Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»HEADLINE»BPBD Sebut 2655 Rakyat Sikka Jadi Korban Bencana
HEADLINE

BPBD Sebut 2655 Rakyat Sikka Jadi Korban Bencana

By Redaksi14 Februari 20171 Min Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Rumah warga Desa Dobo Nua Pu'u, Kecamatan Mego, Kabupaten Sikka yang dirusak badai pada Selasa (7/2/2017) lalu
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Maumere, VoxNtt.Com- Badan Penanggulangan Bencana (BPBD) Sikka menyatakan data korban bencana yang sudah teridentifikasi saat ini sebanyak 918 kepala keluarga atau sebanyak 2655 jiwa.

BACA: Antisipasi Kelaparan, BPBD Sikka Diharapkan Atasi Kebutuhan Pangan

Hal ini disampaikan oleh Kepala BPBD Sikka, Drs. Muhammad Daeng Bakir kepada VoxNtt.Com melalui Kabid Kedaruratan dan Logistik, Drs. Bakri Kari di ruangan kerjanya pada Senin (13/2/2017).

“Data yang ada sekarang merupakan data sementara yang kami rekap mulai dari Desember sampai dengan Februari ini,” ujar Bakri. Hasil pendataan tersebut nantinya akan diteruskan kepada Bupati.

Ditanya perihal apa bentuk layanan yang akan diberikan kepada korban yang teridentifikasi tersebut, Bakri tidak memberikan penjelasan yang pasti.

Beliau hanya menyatakan bahwa pihaknya akan menunggu rekomendasi dari Badan Nasional Penanggulan Bencana (BNPB).

“Soal bentuknya seperti apa itu belum pasti. Kalau sudah ada rekapan finalnya nanti kita kirim ke BNPB lalu menunggu seperti apa rekomendasinya,” ungkap dia.

Data korban tersebut masih terbatas pada mereka yang rumahnya dirusak oleh badai atau pun longsor.

Sementara terkait luas areal pertanian dan tanaman yang rusak sepanjang Desember 2016 sampai dengan Februari 2017 Bakri menyatakan itu wewenangnya pihak Dinas Pertanian dan Perkebunan serta Dinas Ketahanan Pangan. (Are/VoN)

Sikka
Previous ArticleAntisipasi Kelaparan, BPBD Sikka Diharapkan Atasi Kebutuhan Pangan
Next Article Di Ngada, Kepala Desa Kila Dilantik Tanpa Pilkades

Related Posts

Soroti Kasus Dokter Icha, Tenaga Ahli Menteri HAM Desak Pemeriksaan Anggota DPRD TTU

27 Juni 2026

Banggar DPRD NTT Dorong Digitalisasi PAD dan Perkuat Pengawasan Fiskal

27 Juni 2026

Tiga Tahun Tak Kunjung Diperbaiki, Jembatan Pomakeke Masih Jadi Langganan Pencitraan Politik

26 Juni 2026
Terkini

Upah Kebajikan: Melestarikan Kehidupan dan Mati Bagi Dosa

28 Juni 2026

Fransisco Bessi Kembali Terpilih Aklamasi Pimpin Taekwondo NTT

27 Juni 2026

Soroti Kasus Dokter Icha, Tenaga Ahli Menteri HAM Desak Pemeriksaan Anggota DPRD TTU

27 Juni 2026

Banggar DPRD NTT Dorong Digitalisasi PAD dan Perkuat Pengawasan Fiskal

27 Juni 2026

Tewas dengan Enam Luka Tembak, Kasus Marselinus Ngala Mesti Jadi Pelajaran Bawaslu

27 Juni 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.