Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Feature»Bertolomeus Rano: Mengais Rupiah di Antara Bongkahan Batu
Feature

Bertolomeus Rano: Mengais Rupiah di Antara Bongkahan Batu

By Redaksi12 Juni 20212 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Bertolomeus Sano, lelaki 62 tahun asal Desa Tomberabu ll, Kecamatan Ende, Kabupaten Ende
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Ende, Vox NTT – Tepi jalan dari arah Maumere menuju kota Ende didominasi pemandangan berupa bebatuan keras. Bagi kebanyakan orang yang saban hari lalu lalang, pemandangan itu tak lebih dari pencuci mata sebelum tiba di tempat yang dituju.

Tidak demikian bagi Bertolomeus Sano. Lelaki 62 tahun asal Desa Tomberabu ll, Kecamatan Ende ini justru melihatnya sebagai rezeki. Meski harus butuh perjuangan keras, ia justru menemukan lembaran-lembaran rupiah di antara bongkahan batu-batu ini.

Setiap hari, ia meninggalkan rumahnya sejak pagi dan baru kembali petang hari. Dengan langkah tertatih-tatih, ia menyusuri jalan sejauh satu kilometer menuju Watu Gama.

Di bawah terik matahari, ia bermandi peluh sambil menghirup debu. Dengan peralatan seadanya, Berto mencungkil batu, memecahkannya, lalu memisahkannya sesuai ukuran masing-masing.

Berto sudah melakoni pekerjaan itu sejak 10 tahun lalu. Ia harus berjuang keras, mengais rejeki demi menghidupi keluarga dan menyekolahkan lima anaknya.

“Saya menjadi tulang punggung dalam rumah. Saya menggali batu ini lalu menjualnya demi mempertahankan hidup setiap hari dan bisa membiayai pendidikan untuk anak-anak,” tutur Berto.

Ia terlihat telaten menjalani pekerjaan itu. Dari usahanya, ia melayani permintaan batu berbagai ukuran untuk kepentingan proyek. Mulai dari batu ukuran 5:7, 3:5, 2:3, hingga kerikil.

Ia menjualnya dengan harga variatif. Rata-rata, untuk volume satu kali angkut menggunakan mobil dumptruck, ia menjualnya dengan harga Rp700 ribu.

Namun permintaan batu tergantung adanya kegiatan proyek. Selama pandemi Covid-19, banyak proyek fisik ditangguhkan sehingga rezeki penjual batu, termasuk Berto pun, menurun.

Sebetulnya, Berto juga memiliki kebun kemiri. Namun panenan yang hanya sekali setahun dan harga biji kemiri yang sangat murah, tidak cukup untuk biaya hidup keluarga dan pendidikan anak-anaknya.

“Itu sebabnya saya harus kerja keras dengan cara menggali dan menjadi pedagang batu karena panenan kemiri tidak cukup untuk membiayai keperluan keluarga dan biaya sekolah anak-anak,” katanya.

Ia berharap, pemerintah atau orang-orang baik bisa membantunya. Berto membutuhkan bantuan peralatan kerja berupa beberapa jenis hamar, pahat beton, hingga linggis.

Kontributor: Nasan Kua
Editor: Yohanes

Ende
Previous ArticleBupati Agas Serahkan BRS untuk Warga Desa Gunung
Next Article Kemenparekraf Gelar Bimtek Pengelolaan Desa Wisata di Ende

Related Posts

Perjuangan Mama Sebina: Bertahan Hidup, Sekolahkan Anak di Tengah Kemiskinan Manggarai Timur

25 Februari 2026

STIPAR Ende Bekali Calon Wisudawan lewat Seminar Akademik

13 Februari 2026

PLN Sigap Tangani Kebakaran Gudang Logistik di Flores Barat

27 Januari 2026
Terkini

Pentingnya Pendidikan Karakter dalam Membentuk Generasi Remaja Berintegritas

7 Maret 2026

Tuhan sebagai Gembala dan Bapa Yang Penuh Belaskasih dan Mengampuni 

7 Maret 2026

Surat Cinta untuk Mama

7 Maret 2026

Imigrasi Labuan Bajo Gelar Sosialisasi Bersama Desa Binaan di Kabupaten Manggarai, Cegah TPPO dan TPPM

7 Maret 2026

Demokrat Kritik Bawaslu NTT Soal Pelanggaran Pemilu 2024

7 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.