Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»NTT NEWS»Beragam Tanggapan terkait Wacana dr. Domi Mere Jadi Wakil Bupati Ende
NTT NEWS

Beragam Tanggapan terkait Wacana dr. Domi Mere Jadi Wakil Bupati Ende

By Redaksi2 November 20203 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Ilustrasi (Foto:AINUR OCHIEM/JAWA POS RADAR BOJONEGORO)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Ende, Vox NTT-Nama mantan Kepala Dinas Kesehatan Provinsi NTT, dr. Dominikus Mere masuk dalam bursa salah satu bakal Calon Wakil Bupati Ende.

Nama dr. Domi diusulkan Partai Golongan Karya (Golkar), selain Hery Wadhi, Ketua DPD II Partai Golkar Ende.

Manuver Golkar menyodorkan nama Domi Mere dalam bursa kandidat Cawabup Ende, ditanggapi pengamat sosial-politik, Anthony Tonggo bereaksi negatif.

Menurutnya, pengajuan nama Domi Mere oleh Partai Golkar ialah bentuk pelanggaran etika politik. Hal itu diungkap Anthony berdasarkan siklus politik pilkada sebelumnya pada periode 2014-2019.

“Bila saya Domi Mere, saya akan mundur dari kandidat Calon Wabup Ende, karena saya pernah jadi lawan MJ (Paket Marsel-Djafar) dalam sepaket dengan Don Wangge (Paket Dermawan). Berarti visi-misi saya berbeda dengan visi-misi MJ dan paket saya lebih unggul dari MJ,” tulis Anthony dalam akun Facebooknya pada Sabtu 24 Oktober 2020.

Menurut Alumnus Fisipol UGM ini, substansial etika politik bukan semata-mata mengenai lowongan jabatan, melainkan kesamaan persepsi yang dituangkan dalam visi dan misi serta program kerja yang disasarkan kepada masyarakat.

Sebab, program dan visi misi inilah ialah hal yang paling prinsip untuk menentukan kemajuan suatu daerah.

Jika kembali melihat pada pilkada tahun 2013, Domi Mere yang kala itu melawan paket MJ menawarkan visi-misi dan program kerja ke publik. Menurut Anthony, visi-misi atau konsep dasar calon pemimpin Domi Mere (Paket Dermawan) sangat kontras dengan pemerintah saat ini.

Artinya, konsep pembangunan oleh Domi Mere itulah yang justru tak sejalan dengan konsep pembangunan pemerintah masa kini. Dengan itu jika Domi Mere menerima tawaran Golkar, maka konsistensi kepemimpinan dan etika politik Domi Mere dipertanyakan.

“Jadi jika saya Domi Mere, saya tidak akan mau menjadi kandidat Cawabup Ende, mendampingi Bupati Djafar, karena saya tidak rela image publik akan memberi kesan bahwa saya pemburu jabatan,” tulis Anthony.

Selain itu, Anthony menilai Domi Mere ataupun Golkar tergolong oportunis dimana keduanya sama-sama kehilangan prinsip. Kehilangan prinsip sama hal hilangnya konsistensi kepemimpinan.

“Saya tidak mempersoalkan kapasitas Domi Mere dibanding dengan kandidat lain, tapi saya soroti etika politiknya,”kata Anthony.

Sementara Cawabub Ende dr. Domi Mere enggan menanggapi setelah media ini mengonfirmasi pada Minggu (01/11/2020) malam melalui aplikasi WhatsApp.

Ia justru menunda memberi tanggapan mengenai namanya diusul Partai Golkar sebagai salah satu kandidat Calon Wakil Bupati Ende Periode 2019-2024.

“Nanti ade Ian,” tulis dia singkat.

Ketua DPD I Partai Golkar NTT, Emanuel Melkiades Laka Lena menanggapi keberatan pengamat Anthony mengenai nama Domi Mere dalam bursa Cawabup Kabupaten Ende.

Menurutnya, pengajuan nama calon Wakil Bupati Ende masih berproses dan mekanismenya sedang berjalan. Bupati Djafar Achmad dan pimpinan partai pengusung Paket Marsel-Djafar (MJ) akan menggelar musyawarah mufakat.

“Apapun dinamika politik masa lalu atau masa sekarang tentu melalui proses bersama. Tentu nanti ada musyawarah mufakat, kami percaya akan pengerucutan dari dua nama yang kami usulkan,” ucap Melki Laka Lena pada sela-sela acara BPOM di Aula Onekore Ende pada Sabtu (31/10/2020).

Ia menyebutkan nama Domi Mere masuk dalam bursa Cawabup Ende berdasarkan usulan oleh Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Golkar sesuai dengan mekanisme partai berlambang beringin itu. Sedangkan, Hery Wadhi diusulkan Dewan Pimpinan Daerah (DPD) I Partai Golkar NTT.

“Inilah mekanisme partai yang kami gunakan. Dua namanya ini kita dorong untuk proses secara bersama,”kata Melki.

Penulis : Ian Bala

Editor: Irvan K

 

Dominggus Mere Ende Wakil Bupati Ende
Previous ArticleBadan Saksi Jadi Organ Permanen untuk Kawal Suara Golkar dalam Setiap Hajatan Politik
Next Article Menumpuk hingga di Luar Gudang, Garam di Sabu Terancam Kembali jadi Air Laut di Musim Hujan

Related Posts

Nama Wakil Ketua DPRD NTT Dicatut dalam Dugaan Penipuan Lowongan Kerja, Ratusan Orang Mengaku Jadi Korban

6 Maret 2026

Gubernur NTT Buka Diskusi Nasib 9.000 PPPK di Ruang Publik

5 Maret 2026

Pemprov NTT Harus Lobi Pemerintah Pusat soal Nasib 9.000 PPPK

5 Maret 2026
Terkini

Pengkab Taekwondo Sumba Barat Daya Dukung Ridwan Angsar Jadi Ketua Pengprov TI NTT

6 Maret 2026

Nama Wakil Ketua DPRD NTT Dicatut dalam Dugaan Penipuan Lowongan Kerja, Ratusan Orang Mengaku Jadi Korban

6 Maret 2026

Golkar NTT Umumkan Pengurus Baru 2025–2030, Targetkan Musda Kabupaten Rampung April

6 Maret 2026

Cerdas Digital Saja Tidak Cukup: Haruskah Psikologi Jadi Pelajaran Wajib di Sekolah?

6 Maret 2026

Rumah Harapan untuk Regina Uner di Cibal Barat Rampung 100 Persen

6 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.