Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Regional NTT»Pelaku Judi Tak Dibawa ke Kantor Polisi, Warga Kampung Bugis Heran
Regional NTT

Pelaku Judi Tak Dibawa ke Kantor Polisi, Warga Kampung Bugis Heran

By Redaksi24 Maret 20172 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Ilustrasi
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Borong, Vox NTT-Warga Kampung Bugis, Kecamatan Borong Matim mengaku heran dengan tindakan anggota intel Polsek Borong yang tidak membawa pelaku judi kartu ke kantor polisi.

Padahal, saat penggerebekan dilakukan, sejumlah orang sedang ada kegiatan judi kartu di salah satu rumah di kampung tersebut.

“Waktu itu ada main kartu di situ. Tapi tidak tau kenapa tidak ditangkap,” kata warga yang tak mau disebutkan namanya kepada wartawan pada Kamis (23/3/2017).

Ia mengaku pada Rabu (22/3/2017) sekitar pukul 15.00 WITA, ia melihat dua orang anggota intel mengintai di sekitar rumah KS.  Terlihat berapa kali keduanya saling memberi kode-kode sebelum masuk ke rumah KS.

Tak lama di dalam rumah, kedua anggota intel tersebut keluar dari rumah KS tanpa membawa pelaku.

“Kenapa tidak ditangkap dan dibawa ke polsek?,” tanyanya.

Ia menjelaskan rumah tersebut sering digunakan sebagai tempat judi. Tapi, sampai sekarang pelaku belum pernah ditangkap.

Menanggapi kabar ini, Kapolsek Borong membantah bahkan menyebut kasus itu tidak ada.

“Tidak ada kasus judi di kantor,” katanya melalui pesan singkat pada Kamis (23/3/2017).

Demikian pun saat disinggung soal adanya informasi warga soal ada anggotanya yang masuk ke rumah KS, ia menjawab enteng.

“Hhhhh mungkin pergi bertamu eeee,” katanya.

Sampai berita ini diturunkan, KS belum bisa dikonfirmasi.

Informasi yang dihimpun wartawan, KS dan teman-temannya didapati anggota intel sedang judi kartu. Mereka tak ditangkap tapi hanya ditegur. KS pun memberi uang sebesar 50 ribu kepada kedua anggota tersebut untuk sekedar beli rokok.

(Ferdiano Sutarto Parman/VoN)

Manggarai Timur
Previous Article“Neka Teing Tange Berit Rantang Jajah Lata”
Next Article SMAN 9 Borong Kurang Ruangan Belajar, Ini Tanggapan DPRD NTT

Related Posts

Hampir Sebulan Jebol, Crosway Wae Musur Hilir Belum Ditangani Pemkab Manggarai Timur

12 Juni 2026

Polsek Amarasi Timur dan Pemerintah Kecamatan Tinjau Lokasi Kebakaran Rumah Warga di Pakubaun

6 Juni 2026

‘Gema Mabar’ Diluncurkan, Pemkab Manggarai Barat Fokus pada Ketahanan Pangan hingga Pariwisata Berkelanjutan

2 Juni 2026
Terkini

Sensus Ekonomi 2026: Mengapa Kita di NTT Tidak Boleh Asal Memberi Jawaban?

13 Juni 2026

Muskab PBVSI Sikka Tetapkan Rofinus Luer sebagai Ketua Umum Periode 2026–2030

13 Juni 2026

Hati Tak Bernoda: Istana Kasih dan Bait Allah Penemuan Diri

13 Juni 2026

Jejak Rokok Ilegal Helium di Nagekeo: Beredar Bebas, Polisi Menunggu Laporan

12 Juni 2026

Hampir Sebulan Jebol, Crosway Wae Musur Hilir Belum Ditangani Pemkab Manggarai Timur

12 Juni 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.