Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Pilkada»Simon Nahak: Orang yang Omong Biadab Itu Manusia Tidak Berpancasila
Pilkada

Simon Nahak: Orang yang Omong Biadab Itu Manusia Tidak Berpancasila

By Redaksi3 Oktober 20202 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Simon Nahak dan Kim Taolin, Paslon Bupati dan Wakil Bupati Malaka
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Betun, Vox NTT – Saat kampanye di Busabelo, Desa Oanmane, Kecamatan Malaka Barat, Jumat (02/10/2020), Simon Nahak menyebut warga Kabupaten Malaka sebagai masyarakat berpancasila.

Masyarakat Malaka, kata Simon, merupakan manusia berbudaya karena mengenal dan mewariskan tradisi adat-istiadat.

Berbudaya, lanjut dia, merupakan perwujudan manusia beradab sesuai sila kedua Pancasila, kemanusiaan yang adil dan beradab.

“Jadi kita ini beradab bukan biadab. Ingat itu dan harus kita terapkan dalam setiap perkataan dan perbuatan kita sehari-hari sebagai manusia yang menjunjung tinggi nilai-nilai Pancasila,” ujar Simon.

Cabup yang berpasangan dengan Louise Lucky Taolin alias Kim Taolin itu menolak sebutan manusia biadab kepada masyarakat di daerah itu.

Ia bahkan mengatakan, orang atau tokoh yang menyebut masyarakat sebagai manusia biadab merupakan orang yang tidak berpancasila.

“Orang yang omong biadab itu manusia tidak ber-Pancasila,” tegasnya.

Alumni SMA Sinar Pancasila Betun itu mengatakan, jika kelak terpilih, dirinya akan memperkuat kapasitas lembaga dan komunitas adat seta memberi honor kepada pemangku adat. Para pemangku adat sangat dekat dengan masyarakat dan mengurus kepentingan adat.

“Wajib kita perhatikan dan libatkan dalam pembangunan sehingga terciptanya masyarakat Malaka yang berbudaya serta menjunjung tinggi nilai-nilai Pancasila,” tambah Simon.

Sebelumnya, Calon Bupati Stefanus Bria Seran menanggapi informasi yang tersebar di media sosial. Informasi tersebut menyebut renovasi rumah jabatan Bupati Malaka dengan jumlah yang fantastis, yakni sebesar Rp4,9 miliar.

Seperti dilansir media daring flobamorata.com, SBS menyebut penyebar informasi tersebut sebagai orang-orang biadab.

“Informasi dan isu yang diedarkan itu berita bohong dan tidak bertanggung jawab. Mereka yang sengaja menyebarkan informasi dan berita bohong itu adalah orang-orang jahat, biadab, tidak berpendidikan dan tidak beradab,” ungkap SBS di Haitimuk, Rabu, 30 September 2020.

Penulis: Frido Umrisu Raebesi
Editor: Yohanes

Kim Taolin Malaka Simon Nahak
Previous ArticleTerpapar Covid-19, Tiga Calon Kepala Daerah Meninggal
Next Article Bripka Andi Dharma: Saya Yakin, Ada Banyak Orang Baik di Belakang Saya

Related Posts

Demokrat Kritik Bawaslu NTT Soal Pelanggaran Pemilu 2024

7 Maret 2026

Golkar NTT Umumkan Pengurus Baru 2025–2030, Targetkan Musda Kabupaten Rampung April

6 Maret 2026

PMKRI Ruteng Datangi Bawaslu Manggarai, Soroti Politik Uang hingga Hak Pilih Disabilitas

13 Februari 2026
Terkini

Pemda Manggarai Minta Penghuni Kosongkan Stan Penjual Tuak di Pasar Reo

7 Maret 2026

Satgas Pangan Sidak Pasar, Pastikan Stok Aman dan Harga Stabil di Labuan Bajo Jelang Idul Fitri

7 Maret 2026

Ketua PSSI Manggarai Barat Buka O2SN Gugus 04 Namo di Lembor Selatan

7 Maret 2026

Kisah Nangadhero, Desa Pesisir di Nagekeo Tempat Petani dan Nelayan Menjaga Harmoni

7 Maret 2026

Pentingnya Pendidikan Karakter dalam Membentuk Generasi Remaja Berintegritas

7 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.