Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»NTT NEWS»Sering Picu Lakalantas, Masyarakat Minta PPK 2.2 NTT Segera Tuntaskan Pekerjaan Cutting Jalan
NTT NEWS

Sering Picu Lakalantas, Masyarakat Minta PPK 2.2 NTT Segera Tuntaskan Pekerjaan Cutting Jalan

By Redaksi11 Agustus 20202 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Kondisi ruas jalan Trans Timor dari Halilulik menuju Atapupu, Belu yang sudah dipotong sejak bulan lalu, namun hingga saat ini belum ditambal. Foto diambil Selasa, 11 Agustus 2020 (Foto: Marcel Manek/Vox NTT)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Atambua, Vox NTT-Kondisi ruas jalan Trans Timor dari Halilulik, Kecamatan Tasifeto Barat menuju Atapupu, Kecamatan Kakuluk Mesak, Kabupaten Belu yang sudah di-cutting (dipotong) sejak bulan lalu belum kunjung diperbaiki atau ditambal.

Akibat belum diperbaiki, ruas jalan bekas cutting ini sering menyebabkan terjadinya kecelakaan lalu lintas terutama kenderaan roda dua.

Informasi yang dihimpun VoxNtt.com di sejumlah titik yang dikerjakan, ruas jalan yang sudah di-cutting dibiarkan begitu saja. Sehingga bekas jalan yang di-cutting membentuk lubang.

Meski demikian, PPK 2.2 NTT, BPJN NTT, belum mengerjakan jalan yang sudah dipotong tersebut.

Antonius, warga Desa Bakustulama Kecamatan Tasifeto Barat kepada VoxNtt.com mengeluhkan kondisi jalan tersebut.

Kata dia, jalan yang persis berada di depan rumahnya itu sudah menyebabkan beberapa kali kecelakaan lalu lintas. Pengguna pengendara roda dua terjebak dengan kondisi jalan yang sudah dipotong itu.

“Sudah beberapa kali ada orang jatuh di sini. Mereka pikir galian ini tidak dalam,” ujar Antonius ketika ditemui VoxNtt.com, Selasa pagi (11/08/2020).

Terpisah, PPK 2.2 Provinsi NTT, BPJN NTT, Frumensia Silvia mengakui bahwa ruas jalan tersebut memang belum ditambal pasca dipotong.

Frumensia beralasan, belum dikerjakannya jalan tersebut karena saat ini belum ada stok aspal. Namun ia berjanji, dalam waktu dekat jalan tersebut akan segera dikerjakan.

“Memang kami belum tambal aspal karena stok aspal rekanan habis, rencananya minggu depan sudah ditambal, dan kami telah pasang rambu di lokasi, terima kasih,” jelas Frumensia ketika dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp-nya.

Penulis: Marcel Manek
Editor: Ardy Abba

Belu
Previous ArticleRapid Test Keluarga Pasien Covid-19 Asal Rahong Utara Dinyatakan Non Reaktif
Next Article Selain Sumba Timur, Ketua DPC Hanura Belu Juga Undur Diri

Related Posts

Menteri Transmigrasi RI Serahkan Bantuan Sembako untuk Masyarakat Translok di Manggarai Barat

4 Juni 2026

Pemkab Manggarai Barat Usulkan Satgas Perizinan untuk Perkuat Pengawasan Usaha

4 Juni 2026

Menteri Transmigrasi RI Tinjau Pembangunan Sanitasi dan Lokasi HPL di Manggarai Barat

4 Juni 2026
Terkini

Gabriel Goa Desak Penuntasan Kasus TPPO Mariance Kabu dan Yuliana Dopo

6 Juni 2026

Ahli Waris Yakin PN Kupang Putus Objektif Gugatan Peralihan Sertifikat dan Rumah

6 Juni 2026

Polsek Amarasi Timur dan Pemerintah Kecamatan Tinjau Lokasi Kebakaran Rumah Warga di Pakubaun

6 Juni 2026

Peti Persembahan vs Peti Mati

6 Juni 2026

Jejak Skandal AKP Serfolus Tegu: Istri Simpanan, Dugaan Kekerasan hingga Laporan ke Propam

5 Juni 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.