Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Regional NTT»Ada Banyak Keuntungan Bila Sikka Gunakan E-Restribusi
Regional NTT

Ada Banyak Keuntungan Bila Sikka Gunakan E-Restribusi

By Redaksi20 Agustus 20202 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Tatap muka Kepala BNI Cabang Maumere dan Pemda Sikka membahas rencana kerja sama penerapan E-retribusi (Foto: Are de Peskim/VoxNtt.com)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Maumere, Vox NTT- Dalam waktu dekat Sikka akan menerapkan E-Retribusi atau pembayaran retribusi secara online.

Pasalnya, metode ini dinilai memberikan banyak keuntungan bagi Pemda Sikka.

“Ada banyak kemudahan, menghemat anggaran, transparan dan bisa diakses oleh pengambil kebijakan, dan lebih aman. Ini sesuai dengan keinginan kita untuk penggunaan teknologi terkini dalam pelayanan masyarakat,” ujar Bupati Sikka, Robi Idong di Kantor BNI Cabang Maumere, Rabu (19/08/2020).

Saat ini Pemda Sikka dan BNI Cabang Maumere sedang dalam tahap penjajakan untuk membangun kerja sama.

BNI sendiri memiliki produk perbankan SMART City yang menyediakan layanan transaksi digital bagi pemerintahan.

Kepala BNI Cabang Maumere, Sapta Parestu Rohi mengatakan layanan melaluai SMART City tidak terbatas pada retribusi melainkan juga pajak dan penerimaan daerah lainnya.

“Ini bisa menghemat waktu, ATK dan tenaga kerja,” ungkapnya.

Rohi mengaku sudah hampir 2 tahun berupaya membangun komunikasi dengan Pemda Sikka untuk membangun kerja sama.

“Sebelumnya saya di Blitar dan kami punya kerja sama SMART City dan KUR Tani. Saya berharap Sikka bisa menjadi pionir e-retribusi di NTT,” tandasnya.

Berdasarkan informasi dari Badan Pendapatan Daerah Kabupaten Sikka, PAD Sikka mencapai Rp 104 Miliar per tahun.

Khusus untuk retribusi berkisar antara Rp 16 Miliar sampai Rp 17 Miliar. Realisasinya belum maksimal yakni hanya mencapai Rp 62 persen.

Ada 63 retribusi. Akan tetapi, jasa pelayanan umum menjadi pos retribusi paling dominan yang menyumbang Rp 7 Miliar sampai dengan Rp 8 Miliar per tahun.

Penulis: Are De Peskim
Editor: Ardy Abba

Robi Idong Sikka
Previous ArticleLapen Jalan Maronggela-Nampe Rusak Parah, Kontraktor Bungkam
Next Article 78 Napi di Rutan Kefamenanu Dapat Remisi Saat HUT RI ke-75

Related Posts

Polsek Amarasi Timur dan Pemerintah Kecamatan Tinjau Lokasi Kebakaran Rumah Warga di Pakubaun

6 Juni 2026

‘Gema Mabar’ Diluncurkan, Pemkab Manggarai Barat Fokus pada Ketahanan Pangan hingga Pariwisata Berkelanjutan

2 Juni 2026

Manggarai Barat Dorong Koperasi Desa Merah Putih Beroperasi Meski Belum Punya Gerai

30 Mei 2026
Terkini

Polsek Amarasi Timur dan Pemerintah Kecamatan Tinjau Lokasi Kebakaran Rumah Warga di Pakubaun

6 Juni 2026

Peti Persembahan vs Peti Mati

6 Juni 2026

Jejak Skandal AKP Serfolus Tegu: Istri Simpanan, Dugaan Kekerasan hingga Laporan ke Propam

5 Juni 2026

Menteri Transmigrasi RI Serahkan Bantuan Sembako untuk Masyarakat Translok di Manggarai Barat

4 Juni 2026

Alarm dari Kupang: Reformasi Radikal Pengendalian PAD

4 Juni 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.