Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Feature»Ada Sosok Misterius di Balik Pengiriman Jenazah TKI Asal Sumba
Feature

Ada Sosok Misterius di Balik Pengiriman Jenazah TKI Asal Sumba

By Redaksi28 Februari 20173 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Peti Jenasah TKI asal Sumba Barat yang tertahan di Kargo Eltari Kupang
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Kupang, VoxNtt.com-Proses pemulangan jenazah Linda Bunu (36), TKI asal Sumba Barat yang meninggal di Penang Malaysia Barat pada (31/1/2017) sudah ditangani Balai Pelayanan Perlindungan dan Penempatan Tenaga Kerja Indonesia (BP3TKI) Kota Kupang.

Namun dibalik proses pengiriman TKI ilegal ini terdapat sosok pria misterius yang sampai saat ini masih menyimpan sejuta misteri.

BACA: Jenazah TKI Asal Sumba Barat Tertahan 3 Hari di Kargo Bandara Eltari

Adalah Yohanes, pria misterius yang hingga kini belum diketahui keberadaannya mengaku sebagai pengirim jenazah Linda Bunu.

Nama ini pertama kali mencuat dalam sambungan telepon dengan perwakilan keluarga almahruma, Jhon Kariam pada Minggu (26/2/2017) di ruang Jenazah Rumah Sakit Umum W. Z Johanes Kupang.

Yohanes mengaku sebagai orang Sumba yang membantu melancarkan proses pemulangan Jenazah Almahruma atas dasar rasa kasihan.

Namun setelah ditelusuri, kuat dugaan Yohanes adalah petugas salah satu perusahaan yang merekrut Linda saat ingin berangkat ke Malaisya.

Berikut adalah isi percakapan antara Jhon Kariam (JK) dan Yohanes (Y):

JK: Hallo

Y: Ama, tolong kirim nomor rekening keluarga ya, saya mau transfer uang untuk membantu melancarkan pemulangan Jenazah Saudari kita.

JK: Iya, tapi Ama ada di mana sekarang?

Y: Saya di Sumba Ama

JK: Eeee ko tadi Ama bilang di Kupang na, bilang mau bertemu di Kargo untuk sama-sama ambil Jenazah

Y: Ama e kalau beta di Kupang pasti beta su ambil tanpa harus tunggu keluarga, beta ju kasihan dengan ketong pung Saudari Ama

JK: terus uang itu dari mana Ama?

Y: Dari PT Ama

JK: PT apa Ama?

Y: sudah lai Ama e, kirim sa itu nomor rekening e beta hanya mau bantu sa. Beta kasihan dengan ketong pung Saudari Ama

Setelah itu telepon langsung dimatikan Yohanes dan sampai hari ini belum diketahui siapa sosok Yohanes yang sebenarnya.

Berdasarkan keterangan dalam dokumen resmi Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Penang No. 00408/KONS/II/2017 yang ditandatangani oleh Neni Kurniati, sebagai Konsul Konsuler pada 21 Januari 2017, menerangkan bahwa Linda dinyatakan meninggal dunia pada tanggal 31 Januari 2017 Pukul. 05.18 AM waktu setempat.

Almarhuma dinyatakan meninggal di Rumah Sakit Seberang Jaya akibat Septic Shock Secondary Multiple Sore.

Masih berdasarkan isi surat dari KJRI Penang, Jenazah Linda dikirim ke Kupang pada (22/2/2017) dan tiba pada Jumat (24/2/2017.

Namun demikian, keluarga Linda mengetahui kalau anak mereka telah meninggal dunia dan jenazahnya sudah dikirim ke Kupang setelah jenazah tersebut tertahan selama 3 hari di Kargo Bandara Eltari Kupang Minggu (27/2/2017).

Sesuai keterangan kepala BP3TKI, Tato Tirang jenazah Linda telah dikirim ke Sumba Barat pada Selasa (28/2/2017). Seluruh biaya pun difasilitasi BP3TKI.

BACA:Terkait Jenazah Linda, BP3TKI Kupang: Awalnya Kami Tidak Tahu

Namun sampai saat ini, identitas maupun keberadaan  Yohanes belum berhasil diketahui. Padahal dirinya mengaku sebagai pengirim jenazah korban.

Melalui Jhon Kariam, keluarga berharap agar Pihak Kepolisian RI bekerja sama dengan KJRI untuk mengungkap penyebab kematian dan PT yang merekrut Linda.

Pihak keluarga juga berharap agar pihak kepolisian segera menangkap pria misterius yang bernama Yohanes itu untuk memudahkan proses penelusuran. (Boni Jehadin/Von).

Kota Kupang
Previous ArticleDari Warung Mbah Cokro Hingga Peluncuran Buku Puisi
Next Article Lakukan Diskriminasi, Kades Banain C Diadu ke Camat Bikomi Utara

Related Posts

Imigrasi Labuan Bajo Gelar Sosialisasi Bersama Desa Binaan di Kabupaten Manggarai, Cegah TPPO dan TPPM

7 Maret 2026

Nama Wakil Ketua DPRD NTT Dicatut dalam Dugaan Penipuan Lowongan Kerja, Ratusan Orang Mengaku Jadi Korban

6 Maret 2026

Jaringan Masyarakat Sipil Audiensi dengan Komisi V DPRD NTT Bahas Kasus Perdagangan Orang

5 Maret 2026
Terkini

Mari Minum dan Membasuh Diri dari Sumber Air Hidup Kekal

7 Maret 2026

51 Relawan Dapur SPPG Wolowae Ikuti Pelatihan Penjamahan Makanan, Cegah Keracunan MBG

7 Maret 2026

Pemda Manggarai Minta Penghuni Kosongkan Stan Penjual Tuak di Pasar Reo

7 Maret 2026

Satgas Pangan Sidak Pasar, Pastikan Stok Aman dan Harga Stabil di Labuan Bajo Jelang Idul Fitri

7 Maret 2026

Ketua PSSI Manggarai Barat Buka O2SN Gugus 04 Namo di Lembor Selatan

7 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.