Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»NTT NEWS»Dukung Swasembada Pangan Nasional, Kodim 1602 Ende Segera Cetak 65 Hektar Sawah
NTT NEWS

Dukung Swasembada Pangan Nasional, Kodim 1602 Ende Segera Cetak 65 Hektar Sawah

By Redaksi17 Februari 20172 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Letkov Kav Suteja_voxntt.com
Dandim 1602 Ende, Letkov Kav Suteja, saat ditemui Voxntt.com di ruang kerjanya, Jumad (17/2) (Foto: Ian/VoN)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Ende, Voxntt.com-Tahun 2017, Kodim 1602 Ende akan melakukan percetakan sawah seluas 65 hertar di Ende. Kegiatan ini dalam rangka upaya untuk mendukung gerakan swasembada pangan Nasional.

Dandim 1602 Ende Letkov Kav Suteja mengatakan, pihaknya tengah berkoordinasi dengan Dinas Pertanian setempat untuk melakukan percetakan sawah di beberapa wilayah. Selanjutnya, dilakukan penetapan luas lahan yang akan dicetak pada tahun 2017 ini.

“Program cetak sawah di Ende ada 65 hektar yang direncanakan dari pusat. Tapi, masih dilakukan koordinasi dengan kepala dinas pertanian,” ungkap Dandim Suteja di ruang kerjanya, Jumat (17/2/2017) siang.

Dia menceriterakan, tahun 2016 proses percetakan sawah dilakukan seluas 55 hektar pada enam titik dari target perencanaan 205 hektar. Karena keterlambatan proses percetakan, maka aktivitas bercocok tanam pada tahun itu tidak dilakukan.

Dikatakan Dandim, sebelumnya ada beberapa langkah seperti survey investigation desain (SID) kerjasama dengan pihak akademisi untuk melakukan kajian. Hal ini dilakukan, untuk menentukan lokasi atau wilayah yang layak menjadi daerah persawahan.

“Apakah layak atau tidak untuk pertanian sawah. Dicek kelembapan tanahnya, kesuburan tanah dan kadar air. Jadi, untuk tahun ini sudah ada SID sehingga beberapa desa seperti di Wolomage siap dilakukan,” katanya.

“Tahun kemarin, kita mulai di bulan agustus. Harusnya diawal tahun sehingga akhir tahun tinggal cocok tanam saja,” pungkas Dandim Suteja.

Dikatakan, dalam rangka mendukung swasembada pangan, TNI akan lakukan pengawalan dan pendampingan (walping) secara continue. Proses walping mulai dari percetakan, pembenihan, pemupukan, penyiangan, pembasmian organ pengganggu tanaman atau OPT, pemanenan hingga proses pemasaran.

Pihaknya juga akan menerapkan sistem penanaman jajar legowo. Meski demikian, TNI tidak mengabaikan sistem penanaman yang dilakukan masyarakat secara tradisional.

Selain percetakan sawah, TNI akan berupaya untuk melakukan pendistribusian pupuk melalui Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (RDKK). Diharapkan, para petani melalui gabungan kelompok tani untuk mengajukan jumlah pupuk yang akan dibutuhkan.

“Jadi kalau tidak ada kelompok tani maka tidak akan ada pupuk bersubsidi. Proses penditribusian pupuk juga akan dikawal oleh tentara agar tidak terjadi penyelewengan pendistribusian,” tukas Dandim Suteja.

“Nah, ini diperintah langsung oleh Presiden. Siapa yang menghalang pupuk maka akan kita sidak. Jadi pupuk itu harus sampai ke tangan para petani,” katanya lagi. (Ian/VoN)

Ende
Previous ArticleDi Ende, 396 Paket Proyek Tahun 2016 Belum Dibayar
Next Article Ikut Seleksi THL Kesehatan, Peserta Minta Pemkab Matim Tidak Tebang Pilih

Related Posts

Pastor Pantura Tolak Tambang Mangan di Reok dan Lamba Leda Utara

8 Agustus 2026

Keuskupan Agung Ende dan Warga Flores Gugat Tiga SK Geothermal ke Mahkamah Agung

31 Juli 2026

Bantuan Rp100 Juta per Desa Mulai Diimplementasikan, Bapperida NTT Intervensi Manulai 2

20 Juli 2026
Terkini

PAN Manggarai Gelar Rakerda, Bupati Tantang Kader Tekan Kemiskinan di Wilayah Utara

12 Agustus 2026

Tiga Pria Diamankan Polisi Usai Bakar Burung Hantu Hidup-hidup di Manggarai Barat

12 Agustus 2026

Proyek Jalan Tani di Compang Dalo Diblokade Brimob, Dinas Pertanian Akui Lahan Diklaim Milik Polri

12 Agustus 2026

Kolang FC Hantam Wae Mata FC 6-1 di PSSI Manggarai Barat Cup II

12 Agustus 2026

Krisna FC Menang 2-0 atas Menjaga FC di PSSI Manggarai Barat Cup 2026

11 Agustus 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.