Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»NTT NEWS»Antisipasi Kelaparan, BPBD Sikka Diharapkan Atasi Kebutuhan Pangan
NTT NEWS

Antisipasi Kelaparan, BPBD Sikka Diharapkan Atasi Kebutuhan Pangan

By Redaksi14 Februari 20172 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Salah seorang warga Kecamatan Mego, Kabupaten Sikka sedang berada di antara puing-puing rumahnya yang dihantam badai pada Selasa (7/2/2017) lalu
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Maumere, VoxNtt.Com-Kerusakan tanaman pangan dan tanaman perkebunan akibat badai yang menerjang Sikka termasuk di Kecamatan Mego pada Selasa (7/2/2017) lalu ditakutkan akan menimbulkan kelaparan.

“Masyarakat di Mego ini bersandar pada tanaman umur pendek maupun umur panjang untuk memenuhi kebutuhan pangannya, sayangnya sebagian besar rusak diterjang badai,” ungkap Camat Mego, Ferdy Lepe kepada VoxNtt.Com pada Minggu (12/2/2017).

Menurut Ferdy, selain jagung dan padi, tanaman jangka pendek seperti pisang pada umumnya hancur.

“Kalau gagal panen itu sangat mungkin terjadi,” ujarnya.

Kesulitan bertambah karena tanaman penyedia pangan keluarga selain palawija seperti pisang pada umumnya rusak.

Oleh karenanya, Ferdy mengharapkan instansi terkait dalam hal ini Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sikka dapat menanggulangi kebutuhan pangan warga Kecamatan Mego yang terkena dampak bencana.

Lebih jauh lanjut Ferdy, tanaman umur panjang yang rusak antara lain jambu mente, kemiri, dan coklat.

“Kalau padi ladang pada umumnya rusak sedangkan padi sawah bertahan karena padi sawah kan ditanam di tempat yang rendah sedangkan padi ladang ada di lereng,” terangnya.

Terkait kerusakan tanaman pihaknya telah melakukan penghitungan sementara berdasarkan data dari 10 desa yakni 221 ha jagung, 5593 rumpun pisang, serta padi ladang yang luasnya belum dapat dipastikan.

“Barangkali untuk perhitungan riilnya teman-teman di Dinas Pertanian bisa lakukan perhitungan ulang,” imbuhnya.

Selain itu terdapat 3043 pohon coklat yang rusak, 356 pohon mente, dan 1077 pohon kemiri. Sementara itu, bangunan yang rusak terdiri atas 240 rumah warga, 206 bangunan dapur milik warga, 4 rumah ibadah, 13 bangunan kios, 1 bangunan sekolah, dan serta 4 bangunan tempat pelayanan kesehatan.

Sekretaris Camat Mego, Awales Syukur menyatakan pihaknya telah menyampaikan data tersebut kepada BPBD Sikka. “Data sudah kami masukkan pada Sabtu (11/2/2017),” terangnya. (Are/VoN).

Sikka
Previous ArticleAktivis Dikriminalisasi, Pemda Sumba Timur Bungkam Sikap Kritis Rakyat
Next Article BPBD Sebut 2655 Rakyat Sikka Jadi Korban Bencana

Related Posts

Pastor Pantura Tolak Tambang Mangan di Reok dan Lamba Leda Utara

8 Agustus 2026

Keuskupan Agung Ende dan Warga Flores Gugat Tiga SK Geothermal ke Mahkamah Agung

31 Juli 2026

Bantuan Rp100 Juta per Desa Mulai Diimplementasikan, Bapperida NTT Intervensi Manulai 2

20 Juli 2026
Terkini

PAN Manggarai Gelar Rakerda, Bupati Tantang Kader Tekan Kemiskinan di Wilayah Utara

12 Agustus 2026

Tiga Pria Diamankan Polisi Usai Bakar Burung Hantu Hidup-hidup di Manggarai Barat

12 Agustus 2026

Proyek Jalan Tani di Compang Dalo Diblokade Brimob, Dinas Pertanian Akui Lahan Diklaim Milik Polri

12 Agustus 2026

Kolang FC Hantam Wae Mata FC 6-1 di PSSI Manggarai Barat Cup II

12 Agustus 2026

Krisna FC Menang 2-0 atas Menjaga FC di PSSI Manggarai Barat Cup 2026

11 Agustus 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.