Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Regional NTT»Tahun 2022 Ini Pemkab TTU Kerjakan Dua Jembatan yang Ambruk
Regional NTT

Tahun 2022 Ini Pemkab TTU Kerjakan Dua Jembatan yang Ambruk

By Redaksi23 Februari 20222 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Kepala Dinas PUPR Kabupaten TTU Yanuarius Salem saat ditemui wartawan di ruang kerjanya beberapa waktu lalu (Foto: Eman Tabean/Vox NTT)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Kefamenanu, Vox NTT-Pemerintah Kabupaten TTU pada tahun anggaran 2022 ini telah mengalokasikan anggaran untuk pembangunan dua jembatan yang telah ambruk sejak beberapa tahun lalu.

Keduanya yakni Jembatan Suspini Desa Subun Tualele, Kecamatan Insana Barat dan Jembatan Botof, Kecamatan Insana.

Selain membangun kembali dua jembatan yang ambruk tersebut, Pemkab TTU pada tahun 2022 ini juga akan membangun satu jembatan baru yang terletak di Kali Boni, Desa Sainiup, Kecamatan Biboki Selatan.

Hal itu disampaikan oleh Kepala dinas PUPR Kabupaten TTU Yanuarius Salem saat ditemui wartawan di ruang kerjanya beberapa waktu lalu.

Yanuarius menjelaskan, untuk pembangunan Jembatan Suspini bakal menelan anggaran sebesar Rp2,4 miliar.

Sementara untuk Jembatan Botof dianggarkan Rp1,2 miliar dan Jembatan Boni anggarannya senilai Rp1,4 miliar.

“Alokasi anggaran tersebut di luar dari perencanaan dan pengawasan,” jelas Yanuarius.

Yanuarius menjelaskan, untuk perencanaan sudah selesai dilakukan.
Sehingga apabila PPK sudah selesai menyiapkan seluruh dokumen, jelasnya, maka sudah bisa dilakukan penayangan dan 3 paket proyek tersebut sudah bisa dilelang.

“Saya upayakan paket-paket yang sudah selesai perencanaan itu akhir Maret sudah dilelang,” tuturnya.

Sementara itu, Sekretaris BPD desa Botof Yohanes Nabu kepada VoxNtt.com melalui telepon sangat berharap agar pembangunan kembali Jembatan Botof yang ambruk bisa segera direalisasikan.

Menurutnya, pasca-ambruknya jembatan tersebut pada tahun 2018 lalu, warga sangat kesulitan untuk melintasi.

Terlebih di musim penghujan, kendaraan roda yang melintasi lokasi tersebut harus dipikul.

“Sempat ada jembatan darurat yang buat pakai kayu tapi sekarang tidak bisa lewat lagi karena kayu sudah mulai terlepas,” tuturnya.

Penulis: Eman Tabean
Editor: Ardy Abba

Dinas PUPR TTU TTU
Previous ArticleMenelaah Konflik Rusia Vs Ukraina
Next Article Kemendes Luncurkan Program RPL, SDM Perangkat Desa Bisa Ditingkatkan

Related Posts

Ketua DPRD Manggarai Timur Minta Agregat Jalan Watu Cie-Deno Dibongkar Jika Tak Sesuai Spesifikasi

4 Agustus 2026

ASN di Reok Barat Keluhkan Iuran HUT RI, Camat Sebut untuk Kelancaran Upacara

4 Agustus 2026

Camat Welak Kunjungi Tiga ODGJ di Desa Wewa, Sebut Penanganan ODGJ Jadi Prioritas

4 Agustus 2026
Terkini

Apotek K-24 Resmikan Outlet di Labuan Bajo, Perluas Akses Layanan Kesehatan 24 Jam

4 Agustus 2026

Ketua DPRD Manggarai Timur Minta Agregat Jalan Watu Cie-Deno Dibongkar Jika Tak Sesuai Spesifikasi

4 Agustus 2026

Dua Belas Penundaan Menguji Kemanusiaan Akademik

4 Agustus 2026

ASN di Reok Barat Keluhkan Iuran HUT RI, Camat Sebut untuk Kelancaran Upacara

4 Agustus 2026

Camat Welak Kunjungi Tiga ODGJ di Desa Wewa, Sebut Penanganan ODGJ Jadi Prioritas

4 Agustus 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.