Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»NTT NEWS»Angelius: Kemakmuran Petani Diukur dari Peningkatan Produktivitas
NTT NEWS

Angelius: Kemakmuran Petani Diukur dari Peningkatan Produktivitas

By Redaksi27 Juli 20202 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Anggota DPD RI Angelius Wake Kako saat kunjungan kerja di Desa Koanara, Ende, NTT pada Minggu (26/07/2020) (Foto: Ian Bala/VoxNTT)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Ende, Vox NTT-Anggota DPD RI Angelius Wake Kako mengingatkan warga Desa Koanara, Ende, agar sungguh-sungguh meningkatan hasil produksi pertanian.

Sebab, sedianya wilayah setempat telah didukung infrastruktur irigasi memadai yang dibangun pemerintah pada tahun 2016 dan tahun 2017 melalui program Perkumpulan Petani Pemakai Air (P3A).

Angelius menegaskan ini dalam kegiatan kunjungan kerjanya bersama pihak Balai Wilayah Sungai Nusa Tenggara II Kementerian PUPR RI di Desa Koanara, Kecamatan Kelimutu, Kabupaten Ende, NTT, Minggu (26/07/2020) siang.

“Kemakmuran rakyat ada pada produktivitasnya. Hasil pertanian mestinya lebih meningkatkan dari sebelumnya,” ungkap Angelius.

Ia menyatakan, jika hasil pertanian meningkat maka ada kemungkinan penambahan anggaran untuk mendukung produksi petani. Misalnya, penambahan tehnologi atau kebutuhan lainnya.

“Ke depan kalau produksi besar, kita akan bisa tambahkan lagi. Tapi sebaliknya, kalau produksi kecil maka kita harus berpikir kembali,” tutur dia.

Anggota DPD RI Angelius Wake Kako dan Kepala Balai Wilayah Sungai Nusa Tenggara II Kupang, Agus Sosiawan saat disambut warga Koanara, Ende (Foto: Ian Bala/VoxNTT)

Angelius kembali menegaskan bahwa kemakmuran masyarakat juga didukung oleh infrastruktur, teknologi dan sumber daya manusia. Oleh karena itu, ke depannya mata rantai ini harus diprioritaskan.

Kepala Balai Wilayah Sungai Nusa Tenggara II Kupang, Agus Sosiawan juga menegaskan bahwa masyarakat setempat lebih giat dan semangat dalam meningkatkan hasil produksi pertanian.

Dalam hal itu, pihaknya akan mengevaluasi secara keseluruhan jika hasil pertanian mengalami stagnan ataupun menurun.

Ia menyatakan, kepentingan pemerintah ialah mendukung masyarakat agar berubah ke arah kesejahteraan.

“Kami mengharapkan agar masyarakat, terutama kelompok tani memanfaatkan program ini secara baik. Harus ada perubahan-perubahan, untuk apa, untuk sejahtera. Masyarakat disini bisa menikmati hasil bertaninya,” tutur Agus.

Kepala Desa Koanara Petrus Mbabho mengaku hasil produksi pertanian warga setempat membaik sejak program P3A diturunkan pada tahun 2016. Setiap tahun, kata dia, hasil produksi meningkat.

Namun, Petrus tidak merincikan hasil peningkatan produktivitas pertanian di wilayah setempat sejak itu.

“Memang sangat berpengaruh terhadap hasil panen warga. Sekarang memang sudah meningkat,” kata dia.

Ia menyebutkan, realisasi pembangunan infrastruktur irigasi pertanian di wilayah Desa Koanara sepanjang 300 meter. Ia sendiri mengucap terima kasih kepada Kementerian PUPR yang telah mengakomodir kelompok P3A Detukombo dalam program tersebut.

“Kita berterima kasih kepada pihak menteri, kita harap program ini berlanjut,” harap Petrus.

Penulis: Ian Bala
Editor: Ardy Abba

Angelo Wake Kako Ende
Previous ArticleKapal Ikan Milik Dinas Perikanan TTU Terbakar di Laut Temkuna
Next Article Sambangi Tim Keluarga di Aintasi, Paket SAKTI Berjanji akan Bangun Kantor Pemerintahan

Related Posts

Nama Wakil Ketua DPRD NTT Dicatut dalam Dugaan Penipuan Lowongan Kerja, Ratusan Orang Mengaku Jadi Korban

6 Maret 2026

Gubernur NTT Buka Diskusi Nasib 9.000 PPPK di Ruang Publik

5 Maret 2026

Pemprov NTT Harus Lobi Pemerintah Pusat soal Nasib 9.000 PPPK

5 Maret 2026
Terkini

Cerpen: Mata Tua di Tubuh Bayi Bole Wote

6 Maret 2026

Tanah Ulayat, Identitas, dan Derita Sosial

6 Maret 2026

Desa Golo Riwu Tetapkan APBDes Tahun Anggaran 2026, KMP dan MBG Jadi Fokus Utama

6 Maret 2026

Rote Ndao Siap Jadi Tuan Rumah Selancar Ombak PON 2028

6 Maret 2026

Polres Manggarai Limpahkan Dua Tersangka Kasus Narkotika ke Kejaksaan

6 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.