Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Regional NTT»Berusia Kurang dari Seminggu, Aspal Jalan di Manggarai Sudah Rusak
Regional NTT

Berusia Kurang dari Seminggu, Aspal Jalan di Manggarai Sudah Rusak

By Redaksi4 November 20202 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Proyek pengaspalan jalan ruas Ranging-Kembur, Desa Bea Kondo, Kecamatan Satarmese Barat, Manggarai
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Ruteng, Vox NTT-Proyek pengaspalan jalan ruas Ranging-Kembur, Desa Bea Kondo, Kecamatan Satarmese Barat, Manggarai diduga dikerjakan asal jadi. Kualitas proyek yang buruk terlihat dari kondisi aspal yang sudah terkelupas di banyak titik.

Sejumlah warga mencoba menekan aspal dengan menggunakan kaki. Ada juga yang menggaruk dengan tangan kosong. Lapisan aspal tampak rapuh dan mudah terkelupas.

Ovan Wangkut, salah seorang warga setempat, mengaku kecewa dengan proyek tersebut. Pasalnya, kerinduan masyarakat akan hadirnya jalan beraspal, hanya dijawab dengan menghadirkan pembangunan yang tak berkualitas.

“Kita kecewa, karena program pemerintah tidak mampu menjawab kebutuhan masyarakat akan adanya pembangunan berkualitas,” ujar Ovan, Rabu (04/11/2020).

Ovan menduga pengerjaan jalan tersebut melanggar juknis yang ditetapkan oleh pemerintah. Hal itu terlihat dari penggunaan material dan alat berat yang tidak sesuai standar.

“Jarang sekali kita temukan batu 5/7 di lapangan, sementara juknisnya mewajibkan itu. Juga alat berat yang dipakai tidak memenuhi syarat, karena beratnya kurang dari 8 ton,” lanjut Ovan.

Ovan meminta kepada Pemerintah Kabupaten Manggarai, DPRD, dan penegak hukum agar segera turun ke lokasi pembangunan.

Apalagi, lanjut Ovan, sejumlah masyarakat setempat sudah berulangkali meminta pihak kontraktor agar jalan yang rusak harus diperbaiki. Namun hal itu tak diindahkan oleh kontraktor.

Sementara itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Manggarai Zaldy Sahadoen yang dikonfirmasi melalui WhatsApp, tidak memberikan tanggapan.

Untuk diketahui, proyek tersebut dibiayai Dana Alokasi Umum (DAU) senilai Rp 386.890.000,00 dan dikerjakan oleh CV Rentio.

Penulis: Yohanes

Dinas PUPR Manggarai Manggarai
Previous ArticleNasib Pedagang Eceran di Tengah Gempuran Covid-19 dan Ekonomi Digital
Next Article Debat Paslon Pilkada Malaka, Calon Wabup Wendelinus Taolin Tidak Bersuara

Related Posts

Ketua DPRD Manggarai Timur Minta Agregat Jalan Watu Cie-Deno Dibongkar Jika Tak Sesuai Spesifikasi

4 Agustus 2026

ASN di Reok Barat Keluhkan Iuran HUT RI, Camat Sebut untuk Kelancaran Upacara

4 Agustus 2026

Camat Welak Kunjungi Tiga ODGJ di Desa Wewa, Sebut Penanganan ODGJ Jadi Prioritas

4 Agustus 2026
Terkini

Apotek K-24 Resmikan Outlet di Labuan Bajo, Perluas Akses Layanan Kesehatan 24 Jam

4 Agustus 2026

Ketua DPRD Manggarai Timur Minta Agregat Jalan Watu Cie-Deno Dibongkar Jika Tak Sesuai Spesifikasi

4 Agustus 2026

Dua Belas Penundaan Menguji Kemanusiaan Akademik

4 Agustus 2026

ASN di Reok Barat Keluhkan Iuran HUT RI, Camat Sebut untuk Kelancaran Upacara

4 Agustus 2026

Camat Welak Kunjungi Tiga ODGJ di Desa Wewa, Sebut Penanganan ODGJ Jadi Prioritas

4 Agustus 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.