Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Regional NTT»Drainase di Borong Dipenuhi Sampah dan Keluar Aroma Tidak Sedap
Regional NTT

Drainase di Borong Dipenuhi Sampah dan Keluar Aroma Tidak Sedap

By Redaksi4 Januari 20212 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Drainase RT 14, RW 03, Kampung Bugis, Kelurahan Rana Loba, Kota Borong terpantau, Senin (04/01/2021), tampak digenangi air kotor
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Borong, Vox NTT- Saluran drainase di Borong, ibu kota Kabupaten Manggarai Timur (Matim) diduga belum ditata dengan baik. Akibatnya, banyak sampah bertumpuk di dalam got jalan. Bau tidak sedap pun kerap dihirup warga setempat dan pengguna jalan.

Misalnya, drainase di RT 14, RW 03, Kampung Bugis, Kelurahan Rana Loba, Kota Borong terpantau, Senin (04/01/2021), tampak digenangi air kotor dan mengeluarkan bau tidak sedap.

Air tergenang karena drainase utama tidak terurus dengan baik.

Selain air tergenang, terdapat banyak sampah organik dan anorganik di dalam got.

Salah seorang warga setempat, Elias Nabi (47), mengaku akhir-akhir ini air got kebanyakan hasil limbah dan kerap mengeluarkan bau busuk.

“Setiap sore baunya sangat mengganggu sekali dan menyengat,” aku Elias.

Pemerintah setempat, kata dia, memang sudah menyampaikan untuk membersihkan got. Hanya saja kendalanya drainase tampak rata dan mestinya jalur air dibuat menurun.

Pelaksana tugas Lurah Rana Loba Bernadus Raut mengatakan, air yang tergenang di got berasal dari limbah rumah tangga dan air banjir. 

Air tidak mengalir dengan lancar karena drainase utama tidak beres.

Bernadus menambahkan, pemicu utama demam berdarah dengue (DBD) berawal dari air yang tergenang di got atau drainase.

Ia mengaku sudah mengkomunikasikan dengan Dinas PUPR dan DPRD Dapil Borong untuk menyelesaikan pembangunan tersebut.

“Kalau tidak ditangani dengan baik soal drainase dari Wae Bobo sampai di Wae Reca, maka sama saja tidak menjawab persoalan,” ujar Bernadus melalui telepon seluler.

Penulis: Filmon Hasrin
Editor: Ardy Abba

 

Manggarai Timur Matim Rana Loba
Previous ArticleJalan Provinsi Tertimbun Longsor, Akses Transportasi di Kecamatan Elar Selatan Lumpuh Total
Next Article Kepala Rutan Ruteng Dinilai Bisa Antar Warga Binaan Menjadi Orang Berguna

Related Posts

‘Gema Mabar’ Diluncurkan, Pemkab Manggarai Barat Fokus pada Ketahanan Pangan hingga Pariwisata Berkelanjutan

2 Juni 2026

Manggarai Barat Dorong Koperasi Desa Merah Putih Beroperasi Meski Belum Punya Gerai

30 Mei 2026

Pemkab Manggarai Barat Evaluasi Seluruh Destinasi Wisata Usai Insiden WNA Austria Terjatuh di Jembatan Gantung

30 Mei 2026
Terkini

Jejak Skandal AKP Serfolus Tegu: Istri Simpanan, Dugaan Kekerasan hingga Laporan ke Propam

5 Juni 2026

Menteri Transmigrasi RI Serahkan Bantuan Sembako untuk Masyarakat Translok di Manggarai Barat

4 Juni 2026

Alarm dari Kupang: Reformasi Radikal Pengendalian PAD

4 Juni 2026

Pemkab Manggarai Barat Usulkan Satgas Perizinan untuk Perkuat Pengawasan Usaha

4 Juni 2026

Menteri Transmigrasi RI Tinjau Pembangunan Sanitasi dan Lokasi HPL di Manggarai Barat

4 Juni 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.