Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Traveling»Tentang Waka, Kampung Mungil di Tepian Pantai Lio Utara
Traveling

Tentang Waka, Kampung Mungil di Tepian Pantai Lio Utara

By Redaksi3 Juli 20212 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Pesona pantai di Kampung Waka
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Oleh: Yohanes Mau

Waka kampung kecil mungil terletak di pedalaman pantai utara, Desa Waka, Kecamatan Wewaria, Kabupaten Ende.

Waka dikenal sebagai kampung terudik, terisolir dan belum bisa dijangkau transportasi darat serta jaringan signal komunikasi. 

Hal ini menjadi kendala bagi warga untuk mengikuti perkembangan zaman secara up to date. 

Padahal dilihat dari sumber daya alamnya, memang Waka daerah sangat potensial dengan sajian alam fantastik, kaya akan hasil laut yang belum dikelolah secara optimal. 

Kampung Waka

Perkampungan Waka jauh di pedalaman tata letaknya bibir pantai. Diselimuti panorama lautan biru, tanjung dan bukit padang rumput hijau indah memesona.

Tempat-tempat wisata seperti tanjung, hamparan bukit padang hijau, dan telaga pasir putih nampaknya masih natural dan perawan. 

Pemerintah Ende dan masyarakat sekitar belum merabah dan mengelolahnya secara maksimal. 

Masyarakat Waka hanya bertahan hidup dari pekerjaan sebagai nelayan tradisional dan petani sederhana menggunakan peralatan yang masih tradisional pula. 

Kampung Waka

Keindahan alam Waka menyimpan seribu aneka tawaran kesejukan panorama yang bersumber dari lautan biru dengan aneka aksesoris tanjung berselimutkan padang rumput hijauh yang menawan. 

Waka berpenghuni asli suku Lio dan pendatang dari Lio selatan. 

Untuk sampai di perkampungan ini warga sekitar dan para pengunjung menggunakan jasa perahu motor dari tepian pantai Ropa–Waka dan juga bisa dari tepian pantai Watubara-Mukusaki- Waka. 

Durasi jarak tempu dari tepian pantai Ropa menuju Waka satu jam dan kalau lewat pantai Watubara menuju Waka durasi satu jam tiga puluh menit. Ya berkisar itu waktunya. 

Kalau melewati tepian pantai Watubara menuju Waka maka saya jamin mata anda tak kan pernah kantuk karena terpaan angin laut sepoi-sepoi basah. 

Mata anda pasti akan belalak, bahkan tak berkedip memandang kejaran gulungan ombak yang apik, hamparan karang yang indah, pasir putih, indahnya bukit dan tanjung berbalut rerumputan hijau yang membahasakan kebaikan dan kemurahan Tuhan Sang Pencipta segalanya. 

Gerangan siapakah yang akan merasa jenuh menikmati kebaikan Tuhan secara langsung di alam bebas Waka? 

Ah, bagi anda sekalian yang belum menikmati dan merasakan betapa baiknya Tuhan yang menyata di alam bebas nan indah, datanglah ke Waka desa mungil yang terisolasi di wilayah pinggiran pantai utara. 

Waka kampung mungil kaya potensi laut menyajikan panorama alamiah yang fantastik, natural dan masih perawan.

 

Yohanes Mau
Previous ArticleRespons Klinik OMSA Medic Marina terhadap Hasil Rapid Test Antigen yang Viral di Medsos
Next Article Update Covid-19 di Ende: 485 Positif dan 24 Orang Meninggal

Related Posts

Jangan Berteknologi hingga Hilang Kesadaran

17 Mei 2026

Rindu YBS Terkandas di Ujung Ranting Cengkih

5 Februari 2026

Membalut Cinta Terlarang di Balik Jubah

30 Desember 2025
Terkini

Jejak Skandal AKP Serfolus Tegu: Istri Simpanan, Dugaan Kekerasan hingga Laporan ke Propam

5 Juni 2026

Menteri Transmigrasi RI Serahkan Bantuan Sembako untuk Masyarakat Translok di Manggarai Barat

4 Juni 2026

Alarm dari Kupang: Reformasi Radikal Pengendalian PAD

4 Juni 2026

Pemkab Manggarai Barat Usulkan Satgas Perizinan untuk Perkuat Pengawasan Usaha

4 Juni 2026

Menteri Transmigrasi RI Tinjau Pembangunan Sanitasi dan Lokasi HPL di Manggarai Barat

4 Juni 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.