Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»KESEHATAN»40 Tenaga Kesehatan RS St. Rafael Cancar Pernah Kontak Erat dengan PDP
KESEHATAN

40 Tenaga Kesehatan RS St. Rafael Cancar Pernah Kontak Erat dengan PDP

By Redaksi10 Mei 20202 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Juru Bicara Komando Tugas Pencegahan dan Penanganan Virus Corona Kabupaten Manggarai, Lodovikus Moa (tengah) saat konferensi di ruangan media center, Selasa (24/03/2020)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Ruteng, Vox NTT- Ada 40 petugas dan tenaga kesehatan di Rumah Sakit St. Rafael Cancar, Kecamatan Ruteng, Kabupaten Manggarai dilaporkan pernah kontak erat dengan Pasien Dalam Pengawasan (PDD) Covid-19.

PDP tersebut hingga kini masih dirawat di ruang isolasi RSUD dr. Ben Mboi Ruteng.

“Total petugas dan tenaga kesehatan (Nakes) di RS St. Rafael Cancar yang pernah kontak erat dengan PDP yang sekarang sedang dirawat di ruang isolasi RSUD dr. Ben Mboi Ruteng yakni berjumlah 40 orang,” ungkap Juru Bicara Komando Tugas Pencegahan dan Penanganan Virus Corona Kabupaten Manggarai, Lodovikus D. Moa dalam rilis yang diterima VoxNtt.com, Minggu (10/05/2020) malam.

Lodovikus mengatakan, dari 40 petugas dan tenaga kesehatan tersebut, 14 orang di antaranya sudah dilakukan rapid test dan hasilnya non reaktif. Sedangkan 26 orang lainnya masih menunggu proses rapid test.

Menurut dia, pelaksanaan rapid test terhadap petugas dan tenaga kesehatan di RS St. Rafael Cancar sedikit terganggu.

Hal itu karena jumlah alat rapid test (ART) yang tersedia di RS St. Rafael Cancar sangat terbatas, hanya 28 ART.

Sementara kebutuhan alat rapid test, kata Lodovikus, sesuai jumlah petugas dan tenaga kesehatan yang sudah kontak erat dengan PDP, yakni 40 orang.

“Dalam waktu dekat juga akan dilakukan rapid test terhadap 14 orang petugas dan tenaga kesehatan, sesuai jumlah alat rapid test (ART) yang masih tersedia 14 ART,” imbuhnya.

Hingga kini, lanjut dia, masih kekurangan 12 alat rapid test (ART). Ini untuk pemeriksaan  rapid test terhadap 12 orang petugas dan tenaga medis.

Meski demikian, menurut Lodovikus ke-40 petugas dan tenaga kesehatan RS St. Rafael Cancar yang pernah kontak erat dengan PDP tersebut, baik yang sudah dilakukan rapid test maupun yang belum,  tetap menjalankan isolasi secara mandiri selama 14 hari. Mereka isolasi di rumah sakit dan di rumah.

Penulis: Ardy Abba

Kabupaten Manggarai Virus Corona
Previous ArticleSang Sinar Property Bagikan 3 Ton Beras dan Uang 30 Juta untuk Warga Labuan Bajo
Next Article Rayakan Hari Ibu, Relawan EB-RTS Bagi Sembako dan Susu untuk Bumil di Malaka

Related Posts

Maju Pilkades Loce, Wilibrodus Rian Usung Penguatan Pertanian hingga Wisata Budaya

1 Juni 2026

Mobil Avanza Tabrak Rumah di Cibal, Empat Warga Luka-Luka

30 Mei 2026

Petani Desa Meler Sukses Budidayakan Bawang Merah di Daerah Dingin

29 Mei 2026
Terkini

Jejak Skandal AKP Serfolus Tegu: Istri Simpanan, Dugaan Kekerasan hingga Laporan ke Propam

5 Juni 2026

Menteri Transmigrasi RI Serahkan Bantuan Sembako untuk Masyarakat Translok di Manggarai Barat

4 Juni 2026

Alarm dari Kupang: Reformasi Radikal Pengendalian PAD

4 Juni 2026

Pemkab Manggarai Barat Usulkan Satgas Perizinan untuk Perkuat Pengawasan Usaha

4 Juni 2026

Menteri Transmigrasi RI Tinjau Pembangunan Sanitasi dan Lokasi HPL di Manggarai Barat

4 Juni 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.