Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Figure»Kartini Milenial Tidak Boleh Hanya Terdiam di Rumah
Figure

Kartini Milenial Tidak Boleh Hanya Terdiam di Rumah

By Redaksi21 April 20222 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Yeni Veronika, Anggota DPRD Provinsi NTT
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Ruteng, Vox NTT- Yeni Veronika, srikandi asal Manggarai yang sudah dua periode duduk di DPRD Provinsi Nusa Tenggara Timur turut mengomentari atas makna Hari Kartini yang dirayakan 21 April 2022.

Yeni menjelaskan, kartini-kartini di zaman milenial tidak boleh hanya terdiam di rumah. Mereka harus berjuang demi keluarga, masyarakat, dan untuk kemajuan negara.

Kartini di era milenial harus punya semangat berjuang untuk terus maju meraih mimpi-mimpinya. Dengan potensi dan kapasitas yang dimiliki, kaum perempuan juga harus bisa mengambil bagian dalam pembangunan untuk kesejahteraan masyarakat.

“Kartini era milenial merupakan perempuan- perempuan kreatif dan mampu menumbuhkan aura positif, serta mampu mengambil bagian dalam pembangunan,” kata Yeni kepada VoxNtt.com, Kamis (21/04/2022).

Dengan kemudahan akses internet dan teknologi menurut dia, membuat perempuan di zaman milenial semakin bebas untuk berkarya.

Yeni mengatakan, kartini di era milenial sudah banyak yang bisa menjadi pemimpin di bidangnya masing- masing, tetapi tidak melupakan kodratnya sebagai istri dan ibu dari anak-anaknya, sekalipun sibuk dalam berkarier.

Politisi PAN itu menjelaskan, kartini di zaman sekarang memiliki arti bukan hanya di lingkungan terdekatnya saja, tetapi lebih luas sampai ke ranah publik.

Meski begitu, Yeni tetap berharap kaum perempuan tidak boleh melupakan akar budaya yang menjadi kearifan dalam bertindak dan bersikap.

“Wahai para kartini- kartini teruslah maju, maju dan maju menjadi perempuan selalu semangat dalam berjuang, memiliki kualitas, menjadi perempuan hebat dan menjadi perempuan tangguh,” tutup istri Almarhum Deno Kamelus, mantan Bupati Manggarai itu.

Penulis: Ardy Abba

Kabupaten Manggarai Yeni Veronika
Previous ArticleModerasi Beragama, Toleransi Partisipatif
Next Article Ibu dan Pesan Makna Kartini

Related Posts

Rumah Warga di Cibal Barat Ambruk Diterpa Hujan dan Angin Kencang

5 Maret 2026

Profil Desa Paka, Kecamatan Satarmese, Kabupaten Manggarai

4 Maret 2026

KPB Program TEKAD Ponggeok Manggarai Kembangkan Penyulingan Minyak Cengkih

4 Maret 2026
Terkini

Cerpen: Mata Tua di Tubuh Bayi Bole Wote

6 Maret 2026

Tanah Ulayat, Identitas, dan Derita Sosial

6 Maret 2026

Desa Golo Riwu Tetapkan APBDes Tahun Anggaran 2026, KMP dan MBG Jadi Fokus Utama

6 Maret 2026

Rote Ndao Siap Jadi Tuan Rumah Selancar Ombak PON 2028

6 Maret 2026

Polres Manggarai Limpahkan Dua Tersangka Kasus Narkotika ke Kejaksaan

6 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.