Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Sorotan»Soal Ikan Kerapu di Teluk Wae Kelambu, Fraksi PKB DPRD NTT Minta Pemerintah Lakukan Kajian Intensif
Sorotan

Soal Ikan Kerapu di Teluk Wae Kelambu, Fraksi PKB DPRD NTT Minta Pemerintah Lakukan Kajian Intensif

By Redaksi28 Juni 20212 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Rapat Paripurna Laporan Pertanggungjawaban Pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Provinsi Nusa Tenggara Timur Tahun Anggara 2020 di ruang sidang utama gedung DPRD NTT, Senin, 28 Juni 2021 (Foto: Ist)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Kupang, Vox NTT – Diskursus usaha budi daya ikan Kerapu di Teluk Wae Kelambu, Kecamatan Riung, Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT) masih terus bergulir.

Persoalan ini akhirnya mendapat sorotan dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi NTT.

Fraksi PKB NTT secara tegas meminta pemerintah provinsi itu untuk perlu melakukan kajian intensif terhadap usaha budi daya ikan Kerapu yang menelan anggaran Rp7,8 miliar itu.

Juru bicara Fraksi PKB DPRD NTT, Johanis Lakapu, menegaskan usaha budi daya ikan Kerapu di Teluk Wae Kelambu ada indikasi kerugian. Padahal investasi pada bidang perikanan dan kelautan itu sudah menelan dana sebesar Rp7,8 miliar.

Menurut Lakapu, investasi itu tidak berdampak pada peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dan kesejahtraan masyarakat nelayan yang ada di sekitar kawasan Teluk Wae Kelambu.

Ia menegaskan, Fraksi PKB DPRD NTT menilai investasi budi daya ikan Kerapu ini mencerminkan kegagalan pemerintah, dalam hal ini Dinas Perikanan dan Kelautan Provinsi NTT.

Padahal kata dia, program investasi di bidang perikanan dan kelautan tersebut sangat bagus bagi peningkatan PAD dan kesejahtraan masyarakat.

“Untuk itu, Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa meminta pemerintah, bila program investasi ini hendak dilanjutkan, pemerintah perlu melakukan kajian intensif, agar tidak lagi mengalami kerugian yang sama,” ujar Lakapu saat membacakan pandapat akhir Fraksi PKB DPRD NTT terhadap Laporan Pertanggungjawaban Pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Provinsi Nusa Tenggara Timur Tahun Anggaran 2020 di ruang sidang utama gedung DPRD NTT, Senin (28/06/2021).

“Fraksi PKB DPRD NTT mengingatkan pemerintah bahwa hakekat dari investasi adalah “tanam uang panen uang”, jangan “tanam uang panen masalah” seperti ini,” lanjutnya.

Bila indikasi kegagalan budi daya ikan Kerapu tersebut benar terjadi, maka menurut Lakapu, pemerintah perlu melakukan peninjauan kembali terhadap kegiatan yang salama ini menggunakan pola kemitraan antara pemerintah, masyarakat dan swasta (Offtaker).

BACA JUGA:

  1. Kerapu-ku Sayang, Kerapu-ku Malang
  2. Soal Ikan Kerapu, Jawaban Kadis Perikanan NTT Berubah-ubah
  3. Memeriksa “Sesumbar” Gubernur Viktor dan Wagub Nae Soi di Teluk Wae Kelambu

Fraksi PKB DPRD NTT kata dia, mengusulkan agar kegiatan budi daya dapat diubah dengan menggunakan pola pendampingan dari pemerintah terhadap masyarakat nelayan sebagai pegiat aktif dalam budi daya ikan Kerapu. Tentu didampingi oleh tenaga teknis perikanan terlatih.

Penulis: Tarsi Salmon
Editor: Ardy Abba

DPRD NTT Kota Kupang PKB NTT
Previous ArticleProgram TJPS Pemprov NTT Terindikasi Gagal
Next Article Penegak Hukum Diminta Selidiki Proses Lelang Proyek Saluran Irigasi Wae Kampas

Related Posts

Nama Wakil Ketua DPRD NTT Dicatut dalam Dugaan Penipuan Lowongan Kerja, Ratusan Orang Mengaku Jadi Korban

6 Maret 2026

Jaringan Masyarakat Sipil Audiensi dengan Komisi V DPRD NTT Bahas Kasus Perdagangan Orang

5 Maret 2026

Pemprov NTT Harus Lobi Pemerintah Pusat soal Nasib 9.000 PPPK

5 Maret 2026
Terkini

Pentingnya Pendidikan Karakter dalam Membentuk Generasi Remaja Berintegritas

7 Maret 2026

Tuhan sebagai Gembala dan Bapa Yang Penuh Belaskasih dan Mengampuni 

7 Maret 2026

Surat Cinta untuk Mama

7 Maret 2026

Imigrasi Labuan Bajo Gelar Sosialisasi Bersama Desa Binaan di Kabupaten Manggarai, Cegah TPPO dan TPPM

7 Maret 2026

Demokrat Kritik Bawaslu NTT Soal Pelanggaran Pemilu 2024

7 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.