarius Kapo, salah seorang warga yang dijumpai di lokasi menyampaikan keluhan akan masalah kerusakan perpipaan yang menyebabkan masyarakat kesulitan suplay air baku bagi kebutuhan sehari-hari.

“Kami masyarakat sangat senang ketika ada pembangunan di wilayah kami. Tetapi, pembangunan seperti pelebaran jalan jangan sampai menimbulkan masalah baru. Gara-gara pelebaran (pelebaran jalan-red), kami daerah di sini sering longsor dan pipa-pipa jadinya patah”keluh Apolinarius.

Pantauan VoxNtt.com, wilayah Desa Roa tepatnya di KM 21 sering terjadi longsor pasca pelebaran jalan.

Hal ini dikarenakan tebing bukit yang merupakan jalur perpipaan menuju pemukiman warga tidak dipasang penahan tanah untuk mencegah terjadinya longsor.

Kepala Desa Roa, Lukas Mane membenarkan bahwa sering kali terjadi longsor di wilayah KM 21 jalur Trans Ende-Maumere.

Hal ini menyebabkan material longsor yang menutup badan jalan. Selain itu, kondisi tanah bukit yang basah membahayakan pengguna jalan.

Kadang material dari atas bukit jauh secara tiba-tiba saat kendaraan melintasi wilayah tersebut.

“Sudah lama masyarakat Desa Roa mengusulkan pembuatan penahan longsor seperti pemasangan Bronjong di lokasi tersebut karna tanah diatas bukit sudah dalam kondisi terbelah akibat aktivitas proyek pelebaran. Apalagi musim penghujan seperti ini, pastinya akan sangat rawan longsor dan badan jalan menjadi licin, membahayakan pengguna jalan. Namun sampai saat ini permintaan masyarakat belum terealisasi”, tegas Mane.

Akibat longsor tersebut, masyarakat mengalami kerugian yang besar. Hasil Bumi seperti cengkeh dan kemiri yang berada di wilayah kebun masyarakat turut terbawa longsor, perpipaan air baku patah dan masyarakat mengalami kelangkaan air. (Dede/VoN)

Ende
Previous ArticleKonsensus Gelap dalam Politik
Next Article Pelayaran Ditutup, Pisang Asal Matim Membusuk di Labuan Bajo

Related Posts

51 Relawan Dapur SPPG Wolowae Ikuti Pelatihan Penjamahan Makanan, Cegah Keracunan MBG

7 Maret 2026

Pemda Manggarai Minta Penghuni Kosongkan Stan Penjual Tuak di Pasar Reo

7 Maret 2026

Ketua PSSI Manggarai Barat Buka O2SN Gugus 04 Namo di Lembor Selatan

7 Maret 2026
Terkini

Mari Minum dan Membasuh Diri dari Sumber Air Hidup Kekal

7 Maret 2026

51 Relawan Dapur SPPG Wolowae Ikuti Pelatihan Penjamahan Makanan, Cegah Keracunan MBG

7 Maret 2026

Pemda Manggarai Minta Penghuni Kosongkan Stan Penjual Tuak di Pasar Reo

7 Maret 2026

Satgas Pangan Sidak Pasar, Pastikan Stok Aman dan Harga Stabil di Labuan Bajo Jelang Idul Fitri

7 Maret 2026

Ketua PSSI Manggarai Barat Buka O2SN Gugus 04 Namo di Lembor Selatan

7 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.