Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Sastra»Rindu yang Aneh
Sastra

Rindu yang Aneh

By Redaksi21 Maret 20212 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Ilustrasi
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

*Puisi

Oleh: Odhan Loni

Rindu yang Aneh

Sebenarnya aku merindukanmu

Namun aku harus melanjutkan hidupku..sebentar

Mungkin lebih tepatnya aku merindukan kisah-kisah  yang kita lalui berdua

Cerita-cerita yang pernah kita ukir bersama 

Menurutku tak ada salahnya merindu

Lagi pula bagiku rindu tak melulu tentang keinginan untuk mengulang

Atau mengharapkan agar kita kembali dipertemukan

Aku akui sangat sulit menjelaskan perasaan kali ini

Suatu waktu kau pernah datang mewarnai hidupku

Mengajariku untuk bahagia

Menyadarkan bahwa manusia memang membutuhkan kasih dan sayang

Namun di sisi lain kau mengajarkan akan kehilangan

Menyadarkanku bahwa hal yang berawal dari manis

Ternyata pada ahkirnya mampu membuat hati teriris

Aku rindu namun tak ingin kembali

Aku rindu namun tak ingin mengulang

Denganmu masa-masa indah dan terpurukku lelah usai

Sesaat setelah kepergianmu aku menjelma sebagai seorang yang lain

Kerap mengutip tulisan-tulisan penyair

Lalu mengunggahnya di media sosial tujuannya satu agar mendapat perhatianmu

Cara itu gagal kau takan kembali

Justru orang-orang yang tak kau kenali sebelumnya datang ingin menjadi pahlawan aku 

Meninggalkan cara itu kemudian mencoba cara lain

Aku berpura-pura bahagia lalu mengunggahnya di media sosial

Agar kau menganggapku baik-baik saja tujuannya sama agar mendapat perhatianmu

Aku benar-benar menjelma seseorang yang lain seseorang yang selalu ingin mencuri perhatianmu dengan berbagai cara, lalu kemudian aku sampai pada titik di mana aku harus belajar melepaskan

Mengaggapmu sebagai sebuah persinggahan bukan tujuan

Ahkirnya aku mampu..Mampu melanjutkan hidupku tanpamu

Saat ini sedang rindu namun di sisi lain aku benar-benar tak ingin kembali

Aku tak ingin mengulang kisah kita,  kisah suka dan juga duka

Kucukupkan kisah itu menjadi sebuah pelajaran

Kini aku tahu ternyata rencana Tuhan jauh lebih indah dari pada rencana manusia

Penulis adalah mahasiswa STFK Ledalero, semester VIII

Odhan Loni
Previous ArticleMaaf Sahabat: Antologi Puisi Dony Klau
Next Article Terseret Arus Sungai, Anak 9 Tahun di Mabar Hilang

Related Posts

Surat Cinta untuk Mama

7 Maret 2026

Cerpen: Mata Tua di Tubuh Bayi Bole Wote

6 Maret 2026

Pendoa Bermata Biru

23 Februari 2026
Terkini

Satgas Pangan Sidak Pasar, Pastikan Stok Aman dan Harga Stabil di Labuan Bajo Jelang Idul Fitri

7 Maret 2026

Ketua PSSI Manggarai Barat Buka O2SN Gugus 04 Namo di Lembor Selatan

7 Maret 2026

Kisah Nangadhero, Desa Pesisir di Nagekeo Tempat Petani dan Nelayan Menjaga Harmoni

7 Maret 2026

Pentingnya Pendidikan Karakter dalam Membentuk Generasi Remaja Berintegritas

7 Maret 2026

Tuhan sebagai Gembala dan Bapa Yang Penuh Belaskasih dan Mengampuni 

7 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.