Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Ekbis»Lebu Raya Minta Bupati Se-Flores Siapkan Dana APBD II Untuk TdF
Ekbis

Lebu Raya Minta Bupati Se-Flores Siapkan Dana APBD II Untuk TdF

By Redaksi24 Maret 20173 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Rapat kordinasi TdF di Labuan Bajo, Jumat (24/3/2017)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Labuan Bajo, Vox NTT-Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Frans Lebu Raya meminta Bupati se-Flores menyiapkan APBD II untuk mendukung kegiatan Tour de Flores (TdF) yang akan kembali di gelar tahun 2017.

“Masukan anggaran TdF di item kegiatan promosi wisata,” kata Lebu Raya di hadapan para Bupati se-Flores saat rapat Koordinasi pelaksana TdF, di Labuan Bajo, Jumat (24/3/2017).

Dia mengatakan TdF merupakan event internasional yang akan diikuti oleh para atlet yang berasal dari sejumlah negara. Kegiatan ini bertujuan mempromosi obyek wisata  di Flores.

Selain itu, event tahunan ini juga untuk mendongkrak wisatawan untuk mengunjungi Flores. Sehingga, semakin banyaknya wisatawan datang di Flores, semakin baik perekonomian masyarakat Flores.

“Bukan hanya itu, TDF juga mau meminta Pemerintah Pusat untuk memperbaiki jalur transportasi yang akan dilalui peserta TDF nantinya,” ujar Lebu Raya.

Ketua pelaksana TdF, Primus Dorimulu mengatakan event TDF tahun 2016 lalu pihaknya mengalami kerugian menghampiri Rp 2,7 miliar. Meski mengalami kerugian, pihaknya tetap berkomitmen pelaksanaan TdF di Flores pada tahun yang akan datang akan menguntungkan masyarakat Flores.

Oleh karena itu, Primus yang juga Pimpinan Redaksi Koran Suara Pembarauan itu meminta masyarakat untuk menangkap peluang pelaksanaan TdF untuk bergerak di bidang pariwisata.

“Tidak perlu mengeluarkan uang banyak, masyarakat membangun Homestay yang sederhana. Pasti banyak yang akan menginap dan masyarakat akan untung dari event ini. Itulah yang diharapkan kegiatan TdF,” jelas Primus.

Untuk diketahui, Bupati yang hadir dalam kegiatan koordinasi ini, Bupati Mabar, Manggarai, Ende, Maumere, Manggarai Timur, Lembata, dan Ketua DPRD Ngada.

Dari delapan kabupaten yang hadir dalam rapat itu, Pemkab Ngada yang belum menyepakati anggaran yang dikucurkan melalui APBD II untuk pelaksananaan TdF itu.

TdF Ajang Pemaksaan Kehendak

Walaupun sering diklaim sebagai ajang kebangkitan pariwisata di Flores, kegiatan TdF tahap dua yang akan dilaksanakan tahun 2017 ini memicu tanda tanya dari berbagai kalangan.

Keraguan itu salah satunya disampaikan Peneliti Sun Spirit for Justice and Peace, Kris Beda Somerpes yang berdomisili di Kota Labuan Bajo, Manggarai Barat.

Baca: Tour de Flores Bukan Aspirasi Rakyat NTT

Menurut Kris, penyelenggaraan ajang balap sepeda internasional ini bukan merupakan aspirasi rakyat NTT.

“Saya melihat tour de flores masih merupakan pemaksaan kehendak orang pusat dan mitra-nya,” ungkapnya.

Karena itu, agar TdF dapat menciptakan multi efek bagi masyarakat luas perlu adanya evaluasi agar mendatangkan manfaat bagi masyarakat di lingkar pariwisata.

“Saya pikir yang pertama adalah perlu ada evaluasi publik terkait TDF tahap pertama, secara khusus terkait dengan dampaknya terhadap pengembangan destinasi wisata darat dan budaya lainnya, juga yang lebih penting adalah dampak ekonomi (psriwisata) terhadap masyarakat Flores. Apalagi ini terkait dengan dana APBD,” ungkap Kris saat dikonfirmasi VoxNtt.com, Jumat (24/03/2017).

Baca: DPRD NTT Sebut Kegiatan Tour de Flores Korbankan Rakyat

Kedua, lanjut Kris, jika tujuannya adalah untuk promosi pariwisata NTT, maka event yang sama perlu diperluas jangkauannya di daratan Timor, Sumba, Rote dan atau Alor.

Tujuannya untuk mengeksplore destinasi-destinasi wisata terbaik di seluruh NTT sekaligus mempromosikan destinasi wisata baru di wilayah-wilayah tersebut.

Baca: Kegiatan Tour de Flores, Masyarakat Mau Dapat Apa?

“Bukan hanya Flores yang terkenal di mata dunia, tetapi juga NTT secara keseluruhan, agar dengan demikian akses dan manfaat pembangunan pariwisata secara khusus ekonomi dan infrastrukturnya dapat dinikmati oleh masyarakat NTT,” ungkapnya.

Selain itu, Kris mengungkapkan TdF hanyalah salah satu alat agar pembangunan pariwisata NTT dapat membawa dampak signifikan bagi masyarakat.

“Masih ada alat-alat bantu lain untuk promosi pariwisata, apalagi yang dikembangkan oleh komunitas-komunitas lokal di NTT, yang lebih menjawab kebutuhan, khas, unik dan bahkan menggerakan,” katanya. (Gerasimos Satria/Andre/VoN)

Manggarai Barat
Previous ArticleTerkait Oknum Beratribut TNI di Pantai Pede, Ini Komentar Danramil Komodo
Next Article Sudah Ada Tersangka, Kasus Korupsi Senilai 47,5 M di TTU Di-peties-kan

Related Posts

Desa Golo Riwu Tetapkan APBDes Tahun Anggaran 2026, KMP dan MBG Jadi Fokus Utama

6 Maret 2026

Nama Wakil Ketua DPRD NTT Dicatut dalam Dugaan Penipuan Lowongan Kerja, Ratusan Orang Mengaku Jadi Korban

6 Maret 2026

Gubernur NTT Buka Diskusi Nasib 9.000 PPPK di Ruang Publik

5 Maret 2026
Terkini

Cerpen: Mata Tua di Tubuh Bayi Bole Wote

6 Maret 2026

Tanah Ulayat, Identitas, dan Derita Sosial

6 Maret 2026

Desa Golo Riwu Tetapkan APBDes Tahun Anggaran 2026, KMP dan MBG Jadi Fokus Utama

6 Maret 2026

Rote Ndao Siap Jadi Tuan Rumah Selancar Ombak PON 2028

6 Maret 2026

Polres Manggarai Limpahkan Dua Tersangka Kasus Narkotika ke Kejaksaan

6 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.