Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»VOX POPULI»VOX DESA»Proyek Jalan Telford dan Balai Desa di Wejang Mawe Matim Dikeluhkan Warga
VOX DESA

Proyek Jalan Telford dan Balai Desa di Wejang Mawe Matim Dikeluhkan Warga

By Redaksi4 Mei 20203 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Tampak sejumlah material masih menumpuk di badan jalan. (Foto: Sandy Hayon/ Vox NTT)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Borong, Vox NTT-Proyek jalan telford dan pembangunan gedung balai desa di Wejang Mawe, Kecamatan Poco Ranaka, Kabupaten Manggarai Timur (Matim) dikeluhkan warga.

Pasalnya, dua proyek yang berada di Dusun Mawe, yang dianggarkan dari Dana Desa tahun anggaran 2019 itu, hingga kini belum tuntas dikerjakan.

Pantauan VoxNtt.com, Rabu (29/04/2020), tampak sejumlah material batu gunung masih menumpuk di badan dan pinggir jalan. Papan informasi terkait proyek tersebut, juga belum tampak.

Begitu juga lokasi tanah yang bakal diperuntukan pembangunan balai desa, juga belum ada tanda-tanda akan dibangun.

Alosius Amir warga Kampung Mawe mengatakan hingga saat ini mereka belum mengetahui secara pasti jumlah anggaran yang digelontorkan dari Dana Desa untuk pembangunan proyek tersebut.

Menurutnya, ketiadaan papan informasi justru menimbulkan kecurigaan oleh mayarakat pada pemerintah desa.

Padahal di desa lain, jelas Amir, transparansi anggaran Dana Desa sangat dikedepankan.

“Banyak masyarakat di sini yang mengomentari kaitan dengan proyek jalan tersebut. Apalagi jalan itu merupakan akses masyarakat menuju sawah mereka,” ujarnya.

Dikatakannya, apabila proyek itu sudah selesai dikerjakan, maka mempermudah para petani untuk mengangkut hasil pertanian saat musim panen tiba.

Awalnya jelas Amir, pemerintah desa menyampaikan kepada masyarakat proyek jalan telfrod itu akan dibangun sepanjang 600 meter. Namun, dalam perjalanan justu mengalami pengurangan 100 meter.

“Jadi volume kerjanya 500 meter, akhirnya satu RT tidak dapat bagian. Karena pemberitahuan awalnya untuk enam RT dan setiap satu RT akan kerja 100 meter,” jelasnya.

Ia menambahkan balai desa yang dianggarakan sejak 2019, juga belum ada tanda-tanda akan dibangun.

“Materialnya belum didistribusi. Katanya tanah bermasalah. Tetapi belum ada pemberitahuan dari pemerintah desa bahwa tanahnya bermasalah,” katanya.

“Kantor desa ini berkaitan dengan pelayanan aparat desa. Sudah itu kaitannya dengan kinerja pemerintah desa dan aparat desa. Sehingga selama ini tidak ada kantor desa maka mandek pelayanan untuk masyarakat,” tambahnya.

Lokasi untuk pembangunan balai desa. (Foto: Sandy Hayon/ Vox NTT)

Kalau misalnya disebabkan oleh masalah tanah jelas dia, semestinya Pemdes melakukan dialog secara bersama untuk membicarakan masalah tersebut.

Sementara itu, kepala Desa Wejang Mawe Raimundus Sali mengatakan proyek jalan telford akan dikerjakan lanjut, setelah ada pemberitahuan dari Pemerintah Kabupaten Matim.

“Cuman pending untuk kegiatan pertama (telford) karena faktor cuaca dan wabah virus corona. Ada pun persoalan lain berkaitan dengan status tanah untuk pembangunan balai desa. Cuman kita tidak bisa gegabah,” ujarnya.

Raimundus mengaku bahwa pembangunan balai desa memang sudah dianggarkan dalam APBDes. Namun, sekarang pihaknya tengah mencari solusi agar kantor tersebut bisa dibangun.

Ia juga mengatakan anggaran untuk dua pembangunan masih ada dan saat ini masih menunggu penegasan lebih lanjut.

Ramimundus menjelaskan panjang jalan telford tersebut yakni 553 meter dan sekitar 14 meter yang belum selesai dikerjakan.

Anggaran untuk proyek telford jelas dia, sekitar 60 juta lebih. Sedangkan untuk pembangunan balai desa anggaran yang disiapkan sekitar 80 lebih juta.

Terkait ketiadaan papan proyek ia mengklaim ada oknum yang tidak simpatik dengan pemerintah desa.

“Terkadang kita pasang, tetapi orang yang tidak simpatik kasih keluar lagi. Mereka cari kelemahan seperti itu. Maunya kita pasang sama-sama dengan mereka,” tukasnya.

Penulis: Sandy Hayon
Editor: Ardy Abba

Desa Wejang Mawe Manggarai Timur Matim
Previous ArticleTPDI Endus Aroma Maladministrasi Izin Lokasi Pabrik Semen di Luwuk
Next Article Sebuah Kesaksian: Kita Hidup di Tumbak Bukan Karena Tambang

Related Posts

Kisah Nangadhero, Desa Pesisir di Nagekeo Tempat Petani dan Nelayan Menjaga Harmoni

7 Maret 2026

Desa Golo Riwu Tetapkan APBDes Tahun Anggaran 2026, KMP dan MBG Jadi Fokus Utama

6 Maret 2026

Perjuangan Mama Martina, Banting Tulang untuk Hidupi Keluarga sembari Rawat Suami Stroke

5 Maret 2026
Terkini

Satgas Pangan Sidak Pasar, Pastikan Stok Aman dan Harga Stabil di Labuan Bajo Jelang Idul Fitri

7 Maret 2026

Ketua PSSI Manggarai Barat Buka O2SN Gugus 04 Namo di Lembor Selatan

7 Maret 2026

Kisah Nangadhero, Desa Pesisir di Nagekeo Tempat Petani dan Nelayan Menjaga Harmoni

7 Maret 2026

Pentingnya Pendidikan Karakter dalam Membentuk Generasi Remaja Berintegritas

7 Maret 2026

Tuhan sebagai Gembala dan Bapa Yang Penuh Belaskasih dan Mengampuni 

7 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.