Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Ilmu Pengetahuan»Ada yang Menarik dari Riset Biogas FKIP Unipa Maumere
Ilmu Pengetahuan

Ada yang Menarik dari Riset Biogas FKIP Unipa Maumere

By Redaksi2 September 20202 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Tim peneliti biogas berbasis limbah (Foto: Are de Peskim/VoxNtt.com)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Maumere, VoxNtt.com- Selama beberapa bulan belakangan, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Nusa Nipa Maumere tengah melakukan riset.

Menariknya riset tersebut hendak mencari tahu biogas yang dihasilkan dari beberapa jenis limbah.

Limbah-limbah yang dijadikan bahan penelitian yakni limbah dapur rumah tangga, limbah peternakan, limbah pertanian dan limbah industri.

“Ada dua hal yang melatarbelakangi riset ini yakni keterbatasan energi dan pengendalian limbah,” ungkap Oktavianus Mago, staf pengajar Prodi Pendidikan Biologi sekaligus Koordinator Tim Riset kepada VoxNtt.com pada Selasa (25/8/2020) lalu.

Oktavianus mengatakan kotoran sapi, sisa makanan, limbah panen padi dan jagung, serta ampas tahu bisa menjadi penghasil energi alternatif. Sementara itu, materi sisanya dapat dijadikan pupuk.

Perlatan uji coba biogas berbasis limbah yang didesain oleh tim peniliti dari FKIP Unipa Maumere (Foto: Are de Peskim/VoxNtt.com)

Kotoran sapi dijadikan bahan dasar dalam setiap campuran.

Tidak ada perlengkapan yang luar biasa. Semua dilakukan dengan peralatan sederhana. Ada jerigen untuk menampung limbah, ada tabung ukur berisi air untuk menampung gas.

Mereka menggunakan selang biasa untuk menghubungkan elemen-elemen tersebut. Tim peneliti bahkan mendesain ban dalam kendaraan sebagai tempat penampungan gas metan yang dihasilkan.

Kata Oktavianus, dari semuanya, campuran kotoran sapi dan limbah pabrik tahu lah yang paling cepat dan lebih banyak menghasilkan gas.

Memasak dan Penerangan

Oktavianus tidak sendirian. Ia bekerja bersama Yohanes Nong Bunga (Prodi Pendidikan Bilogi), M.A. Yohanita Nirmalasari (Prodi Pendidikan Kimia) dan Agustina Du’a Kuki (Prodi Pendidikan Kimia). Mereka juga melibatkan satu mahasiswa yakni Aljefridus Misa.

Selain sisa fermentasi bisa dijadikan pupuk, gas metan yang dihasilkan dapat digunakan untuk memasak.

“Target akhirnya adalah bagaimana gas metan ini bisa digunakan untuk penerangan,” tambah Agustina Du’a Kuki.

Khusus untuk penerangan, mereka akan mengkonversi gas yang dihasilkan menjadi energi listrik.

Untuk ini, perlu ada kombinasi dengan alat bernama termoellectric generator. Bentuk sederhana dari alat ini bisa ditemukan pada dispenser air.

Sementara itu, Yohanes Nong Bunga mengklaim hasil penelitian mereka bisa diaplikasikan oleh masyarakat.

“Ini membutuhkan perlatan sederhana tetapi hasilnya komplit. Petani dan peternak bisa mendapatkan hasil ganda. Masyarakat juga bisa berdaya mengolah limbah,” ungkapnya.

Penulis: Are De Peskim

Editor: Irvan K

Biogas Sikka Universitas Nusa Nipa
Previous ArticleEkonomi Semakin Berat, Pemecatan Guru Komite di Tengah Pandemi Covid-19 Tidak Bijak
Next Article Asian Muslim Charity Foundation Bantu Rumah Layak Huni untuk Warga Sikka

Related Posts

Gubernur NTT Minta Penyaluran KUR Tepat Sasaran untuk Masyarakat Miskin

19 Februari 2026

Sehari Hari Hilang, Seorang Nelayan di Maumere Ditemukan Tewas

18 Februari 2026

DPRD NTT Desak Polisi Usut Dugaan TPPO Pekerja Pub di Sikka

16 Februari 2026
Terkini

Pentingnya Pendidikan Karakter dalam Membentuk Generasi Remaja Berintegritas

7 Maret 2026

Tuhan sebagai Gembala dan Bapa Yang Penuh Belaskasih dan Mengampuni 

7 Maret 2026

Surat Cinta untuk Mama

7 Maret 2026

Imigrasi Labuan Bajo Gelar Sosialisasi Bersama Desa Binaan di Kabupaten Manggarai, Cegah TPPO dan TPPM

7 Maret 2026

Demokrat Kritik Bawaslu NTT Soal Pelanggaran Pemilu 2024

7 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.