Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»KESEHATAN»Capai 5.555 Orang, Jumlah ODGJ NTT Tertinggi di Indonesia Timur
KESEHATAN

Capai 5.555 Orang, Jumlah ODGJ NTT Tertinggi di Indonesia Timur

By Redaksi21 September 20213 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Kemenkes beri pelatihan penguatan Program Pelayanan Kesehatan Bagi Dokter dan Perawat di Mabar, Senin (20/09/2021)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Labuan Bajo, Vox NTT– Hingga pertengahan 2021, jumlah Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) mencapai 5.555 orang. Ada 4.368 orang di antaranya masuk kategori ODGJ Berat.

Meski menurun dari Desember 2020 lalu yakni berjumlah 7.770 orang, namun jumlah ODGJ di Provinsi NTT termasuk yang tertinggi di Indonesia Timur.

Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit/Direktorat P2 Masalah Kesehatan Jiwa dan Napza Kementerian Kesehatan dr. Celestinus Eigya Munthe, Sp.K.J, M.Kes, mengatakan, kondisi tersebut memerlukan sebuah program pengembangan kesehatan jiwa yang menyasar khusus Provinsi NTT berupa peningkatan kapasitas melalui praktik kerja/magang, peningkatan kapasitas tenaga kesehatan, penjangkauan dan pendampingan kasus kesehatan jiwa di FKTP, dan pengadaan obat kesehatan jiwa.

Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit/Direktorat P2 Masalah Kesehatan Jiwa dan Napza Kementerian Kesehatan sendiri menggelar kegiatan peningkatan kompetensi pelayanan kesehatan bagi tenaga kesehatan tingkat Kabupaten Manggarai Barat tahun 2021, Senin (20/09/2021).

Menurut Celestinus, kegiatan pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan tenaga kesehatan dalam memberikan pelayanan kesehatan jiwa.

“Meningkatkan kapasitas tenaga kesehatan, sehingga pelayanan kesehatan jiwa di Provinsi NTT khususnya di Manggarai Barat menjadi optimal. Mengingat masih kurangnya kapasitas tenaga kesehatan dalam memberikan pelayanan kesehatan jiwa di daerah ini,” jelasnya.

Sebagai informasi, pelatihan yang digagas Kemenkes ini bekerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Mabar melalui Dinas Kesehatan.

Kegiatan yang akan dilaksanakan selama 5 hari ini, diikuti oleh dokter dan perawat pengelola Program Kesehatan Jiwa dari 22 Puskesmas yang tersebar di seluruh wilayah Mabar yaitu RSUD Komodo, RS Siloam Labuan Bajo dan RSU St. Yoseph.

Wakil Bupati Mabar Yulianus Weng mengapresiasi atas respons cepat yang dilakukan Kemenkes terhadap permintaan Pemkab Mabar terkait peningkatan kapasitas tenaga kesehatan di daerah destinasi pariwisata super premium Labuan Bajo.

“Sekitar sembilan hari yang lalu kami mengajukan permohonan ke Kemenkes terkait penguatan Program Pelayanan Kesehatan bagi tenaga kesehatan di Mabar. Kegiatan hari ini merupakan respons cepat Kemenkes terhadap permintaan tersebut, kami sangat mengapresiasi dan menyampaikan terima kasih,” ungkap Yulianus saat membuka kegiatan tersebut.

Di Manggarai Barat sendiri kata dia, ada ratusan Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ). Sementara itu ada puluhan ODGJ yang dipasung.

“Melihat banyaknya jumlah kasus ODGJ di Mabar, maka diperlukan sebuah program pengembangan kesehatan jiwa yang menyasar berupa peningkatan kapasitas melalui pelatihan, praktik kerja/magang, peningkatan kapasitas tenaga kesehatan, penjangkauan dan pendampingan kasus kesehatan jiwa di FKTP, dan Pengadaan obat kesehatan jiwa,” tegasnya.

Dia mengatakan, dalam waktu yang tidak terlalu lama, Kabupaten Manggarai Barat mencanangkan Mabar bebas dari pamasungan terhadap ODGJ.

“Secepatnya kami berkomitmen bahwa daerah ini tidak ada lagi pemasungan bagi ODGJ, Mabar bebas dari pemasungan ODGJ,” tegasnya.

Penulis: Sello Jome
Editor: Ardy Abba

 

Mabar Manggarai Barat ODGJ ODGJ NTT
Previous ArticleKemenkes Beri Pelatihan Penguatan Program Pelayanan Kesehatan bagi Dokter dan Perawat di Mabar
Next Article Pemkab Mabar Pastikan Tahun 2022 Tidak Ada Lagi ODGJ yang Dipasung

Related Posts

Desa Golo Riwu Tetapkan APBDes Tahun Anggaran 2026, KMP dan MBG Jadi Fokus Utama

6 Maret 2026

RSUD Aeramo Luncurkan Inovasi Layanan “Bahagia Kita”

4 Maret 2026

RRI Labuan Bajo dan Plataran Komodo Gelar Donor Darah, Perkuat Aksi Kemanusiaan di Manggarai Barat

3 Maret 2026
Terkini

Cerpen: Mata Tua di Tubuh Bayi Bole Wote

6 Maret 2026

Tanah Ulayat, Identitas, dan Derita Sosial

6 Maret 2026

Desa Golo Riwu Tetapkan APBDes Tahun Anggaran 2026, KMP dan MBG Jadi Fokus Utama

6 Maret 2026

Rote Ndao Siap Jadi Tuan Rumah Selancar Ombak PON 2028

6 Maret 2026

Polres Manggarai Limpahkan Dua Tersangka Kasus Narkotika ke Kejaksaan

6 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.