Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»HEADLINE»Akibat Tambang Pasir, Jalan di Wae Reno Hampir Putus
HEADLINE

Akibat Tambang Pasir, Jalan di Wae Reno Hampir Putus

By Redaksi12 Februari 20171 Min Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Jalan negara di Wae Reno, Desa Ranaka, Kecamatan Wae Ri'i, Kabupaten Manggarai terancam putus.
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Borong, VoxNtt.com-Akibat penggalian pasir secara besar-besaran, jalan negara di Wae Reno, Desa Ranaka, Kecamatan Wae Ri’i, Kabupaten Manggarai terancam putus.

Penggalian tersebut berpusat di bagian utara dan selatan jalan dengan menggunakan sejumlah eksavator.

Berdasarkan pantauan VoxNtt.com di lokasi, eksavator-eksavator tersebut terlihat sedang menggali bongkahan pasir dan memasukannya ke dalam bak dump truk yang sudah tersedia .

Yoris, seorang warga yang ditemui di lokasi mengaku kegiatan tersebut berlangsung sejak lama dan meluas hingga mengikis tanah di sekitar jalan.

Walaupun demikian, lanjut Yoris, belum ada sikap nyata dari pihak terkait untuk mengatasi hal tersebut.

“Sudah dari dulu. Tapi pemerintah terkesan membiarkan (penggalian) ini”, katanya.

Di tempat terpisah, Fian seorang pengendara yang sempat melintasi jalan tersebut mengaku prihatin atas kegiatan ini.

“Kasihan kami yang setiap hari melintas di sini. Kan kalau putus, kami harus ikut bawah lagi (jalur Wesang-Mendo) ke Ruteng. Begitu juga orang dari sana ke Borong” katanya.

Atas hal ini, Bupati Manggarai Dr. Deno Kamelus tidak bersedia memberi tanggapan, walaupun sudah dihubungi melalui pesan singkat pada hari Sabtu (11/2/2017). (Ano Parman/VoN).

Manggarai Timur
Previous ArticleDitimpa Pohon Kemiri, Rumah di Golo Lembur Rusak Parah
Next Article Demokrasi Berita

Related Posts

Kompak Indonesia Desak KPK Audit Dugaan Korupsi Proyek RSUD Borong Rp19,4 Miliar

19 Juli 2026

Dugaan Pungli Pengambilan SKL dan Ijazah di SMPN Satap Munde Matim, Warga Desak Dinas Tindak Tegas

18 Juli 2026

Demokrat Manggarai Timur Tanam 250 Pohon dan Bersihkan Pantai Borong

17 Juli 2026
Terkini

Gubernur NTT Minta PMKRI Tetap Jadi Mitra Kritis Pemerintah

21 Juli 2026

Bupati Matim Dorong Kongres PMKRI Hasilkan Rekomendasi untuk Manggarai Raya

20 Juli 2026

Bupati Manggarai Harap Kongres PMKRI Hasilkan Rekomendasi untuk Daerah 3T

20 Juli 2026

Bantuan Rp100 Juta per Desa Mulai Diimplementasikan, Bapperida NTT Intervensi Manulai 2

20 Juli 2026

PMKRI Perkuat Komitmen Kawal Pembangunan dan Kebijakan Nasional

20 Juli 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.