Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Regional NTT»Bangun Waduk Mukufoka Senilai Rp 4 Miliar Dinilai Tidak Menjawab Persoalan Air
Regional NTT

Bangun Waduk Mukufoka Senilai Rp 4 Miliar Dinilai Tidak Menjawab Persoalan Air

By Redaksi13 Maret 20171 Min Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Ngada, Tewe Silvester (Foto: Pos Kupang)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Bajawa, Vox NTT-Pemerintah Kabupaten Ngada dikabarkan segera mengalokasikan anggaran senilai Rp 4 miliar untuk membangun waduk Mukufoka, di Desa Ngoranale, Kecamatan Bajawa.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Ngada, Tewe Silvester kepada wartawan, Sabtu (11/3/2017) mengatakan waduk senilai Rp 4 miliar tersebut dibangun tahun 2017 ini.

Menurut Tewe, waduk Mukufoka dibangun untuk menambah debit air sehingga pada musim kemarau air tetap stabil.

Meski uang senilai Rp 4 miliar digelontorkan, namun pembangunan tersebut tidak menjawab kebutuhan air di daerah itu.

Direktur PDAM Ngada Paskalis Losa mengatakan, pembangunan waduk Mukufoka tidak menyelesaikan masalah kekurangan air. Sebab air di Mukufoka sudah dimanfaatkan PDAM selama ini.

Paskalis menyarankan kepada pemerintah agar mencari lagi tempat yang lain untuk membangun waduk.

Pasalnya, sumber air Mukufoka sudah dimanfaatkan oleh PDAM dengan total debit hanya 30 liter per detik. Dengan debit ini masih belum cukup melayani masyarakat selama 24 jam.

Menurut Paskalis, ketika debit air di mukufoka belum mampu mengatasai masalah air minum bagi masyarakat kota Bajawa dan sekitarnya, maka pembangunan waduk Mukufoka oleh pemerintah tahun 2017 tetap tidak menyelesaikan masalah. Itu karena debit airnya tetap sama, tidak bertambah. (Arkadius Togo/VoN)

Ngada
Previous ArticleMensi Anam: Dugaan Pungli Kepala SDI Nunang Harus Diusut
Next Article Pengacara Pertanyakan Alasan Polisi Pulbaket Aduan Bupati Ende

Related Posts

Polsek Amarasi Timur dan Pemerintah Kecamatan Tinjau Lokasi Kebakaran Rumah Warga di Pakubaun

6 Juni 2026

‘Gema Mabar’ Diluncurkan, Pemkab Manggarai Barat Fokus pada Ketahanan Pangan hingga Pariwisata Berkelanjutan

2 Juni 2026

Manggarai Barat Dorong Koperasi Desa Merah Putih Beroperasi Meski Belum Punya Gerai

30 Mei 2026
Terkini

Gabriel Goa Desak Penuntasan Kasus TPPO Mariance Kabu dan Yuliana Dopo

6 Juni 2026

Ahli Waris Yakin PN Kupang Putus Objektif Gugatan Peralihan Sertifikat dan Rumah

6 Juni 2026

Polsek Amarasi Timur dan Pemerintah Kecamatan Tinjau Lokasi Kebakaran Rumah Warga di Pakubaun

6 Juni 2026

Peti Persembahan vs Peti Mati

6 Juni 2026

Jejak Skandal AKP Serfolus Tegu: Istri Simpanan, Dugaan Kekerasan hingga Laporan ke Propam

5 Juni 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.