Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Gagasan»Demokrasi Berita
Gagasan

Demokrasi Berita

By Redaksi12 Februari 20174 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Lasarus Jehamat
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Oleh: Lasarus Jehamat

Diskusi mengenai demokrasi terasa belum lengkap jika tidak disertai dengan diskusi mengenai posisi media.

Menyebut media di sini berarti berbagai jenis alat yang dapat menyampaikan informasi kepada komunikan oleh komunikator.

Karena urgensi dari pesan dan alat itu maka alat itu menjadi pesan itu sendiri. Pesan di sini bisa berbentuk informasi, berita, opini dan sebagainya.

Selanjutnya, dalam studi demokrasi disebutkan bahwa salah satu indikator majunya perkembangan demokrasi adalah kebebasan pers.

Kebebasan pers adalah ruang di mana media boleh memberitakan semua realitas sosial apa adanya sesuai fakta, berimbang dan tanpa embel-embel kepentingan.

Oleh karena itu, apa dan siapa pun tidak boleh menekan media. Sebaliknya, media harus memegang prinsip tertentu. Etika jurnalistik namanya.

Di sana, media harus mengatur pemberitaan sedemikian rupa supaya obyektivitas berita benar-benar teruji sesuai fakta yang ada. Itulah yang disebut berita demokrasi dan demokrasi berita.

Realitas munculnya beragam komentar politik di berbagai ruang dan kolom media baik cetak maupun elektronik di Indonesia akhir-akhir ini menuntut kita untuk memeriksa demokrasi dan peran media sekaligus.

Saling serang, olok, hina satu sama lain dari kedua kubu pasangan capres kental memengaruhi kualitas media dan demokrasi. Kondisi ini memprihatinkan kita semua.

Tulisan ini ingin membahas realitas itu. Gugatan utamanya adalah bahwa di ruang demokrasi, media diberi keleluasaan yang seluas-luasnya untuk memberitakan dan mengabarkan demokrasi.

Meskipun demikian, kabar dan berita tentang demokrasi harus benar-benar dipertanggungjawabkan. Sebab, dalam banyak kasus, berita demokrasi kadang menjadi tidak demokratis dan sebaliknya demokrasi berita menjadi oligarki berita dalam bentuknya yang lain. Ini soal.

Efek Berita

Dalam Democracy and the news, Gans (2003) menyebutkan dan menjelaskan dengan sangat cerdas dua soal ini.

Gans sepakat bahwa salah satu indikator demokrasi adalah kebebasan pers. Di level itu, media diberi ruang untuk memberitakan demokrasi.

Sebaliknya, media juga harus pula menjaga demokrasi berita dalam setiap pemberitaannya. Sebab utamanya adalah karena dalam ruang yang lain media memiliki kepentingan tertentu. Itu tidak salah.

Media harus berpihak kepada kebenaran dan kaum terpinggirkan. Problemnya, dalam setiap berita dan pemberitaan media, selalu terdapat efek.

Pemberitaan media mempunyai implikasi logis terhadap realitas apa pun. Itulah yang disebut efek organisasi, lembaga dan negara dalam pandangan Gans.

Karena alasan itulah maka dalam kerja jurnalistik, media harus terus menerus memikirkan idealisme demokrasi dan dihubungkan dengan realitas demokrasi setiap hari.

Berbekal pengalaman demokrasi setiap hari ini berita demokrasi dibuat. Jadi, pemberitaan harus berangkat dari realitas lapangan untuk dikonstruksikan menjadi sesuatu yang bernilai baik.

Dengan demikian, patokan media bukan berdasarkan penilaian masyarakat luar (barat) tetapi dari kebiasaan baik dalam proses pengambilan keputusan penting yang telah lama dipraktikan di masyarakat.

Media dengan demikian tidak berperan sebagai, dalam bahasa Gans, alat setan, dalam menghancurkan dunia. Di sini, pemahaman akan demokrasi berita sebagaimana dipromosikan Gans menjadi perlu diperhatikan.

Menurut Gans, sebuah berita baru disebut berkualitas jika berita dan pemberitaan memiliki efek terhadap perubahan sosial.

Beberapa efek berita misalnya, keberlanjutan sosial, informasi, kontrol dan legitimasi, opini, aktivitas, pesan, pelindung, politik, pemilihan, visibilitas dan membuka isolasi ruang dan wilayah.

Praktik baik demokrasi harus menjadi topik berita agar berita yang terus menerus diturunkan dapat memberi efek keberlanjutan sosial.

Berita yang diturunkan sedapat mungkin mampu memberikan pesan dan informasi baru kepada pembaca.

Karena itu maka opini pembaca dapat dipengaruhi oleh hasil pemberitaan media. Setelah membaca berita, pembaca dapat mengubah pola dan perilaku hidup setiap hari.

Dilema Media

Di ruang politik, berita sedapat mungkin memberikan efek politik bagi masyarakat. Efek politik mengandung arti bahwa pemberitaan itu benar-benar obyektif dan tanpa prasangka.

Berita yang diturunkan media sedapat mungkin mampu menambah, mengubah, mengoreksi dan membuat pikiran masyarakat semakin kritis. Itulah yang disebut dengan pembelajaran politik.

Realitas itu harus berbenturan dengan persyaratan teknis berita. Berita harus mampu membangkitkan rasa ingin tahu (kuriositas) pembaca.

Karena sifat yang demikian maka berita yang diturunkan sedapat mungkin harus bombastis dan provokatif. Bombastis berarti membesar-besarkan berita yang mestinya kecil.

Selanjutnya, berita harus provokatif. Di sana, berita yang diturunkan sebisa mungkin membangkitkan rasa, emosi serta pikiran pembaca untuk melihat, membaca bahkan sampai turun dan melihat kenyataan di lapangan secara langsung.

Hemat saya, persoalan dasar teman-teman media dan juga masyarakat ada di soal ini. Persoalan muncul ketika media salah memahami bombastisitas dan terlampau provokatif dalam menurunkan berita disetiap pemberitaannya.***

Penulis adalah dosen sosiologi di Fakultas Ilmu Sosial dan Politik, Universitas Nusa Cendana.

 

 

Previous ArticleAkibat Tambang Pasir, Jalan di Wae Reno Hampir Putus
Next Article Golput Bukan Pilihan Bijak

Related Posts

Mari Minum dan Membasuh Diri dari Sumber Air Hidup Kekal

7 Maret 2026

Pentingnya Pendidikan Karakter dalam Membentuk Generasi Remaja Berintegritas

7 Maret 2026

Tuhan sebagai Gembala dan Bapa Yang Penuh Belaskasih dan Mengampuni 

7 Maret 2026
Terkini

Pelantikan Sekda Ngada Tanpa Persetujuan Gubernur Dinilai Bermasalah

7 Maret 2026

Mari Minum dan Membasuh Diri dari Sumber Air Hidup Kekal

7 Maret 2026

51 Relawan Dapur SPPG Wolowae Ikuti Pelatihan Penjamahan Makanan, Cegah Keracunan MBG

7 Maret 2026

Pemda Manggarai Minta Penghuni Kosongkan Stan Penjual Tuak di Pasar Reo

7 Maret 2026

Satgas Pangan Sidak Pasar, Pastikan Stok Aman dan Harga Stabil di Labuan Bajo Jelang Idul Fitri

7 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.