Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»NTT NEWS»Telan Anggaran Hampir 1 Miliar, Rehab Laboratorium Tes PCR di RSUD Atambua Tersendat
NTT NEWS

Telan Anggaran Hampir 1 Miliar, Rehab Laboratorium Tes PCR di RSUD Atambua Tersendat

By Redaksi3 November 20213 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Kondisi terkini bagian dalam ruang yang sudah dipasang partisi menggunakan kaca untuk dijadikan laboratorium PCR di RSUD Atambua (Foto: Marcel Manek/Vox NTT)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Atambua, Vox NTT-Meski menelan anggaran hampir 1 miliar, progres rehabilitasi ruang untuk dijadikan laboratorium tes (Polymerase Chain Reaction/PCR) di RSUD Mgr.Gabriel Manek Atambua tersendat karena keterlambatan material.

Keterlambatan material ini mengakibatkan penyelesaian pekerjaan di bagian dalam laboratorium sudah mandek satu bulan.

Pekerjaan terhambat ada pada lantai, di mana hingga Rabu (03/10/2021) belum dikerjakan. Alasannya bahan finil belum disediakan oleh kontraktor pelaksana.

Renovasi ruangan untuk dijadikan laboratorium PCR ini menelan anggaran sebesar Rp951.937.611 yang bersumber dari Dana Alokasi Umum Kabupaten Belu (DAU) 2021.

Dari total anggaran tersebut, komponen yang direhab tidak signifikan karena omponen utama bangunan seperti lantai, tembok, dan plafon, serta atap tidak direnovasi sebab masih baik dan layak untuk dipakai.

Kegiatan renovasi hanya berupa perombakan ruangan dengan memasang partisi baru menggunakan kaca.

Sebelumnya pada ruangan tersebut terdapat dua kamar dan dipasang partisi kaca menjadi tiga kamar.

“Pekerjaan kaca partisi ini menelan anggaran sebesar Rp141.000.000,” jelas Ketua Tim Pelaksana Teknis (TPK) Wilibrodus Ukat ketika ditemui di lokasi proyek, Rabu petang (03/11/2021).

Selain itu, komponen yang ikut dikerjakan adalah penambahan finil lantai antibakteri yang hingga kini belum dipasang.

Untuk pekerjaan ini, membutuhkan anggaran sebesar Rp42.138.000 dengan diamenter 111.7 meter persegi. Lalu, volume ruangan yang direnovasi adalah 14 x 11.3 meter.

Selain kedua pekerjaan tersebut, pihak kontraktor juga diminta untuk menyiapkan pass box yang menurut kontraktor kedua pass box tersebut baru dipasang pada Selasa (2/11/2021).

Sebagai penanggung jawab teknis, Wilibrodus telah mewanti-wanti kontraktor sejak awal agar memesan lantai finil sejak dini guna menghindari keterlambatan.

Namun imbauannya diabaikan kontraktor pelaksana hingga berdampak pada terlambatnya progres pekerjaan bagian dalam laboratorium.

“Saya sudah ingatkan sejak awal untuk memesan finil lantai antibakteri karena kalau harus pesan di luar negeri, tentu butuh waktu sehingga saya minta mereka (kontraktor) untuk pesan sejak awal tapi mereka tidak menghiraukan. Ini sudah terlambat satu bulan dan Pak Bupati perintahkan saya untuk buat surat teguran ke kontraktor,” ujar Wilibrodus.

Ia mengaku sejauh ini sudah terjadi keterlambatan, di mana presentasi pencapaian tidak sesuai dengan target.

Kontraktor pelaksana CV Senjaya yang dikonfirmasi melalui direkturnya, Benyamin Lasakar, mengakui pekerjaannya terlambat akibat bahan lantai finil antibakteri yang belum tiba di lokasi.

Meski sudah memasuki minggu ke 9 dan tersisa 3 minggu lagi, namun proyek tersebut tidak berjalan sesuai harapan.

Sejauh ini, kata Benyamin, lantai finil antibakteri sementara dalam pengiriman dan dalam waktu dekat sudah tiba di lokasi proyek.

Menurut dia, hingga kini keterlambatan pekerjaan sebanyak 5% dari target.

“Terus terang, kami sedikit mengalami keterlambatan pengiriman barang karena kapal barang sangat dibatasi untuk kirim barang. Tapi posisi barang sudah di pelabuhan dan akan tiba di Atambua besok,” kata Benyamin, Rabu malam.

Pantuan awak media di lokasi proyek yang kontraknya akan selesai pada 20 November 2021 mendatang ini, para pekerja tengah memasang batu puffing di bagian depan depan laboratorium yang direhab.

Penulis: Marcel Manek
Editor: Ardy Abba

Belu Laboratorium PCR Renovasi Laboratorium RSUD Atambua
Previous ArticleTerduga Pelaku Penggelapan Dana SUTT asal Totomala Menang Praperadilan
Next Article HUT ke-49, Kopdit Obor Mas Resmikan Cabang Utama TTU

Related Posts

Polsek Amarasi Timur dan Pemerintah Kecamatan Tinjau Lokasi Kebakaran Rumah Warga di Pakubaun

6 Juni 2026

Menteri Transmigrasi RI Serahkan Bantuan Sembako untuk Masyarakat Translok di Manggarai Barat

4 Juni 2026

Pemkab Manggarai Barat Usulkan Satgas Perizinan untuk Perkuat Pengawasan Usaha

4 Juni 2026
Terkini

“Wartawan Gadungan” di Nagekeo Diduga Terima Aliran Uang dari Proyek Waduk Lambo

8 Juni 2026

Kuasa Hukum Gama Ferroh Desak Polda NTT Tetapkan Tersangka Kasus Dugaan Pemerasan Akun TikTok “Lika Liku”

8 Juni 2026

Karya untuk Makan dan Minum dalam Persekutuan Tubuh dan Darah Kristus

7 Juni 2026

Gabriel Goa Desak Penuntasan Kasus TPPO Mariance Kabu dan Yuliana Dopo

6 Juni 2026

Ahli Waris Yakin PN Kupang Putus Objektif Gugatan Peralihan Sertifikat dan Rumah

6 Juni 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.