Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Pilkada»Pengamat: Mabar Butuh Seorang Eksekutor
Pilkada

Pengamat: Mabar Butuh Seorang Eksekutor

By Redaksi10 Agustus 20203 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Dosen FISIP Undana, Yohanes Jimmy Nami
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Labuan Bajo, Vox NTT- Tinggal empat bulan lagi, Kabupaten Manggarai Barat (Mabar) akan kembali menggelar Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada).

Tahun 2020, kabupaten yang telah berusia 17 tahun itu akan menggelar Pilkada untuk keempat kalinya.

Dalam tahapan KPU, pendaftaran bakal calon Bupati dan Wakil Bupati baru akan dimulai pada bulan September mendatang.

Sejumlah nama bakal pasangan calon (paslon) pun sudah mulai melakukan sosialisasi untuk mendapatkan suara masyarakat.

Ada bakal paslon yang sudah meraih dukungan partai politik. Ada juga yang sudah sejak lama memasang baliho mereka dari kota hingga ke desa-desa.

Sebut saja sejumlah nama bakal paslon yang menyatakan untuk maju di Pilkada Mabar yaitu Adrianus Garu-Anggalinus Gapul (Andry-Gapul), Maria Geong-Silverius Sukur (Misi), Mateus Hamsi-Tobias Wanus (Hati), Ferdinandus Pantas-Andi Risky Nur Cahya (Pantas Risky), Abdul Asis-Andre Djemalu (Asis-Andre), Blasius Jeramun-Christo Mario Pranda (Praja Muda), dan Edistasius Endi-Yulianus Weng (Edi-Weng).

Dalam penggelaran Pilkada Mabar tahun 2020, Pengamat Politik Yohanes Jimmy Nami menyebut kabupaten yang terkenal dengan Komodo itu membutuhkan seorang eksekutor.

“Mabar butuh seorang eksekutor. Pariwisata super premium, menjadi pusat perhatian pemerintah pusat dan provinsi dalam pembangunan pariwisata. Eksekutor akan menjdi contoh bagi masyarakat lewat kerja-kerjanya bukan lewat omongannya,” ungkap Jimmy saat dihubungi VoxNtt.com, Senin (10/08/2020).

“Kenapa saya bilang tipe eksekutor karena masyarakat sekarang sudah cerdas dalam merespon manfaat dari proses pembagunan,” lanjut Dosen Ilmu Politik Undana Kupang itu.

Baca Juga: Saling Klaim Dapat Parpol di Pilkada Mabar, Pengamat: Politik Itu Sangat Dinamis

Jimmy mengatakan, membangun daerah itu tidak hanya butuh ahli pikir. Sebab ahli pikir sudah banyak tersebar dalam perangkat daerah.

“Probelm kebanyakan daerah, apakah yang kita pikirkan, desain, mau kita kerjakan?” tukas Jimmy.

Jimmy menegaskan butuh komitmen yang kuat dari kepala daerah ketika status pariwisata super premium menjadi prime mover ekonomi Mabar.

Ketika pemerintah pusat dan pemerintah provinsi fokus membangun pariwisata Mabar kata Jimmy, harus gayung bersambut dengan kerja pemerintah daerah. Sehingga masyarakat bisa adaptif dengan konsep tersebut dan ikut terlibat sinergis dengan pemerintah daerah.

Saat ditanyai terkait langkah apa yang harus dilakukan oleh calon pemimpin Mabar soal sektor pendukung pariwisata, Jimmy menegaskan jika prime mover-nya pariwisata maka konsekwensinya sub sistem lain harus bisa menopang.

Contoh simpel kata Jimmy, sektor Pertanian masyarakat. Dirinya mengatakan sektor Ini butuh kerja keras.

“Jangan sampai konsep premium-nya hanya dinikmati oleh korporasi besar karena supplie chain dikuasai oleh pihak luar dan masyarakat jadi penonton. Butuh pemimpin pekerja yang jeli melihat ini,” tegasnya.

Pemimpin Mabar nantinya kata Jimmy, harus terlebih dahulu paham terhadap konsep-konsep yang jadi subsistem dari pariwisata itu sendiri.

Pemimpin itu harus mampu mengelaborasi potensi daerah. Mesin birokrasi dan partisipasi masyarakat nantinya, jika disatukan dalam satu sinergitas pembangunan Mabar, maka Jimmy meyakini daerah tersebut tentu akan maju.

Penulis: Sello Jome
Editor: Ardy Abba

Mabar Manggarai Barat
Previous ArticleDesain Logo HUT RI ke-75 Mirip Salib, Dewan Syariah Kota Surakarta Protes
Next Article Anak 16 Tahun asal Penfui Timur Hilang dari Rumah

Related Posts

Demokrat Kritik Bawaslu NTT Soal Pelanggaran Pemilu 2024

7 Maret 2026

Desa Golo Riwu Tetapkan APBDes Tahun Anggaran 2026, KMP dan MBG Jadi Fokus Utama

6 Maret 2026

Golkar NTT Umumkan Pengurus Baru 2025–2030, Targetkan Musda Kabupaten Rampung April

6 Maret 2026
Terkini

Pentingnya Pendidikan Karakter dalam Membentuk Generasi Remaja Berintegritas

7 Maret 2026

Tuhan sebagai Gembala dan Bapa Yang Penuh Belaskasih dan Mengampuni 

7 Maret 2026

Surat Cinta untuk Mama

7 Maret 2026

Imigrasi Labuan Bajo Gelar Sosialisasi Bersama Desa Binaan di Kabupaten Manggarai, Cegah TPPO dan TPPM

7 Maret 2026

Demokrat Kritik Bawaslu NTT Soal Pelanggaran Pemilu 2024

7 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.