Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»HEADLINE»Prihatin, Warga Tinabani Dipasung Sudah 8 Bulan
HEADLINE

Prihatin, Warga Tinabani Dipasung Sudah 8 Bulan

By Redaksi10 Februari 20222 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Fabianus Satu (65) dipasung di salah satu ruangan rumahnya (Foto: Nasan Kua/ Vox NTT)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Ende, Vox NTT – Indonesia bebas pasung yang dicanangkan pemerintah sejak 2010 ternyata belum terwujud secara maksimal. Banyak warga yang masih mendapat tindakan pasung dan tidak terpantau oleh pemerintah.

Fabianus Satu (65), salah satunya yang sudah hampir 8 bulan dipasung, namun tidak terpantau oleh pemerintah.

Pria paruh baya itu merupakan warga Dusun Sadonuwa, Desa Tinabani, Kecamatan Ende, Kabupaten Ende. Ia dipasung keluarga di rumahnya, akibat gangguan jiwa yang dialami selama 5 tahun terakhir. Fabianus dipasung di salah satu ruangan di rumahnya.

Setiap hari ia terkurung di dalam kamar yang berukuran 2 meter persegi. Di kamar itu terlihat tidak ada kasur, hanya ada hanya selimut, tikar, bantal dan baju. Fabianus harus mandi cuci kakus (MCK) di ruangan itu, tidak bisa keluar.

Bau sedikit menyengat langsung tercium saat masuk ke kamarnya. Fabianus tidak banyak berbicara.

Sebelum dipasung, Fabianus sering menggangu masyarakat dan pernah menganiaya istri dan anaknya. Ia juga merusak tanaman milik warga lain.

“Fabianus dipasung sudah 8 bulan terakhir, tiap hari saya dan anak saya yang memberikan makanan kepada Fabianus,” ujar istri Fabianus, Sofia Theno, Kamis (10/02/2022)

Sofia mengungkapkan, tindakan pasung dengan cara merantai kedua kaki Fabianus, merupakan upaya agar tidak ada warga yang diganggunya.

“Ini upaya keluarga, agar Fabianus tidak mengganggu warga, di tengah keterbatasan dana mengobatinya ke rumah sakit,” tuturnya.

Sofia berharap pemerintah dapat memberi bantuan kepada Fabianus, agar bisa berobat.

“Satu sisi, kami merasa iba, namun di sisi lain tidak bisa berbuat lebih karena keterbatasan dana untuk mengobatinya. Maka bantuan dan uluran tangan pemerintah dan dermawanlah harapan kami,” kata Sofia.

Penulis: Nasan Kua
Editor: Ardy Abba

Desa Tinabani Ende ODGJ
Previous ArticlePanggilan Bruder SVD di Tengah Kegelisahan Zaman
Next Article Haru Biru THL dalam Wajah Birokrasi Manggarai

Related Posts

Nama Wakil Ketua DPRD NTT Dicatut dalam Dugaan Penipuan Lowongan Kerja, Ratusan Orang Mengaku Jadi Korban

6 Maret 2026

Gubernur NTT Buka Diskusi Nasib 9.000 PPPK di Ruang Publik

5 Maret 2026

Pemprov NTT Harus Lobi Pemerintah Pusat soal Nasib 9.000 PPPK

5 Maret 2026
Terkini

Cerpen: Mata Tua di Tubuh Bayi Bole Wote

6 Maret 2026

Tanah Ulayat, Identitas, dan Derita Sosial

6 Maret 2026

Desa Golo Riwu Tetapkan APBDes Tahun Anggaran 2026, KMP dan MBG Jadi Fokus Utama

6 Maret 2026

Rote Ndao Siap Jadi Tuan Rumah Selancar Ombak PON 2028

6 Maret 2026

Polres Manggarai Limpahkan Dua Tersangka Kasus Narkotika ke Kejaksaan

6 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.