Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Regional NTT»Pemkot Kupang Kaji Strategi Pembelajaran Tatap Muka
Regional NTT

Pemkot Kupang Kaji Strategi Pembelajaran Tatap Muka

By Redaksi9 Desember 20203 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Seminar bertajuk “Analisis Strategi Pengelolaan Pembelajaran Sekolah Dasar pada Masa Adaptasi Tatanan Normal Baru di Kota Kupang” di Aula Rumah Jabatan Wali Kota Kupang, Selasa (8/12/2020). (Foto: Ist).
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Kupang, VoxNtt.com-Pemerintah Kota Kupang melalui Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah (Balitbang) Kota Kupang mengkaji strategi sektor pendidikan terkait rencana pembelajaran tatap muka pada Januari 2021 mendatang.

Kajian tersebut melibatkan peneliti dari kalangan akademisi dan tim pengendali mutu kajian. Sebagai tahap akhir dari pelaksanaan kajian tersebut digelar seminar bertajuk “Analisis Strategi Pengelolaan Pembelajaran Sekolah Dasar pada Masa Adaptasi Tatanan Normal Baru di Kota Kupang” yang berlangsung di Aula Rumah Jabatan Wali Kota Kupang, Selasa (8/12/2020).

Wakil Wali Kota Kupang, dr. Hermanus Man saat membuka seminar tersebut berharap kajian ini bisa membantu Pemkot melengkapi regulasi yang akan dikeluarkan terkait rencana proses belajar mengajar secara tatap muka.

Diakuinya sebelum Hari Raya Natal direncanakan akan diterbitkan Peraturan Wali Kota Kupang yang mengatur tentang belajar tatap muka jika mendapat izin, setelah melakukan koordinasi secara vertikal dan horisontal.

Jika jadi diterapkan, menurutnya harus disosialisasikan kepada orang tua murid. Untuk itu, pihak sekolah perlu mengundang komite sekolah untuk menjelaskan bagaimana proses belajar tatap muka tersebut berjalan sesuai dengan protokol kesehatan.

Selain itu, Wawali juga minta agar pihak sekolah harus memastikan tersedianya sarana dan pra sarana protokol kesehatan, seperti tempat cuci tangan, thermogun dan disinfektan.

Ditambahkannya, teknik penjemputan anak oleh orang tua atau penjemput juga perlu diatur.

Menurutnya, baik pembelajaran secara online maupun tatap muka fokus pada tiga hal utama, yakni kemampuan anak dalam literasi, numerasi serta pendidikan karakter.

Untuk poin pendidikan karakter, menurutnya hanya bisa efektif jika dilakukan secara tatap muka, tidak bisa secara online karena harus lewat contoh, salah satunya lewat karakter yang dilihat dari teman bermain di sekolah.

Kepala Bidang Sosial, Ekonomi dan Pemerintahan pada Balitbang Kota Kupang, Drs. Abdul Kap dalam laporan panitia menyampaikan, kajian strategi sektor pendidikan dilakukan oleh peneliti dari Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Undana, Dr. Angelikus Nama Koten, M.Pd dan Fungsional Ahli dari Dinas Kesehatan Kota Kupang, Yuana Margarets Hadjo, SKM, M.Ph serta kontrol mutu dari Tim Pengendali Mutu Kajian.

Kajian yang berlokasi pada 15 SD dari 152 SD di Kota Kupang ini ini, dimaksudkan untuk memberikan gambaran tentang strategi pengelolaan proses pembelajaran pada masa adaptasi tatanan normal baru dan memberikan masukan kepada Pemkot Kupang tentang alternative strategi pengelolaan pembelajaran yang dapat diterapkan pada masa adaptasi tatanan normal baru.

Tujuan dari kajian ini adalah, menganalisis strategi pengelolaan proses pembelajaran SD di Kota Kupang selama adaptasi tatanan normal baru, mengkaji respon/kesiapan komponen pendidikan SD dalam menerapkan strategi pembelajaran pada masa adaptasi normal baru di Kota Kupang, serta mengkaji ketersediaan sarana kesehatan dan pengaturan siswa di SD pada masa adaptasi tatanan normal baru di Kota Kupang.

Peserta seminar satu hari tersebut adalah perwakilan para guru dan kepala sekolah dan orang tua siswa berjumlah 20 orang. Turut hadir dalam seminar tersebut, Ketua Komisi II DPRD Kota Kupang, Mokrianus Lay, Plt. Kepala Balitbang Kota Kupang, Dra. Debora Panie, M.M, Tim Pengendali Mutu Kajian, Dr. Adjis S.A Djaha, M.Si serta para peneliti. (VoN)

Previous ArticleMuskomda Pemuda Katolik NTT Akan Dihadiri Seluruh Komisariat Cabang
Next Article Dukungan BMI NTT untuk Korban Erupsi Gunung Ile Ape Lewotolok di Lembata

Related Posts

Polsek Amarasi Timur dan Pemerintah Kecamatan Tinjau Lokasi Kebakaran Rumah Warga di Pakubaun

6 Juni 2026

‘Gema Mabar’ Diluncurkan, Pemkab Manggarai Barat Fokus pada Ketahanan Pangan hingga Pariwisata Berkelanjutan

2 Juni 2026

Manggarai Barat Dorong Koperasi Desa Merah Putih Beroperasi Meski Belum Punya Gerai

30 Mei 2026
Terkini

Polsek Amarasi Timur dan Pemerintah Kecamatan Tinjau Lokasi Kebakaran Rumah Warga di Pakubaun

6 Juni 2026

Peti Persembahan vs Peti Mati

6 Juni 2026

Jejak Skandal AKP Serfolus Tegu: Istri Simpanan, Dugaan Kekerasan hingga Laporan ke Propam

5 Juni 2026

Menteri Transmigrasi RI Serahkan Bantuan Sembako untuk Masyarakat Translok di Manggarai Barat

4 Juni 2026

Alarm dari Kupang: Reformasi Radikal Pengendalian PAD

4 Juni 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.