Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»NASIONAL»Ajaib! Komodo Bisa Berkembang Biak Tanpa Proses Kawin
NASIONAL

Ajaib! Komodo Bisa Berkembang Biak Tanpa Proses Kawin

By Redaksi26 Oktober 20212 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Komodo betina bersama telurnya (Foto: Istimewa)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Vox NTT-Komodo merupakan kadal terbesar yang masih hidup hingga sekarang. Komodo bisa mencapai ukuran tiga meter dan berat hampir 200 kg.

Di tahun 2006, seperti dilansir Republika, seekor komodo betina di Kebun Binatang Chester di Inggris, Flora, bertelur tanpa memiliki pasangan. Hal ini disebut dengan Partenogenesis.

Proses yang telah ditemukan pada 70 spesies vertebrata ini merupakan cara berkembang biak di mana sebutir telur bisa matang menjadi embrio tanpa dibuahi oleh sperma. Tergantung dari lingkungannya, seekor komodo betina bisa berkembang biak secara seksual (kawin) atau aseksual (tanpa kawin).

Namun saat ini spesies Komodo sangat berisiko. Di tujuh pulau di Indonesia yang merupakan satu-satunya tempat tinggal spesies tersebut, telah dibakar habitatnya oleh manusia untuk pembersihan lahan.

Taman Nasional Komodo di Indonesia tahun 2016 mencatat total jumlah Komodo sebanyak 3.013 ekor. Data tersebut mengalami penurunan dari data tahun 2013 yang berjumlah 3.222 ekor.

Komodo tersebut menghasilkan sebuah telur yang setelah dilakukan tes DNA hanya memiliki DNAnya. Dan untuk pertama kalinya kejadian tersebut membuktikan adanya Partenogenesis.

Cara kerja reproduksi tanpa pasangan tersebut bisa terjadi karena Komodo betina memiliki kromosom jantan dan betina. Hal tersebut membuat Komodo betina memiliki bahan genetik yang dibutuhkan embrio untuk berkembang. Hasil dari pengembangan embrio tersebut adalah telur baru dengan jenis kelamin laki-laki yang sehat.

Kemampuan bereproduksi secara seksual maupun aseksual merupakan sebuah jalan keluar bagi berkurangnya habitat Komodo. Namun hal tersebut menjadi tidak ideal karena tidak adanya keberagaman gen dalam satu komplotan Komodo.

Sumber: Republika

Komodo Nasional
Previous ArticleAyo Buruan! Kartu Prakerja Gelombang 22 Buka Siang Ini, Begini Cara Daftarnya
Next Article Di Jepang Ada ‘Festival Penis’ Setiap Bulan Maret

Related Posts

Astra Tandang Apresiasi Political Will Pemerintah dan DPR Sahkan RUU PPRT

22 April 2026

Polres Manggarai Timur Amankan Tersangka Kasus Perdagangan Komodo

7 April 2026

Benny Harman Dorong Pembentukan Lembaga Independen Pengelolaan Hasil Perampasan Aset

7 April 2026
Terkini

Polsek Amarasi Timur dan Pemerintah Kecamatan Tinjau Lokasi Kebakaran Rumah Warga di Pakubaun

6 Juni 2026

Peti Persembahan vs Peti Mati

6 Juni 2026

Jejak Skandal AKP Serfolus Tegu: Istri Simpanan, Dugaan Kekerasan hingga Laporan ke Propam

5 Juni 2026

Menteri Transmigrasi RI Serahkan Bantuan Sembako untuk Masyarakat Translok di Manggarai Barat

4 Juni 2026

Alarm dari Kupang: Reformasi Radikal Pengendalian PAD

4 Juni 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.