Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Regional NTT»Pemkab Mabar Tetap Berhentikan Ribuan Teko untuk Efisiensi Anggaran
Regional NTT

Pemkab Mabar Tetap Berhentikan Ribuan Teko untuk Efisiensi Anggaran

By Redaksi25 Juli 20213 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Wakil Bupati Manggarai Barat, dr. Yulianus Weng (Foto: Sello Jome/Vox NTT)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Labuan Bajo, Vox NTT- Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat (Pemkab Mabar) tetap akan memberhentikan ribuan tenaga kontrak (teko) daerah dalam waktu dekat, meski memang gelombang penolakan sejumlah pihak terus mengalir.

Wakil Bupati Mabar dr. Yulianus Weng menegaskan, penolakan berbagai pihak beserta dasar argumentasinya itu merupakan hak mereka.

“Hak setiap orang berpendapat ada yang terima ada yang tidak terima itu kan hak mereka,” ungkap Wabup Weng saat ditemui VoxNtt.com di ruangan kerjanya, Jumat (23/07/2021).

Kendati mendapatkan penolakan dari sejumlah pihak, menurut dr. Weng, Pemkab Mabar tetap memiliki kewajiban untuk membenahi tenaga kontrak dalam rangka efisiensi anggaran.

“Tapi kami juga punya kewajiban dalam rangka efisiensi anggaran untuk coba kita membenahi tenaga kontrak ini,” ujarnya.

Mantan Kadis Kesehatan Manggarai itu menyebut, pembenahan yang dilakukan mungkin dari sistem perekrutan tenaga kontrak.

“Mungkin saja dari sistemnya yang kita benahi. Misalnya bagaimana proses perekrutan tenaga kontrak ini, yang saya tahu selama inikan diterima saja tanpa ada proses perekrutan dengan cara apa. Apakah mereka diseleksi kan tidak ada. Jadi kita mau supaya proses seleksi proses yang baik maka kita berharap juga outputnya juga baik,” ujarnya.

Kader Partai Golkar ini menjelaskan, jika proses seleksi dilakukan dengan baik, maka tidak akan ada lagi tenaga kesehatan yang berkerja tanpa Surat Tanda Registrasi (STR). Atau pun Guru yang mengajar hanya memiliki ijazah SMA.

“Kalau diseleksi dengan baik kan tidak mungkin ada lagi tenaga kesehatan yang tanpa STR bisa bekerja. Kan begitu! Tidak ada lagi tenaga tamat SMA yang bisa mengajar, kan kalau kita seleksi. Tapi kalau tidak seleksi ya kan memang kalau dibuat proses ini kan pasti ada satu dua tiga yang, oh ini kan bikin aneh tapikan aturan begitu. Mungkin ke depan kita seleksi transparan begitu. Jangan diam-diam saja. Yang kami butuh ini, kalau kamu memenuhi kualifikasi tidak apa-apa,” ungkapnya.

Selain anggota DPRD, beberapa pengamat juga tidak setuju dengan rencana tersebut. Kendati demikian kata dia, Pemkab Mabar tetap melakukan evaluasi sehingga keputusan yang diambil tidak dinilai semena-mena.

“Tapi kita tetap melakulan evaluasi, sehingga nanti tidak semenah-menah kita putuskan, kita akan pertimbangan secara matang, apalagi saat ini kondisinya Covid lalu sulit mencari pekerjaan. Mereka juga mungkin punya anak, punya istri punya suami, tapi saya yakin juga mereka ini di rumah pastilah punya penghasilan, punya rumah, punya kebun,” tegasnya.

Wabup Weng menyebut, tenaga kontrak yang akan ‘dirumahkan’ tidak mungkin akan langsung mati.

“Tidak berarti begitu ‘dirumahkan’ lalu mereka (teko) mati,” ujarnya

Dia kembali menegaskan, keputusan yang diambil tidak semena-mena dan tidak suka-suka. Semuanya memiliki banyak pertimbangan.

“Kita tidak semena-mena, tidak suka-suka tentu banyak pertimbangan-pertimbangan kita,” tutupnya.

Penulis: Sello Jome
Editor: Ardy Abba

Mabar Manggarai Barat Yulianus Weng
Previous ArticleWabup Mabar: Teko yang ‘Dirumahkan’ Tidak Mungkin Langsung Mati
Next Article Pecat Ribuan Teko, Edi-Weng Ingkar Janji Kampanye?

Related Posts

Satgas Pangan Sidak Pasar, Pastikan Stok Aman dan Harga Stabil di Labuan Bajo Jelang Idul Fitri

7 Maret 2026

Ketua PSSI Manggarai Barat Buka O2SN Gugus 04 Namo di Lembor Selatan

7 Maret 2026

Desa Golo Riwu Tetapkan APBDes Tahun Anggaran 2026, KMP dan MBG Jadi Fokus Utama

6 Maret 2026
Terkini

Satgas Pangan Sidak Pasar, Pastikan Stok Aman dan Harga Stabil di Labuan Bajo Jelang Idul Fitri

7 Maret 2026

Ketua PSSI Manggarai Barat Buka O2SN Gugus 04 Namo di Lembor Selatan

7 Maret 2026

Kisah Nangadhero, Desa Pesisir di Nagekeo Tempat Petani dan Nelayan Menjaga Harmoni

7 Maret 2026

Pentingnya Pendidikan Karakter dalam Membentuk Generasi Remaja Berintegritas

7 Maret 2026

Tuhan sebagai Gembala dan Bapa Yang Penuh Belaskasih dan Mengampuni 

7 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.